Showing posts with label jendela hati. Show all posts
Showing posts with label jendela hati. Show all posts

Tuesday, 3 April 2012

PTT ke Yahukimo,Papua


Banyak yang tidak percaya kalau saya benar-benar akan ke Papua.
"hah, iya bang abang ke Papua?".
"benar tu antum mau ke Papua?."
bahkan orang tua sendiri masih setengah kurang percaya mengenai kelulusan saya PTT di Kabupaten Yahukimo Papua. sewaktu minggu kemarin izin pamitan untuk berangkat, orang tua bilang " Padahal Ayah sudah do'ain biar gak lulus." he he he ^_^
setelah setahun bekerja di Rumah Sakit swasta dengan segala suka dukanya, saatnya saya melanjutkan mimpi saya untuk PTT ke daerah sangat terpencil. alhamdulillah pengumuman tanggal 17 Maret kemarin saya lulus dan diterima di Kabupaten Yahukimo Papua. hanya modal nekad, saya tidak mengenal daerah itu sama sekali, perjalanan saya yang paling jauh masih di sekitar pulau Sumatera. tapi memang saya sangat suka berpetualang dari dulu. bayangan di benak saya bisa mengajar dan berbagi ilmu dengan anak-anak di Pedalaman adalah sesuatu yang luar biasa. membantu dan memberikan pelayanan kesehatan bagi mereka yang susah untuk memperoleh pelayanan kesehatan adalah sebuah pengabdian yang harus saya jalani sebagai dokter .
insyallah tanggal 9 April nanti saya akan berangkat ke sana setelah sebelumnya di undur dari tanggal 2 yang seharusnya. semoga bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat di sana.

Monday, 12 December 2011

Bersama BSMR (Bulan Sabit Merah Remaja)

Minggu 11 Desember 2011,Kembali saya berdiri di depan kelas ini setelah sekian lama tak bertatap muka dengan mereka, berbagi sedikit ilmu yang saya miliki untuk adek-adek BSMR SMP IT Cendikia. antusias mereka dalam mengikuti kegiatan sungguh luar biasa. hari ini saya harus mengisi di kelas Putra dan kelas Putri. ber
beda mungkin dengan setahun yang lalu saat masih ada dr. Adi dan dr. Rio disini, juga

kegiatan2 baksos bisa sering kami angkatkan sampai ke pelosok-pelosok, bisa sedikit ringan dengan seorang pembina di kelas putra dan satu pembina lagi di kelas putri. sendiri seperti ini dengan terpaksa harus mengulang materi yang sama di kelas yang berbeda. ah, tapi gak apalah semua ini harus dinikmati, bertemu dengan wajah-wajah mereka saja sudah menghilangkan penat. keceriaan mereka terlihat saat saya datang......." dokter datang..dokter datang..." sambil menyalam dan mencium tangan. " pak dokter kok lama gak datang mengisi BSMR..."...hayoo..jadi bingung jawabnya..., insyaallah ke depannya kita akan ak
tifkan lagi acara ini.
mereka juga berebut bertanya saat dikasih kesempatan untuk diskusi tentang materi yang diberikan.
berharap ke depannya BSMI
bisa lebih banyak lagi masuk ke sekolah-sekolah umum,semoga kegagalan kita saat memasukkan proposal-proposal pendirian BSMR ke sekolah2 di kota Padang dengan berbagai macam penolakan yang kita terima tidak menyurutkan langkah kita untuk terus berusaha memasukkan BSMR ke
sekolah-sekolah umum. tak akan manis perjalanan ini jika tak ada rintangan yang kita hadapi, tak akan selalu mulus apa yang kita inginkan, yang terpenting semangat itu tidak pernah padam dari dalam diri kita ,semangat untuk sebuah perubahan. agar semakin tersosialisasikan lambang ini. mendidik generasi-generasi baru, membangkitkan semangat Avicena-Avicena baru dalam diri mereka.


keep spirit!!!

( Hayo..sapa yang mau gabung dalam pembinaan BSMR?? ^_^ )

Tuesday, 29 November 2011

Asuransi,Jangan Selalu Berharap Untung


Asuransi bukanlah sebuah hal yang aneh lagi kita dengar, meski mungkin jumlah masyarakat yang menggunakan jasa asuransi di Negara kita masih jauh di bandingkan Negara-negara maju. Salah satu ketertarikan seseorang ikut asuransi adalah untuk memberikan rasa aman bagi dirinya jika sewaktu-waktu terjadi hal yang diluar dugaannya, atau memang hal yang sudah pasti terjadi seperti hari tua, sakit,pensiun. Intinya menginginkan kemudahan disaat kesulitan datang, sebuah cara berpikir yang bagus menurut saya dalam menatap masa depan.

Namun, tak selamanya ikut asuransi harus untung dan harus mutlak mendapat keuntungan, klo niat sepeti itu bukan asuransi lagi namanya,berbisnis. Seperti di awal tadi, asuransi hanyalah sebagai pelindung ketika kita sewaktu-waktu mendapat hal yang diluar perkiraan kita. Ikut sebuah asuransi pasti kita sudah tau hal apa saja yang kita peroleh sebagai nasabah, tak mungkin seorang ikut asuransi menyetujuinya tanpa mengetahui apa yang akan ia dapakan dari asuransi tersebut.

Tapi memang dasarnya kita yang ingin selalu ingin diuntungkan, ternyata banyak nasabah mencari jalan pintas dengan menipu. berharap ingin selalu diuntungkan. jika seandainya semua nasabah Asuransi berpikiran ingin semua diuntungkan,rugi dong perusahaan asuransinya.

Seperti pagi ini, saya ditemui seorang pasien yang dirawat sekitar 3 hari yang lalu dengan diare dehidrasi sedang, hari ini datang lagi untuk meminta diisikan blanko klaim asuransinya. Sebelum saya mulai mengisi blanko tersebut ia meminta tolong agar saya membuat lama rawatannya seminggu, padahal saya hanya merawatnya selama satu hari.

“ maaf bu,saya gak bisa, berapa hari dirawat ya selama itu yang akan saya buat dalam blanko ini.”

“begini pak, masa saya Cuma dapat klaim kamar aja dari asuransi ini, berarti obat dan yang lain gak ditanggung mereka dong pak, saya kan rugi pak , sudah lebih saya setahun ikut asuransi ini, saya Cuma dapat 250 ribu.” Jelasnya

“gini bu, bukan saya gak mau bantu, tapi kalau sesuai dengan apa yang sebenarnya saya insyaallah akan tulis.”

“minta tolong bangaatlah pak, masa gak mau nolong saya pak, saya pikir mereka akan menanggung semua pembiayaan di rumah sakit ini, gak apa apa kok pak.”

“iya, menurut ibu gak apa-apa, menurut Tuhan saya?”

“gini ja bu, kalau ibu memang mau saya isikan blanko asuransinya biar saya isi,tapi sesuai dengan yang dirawat disini. Dan gak mungkin juga ibu gak tau peraturannya sebelum ikut asuransi ini kan?.”

“tolonglah pak,rugiloh saya pak”

“lebih rugi saya kalau saya isi bu,ibu dapat duitnya saya dapat dosanya.”

Akhirnya singkat cerita saya tetap tidak mau mengisi kalau menambahi hari rawatannya meski satu hari.

Asuransi memang bagus, tapi jangan berpikiran selamanya kita ingin di untungkan.

Saturday, 26 November 2011

Preman Juga Manusia


Tiap kali saya bersihkan lukanya , setiap itu juga ia berteriak "ampuuun maaaaak eee...ampuun mak eeeee', saya berrsihkan lukanya lagi......" apuni saya Tuhaaaaaaan,,,ampun ya Allahh...". mendengar nada suaranya yang meraung-raung seperti itu saya jadi sakit perut menahan tawa. padahal kemarin anak kecil berumur 10 tahun datang dengan fraktur femur kanan dan kirinya biasa aja, dia hanya menangis ketika kami memasang spalk.
Laki-laki 30 tahun ini ,masih saja meraung-raung di IGD minta ampun sama mak nya.."ampun mak e..ampun mak eeeeeeee.". Tato di dadanya sekilas menggambarkan ia sangat sangar sebelum kecelakaan motor tadi dan masuk ke IGD. Saya tanya laki-laki disebelahnya yang ternyata adeknya, adeknya juga senyum-senyum ketika abangnya teriak-teriak mak e....
"kerjaan abangmu apa?"
"Preman Pasar malam pak, kecelakaan ini kan karena dia baru pulang dari pasar malam tadi, dia keamanannya disana"
"ih..kok preman pasar malam cengeng kayak gini seh pak" celoteh saya
adeknya ikutan cekikikan....^_^
"rasailah..kau ni cengeng kali, orang sudah bantu kau masih teriak teriak ja"
perawat IGD kemudian mengolesi luka-luka lecet dengan salf antibiotik.
"pelan-pelaaan bu, sakiiiiittttt.....ampuuun mak eeee....ampuni saya Tuhann..O mak eeee..."
"Ih ..bapak neh, masa preman kayak gini" celoteh perawat
"Preman Juga manusia bu......"
ha ha ha ha.....sakit perut rasanya menahan ketawa di IGD

pernah juga dulu dapat pasien Asma di IGD, ternyata juga berprofesi sebagai preman pasar, bunyi nafasnya sabil diiringi ringisan minta tolong..Tolong Tuhaaann...Toloooong...
jadi berpikir, ternyata klo sudah situasi kayak gini baru ingat bener sama Tuhan...
tapi memang iya juga seh ada benarnya " Preman Juga Manusia...." he he he he ^_^

Thursday, 24 November 2011

Anak Zaman Sekarang.....


Kaki sudah mulai terasa pegal, bolak-balik sampai ke lantai dua sudah berapa kali pagi ini. belum lagi pasien yang baru masuk dan pasien yang masih menunggu di IGD. ditambah lagi pasien yang menangis2 buat minta digugurkan kandungan anaknya ( emang kita ni cowok apaan....) tapi untunglah visite sudah selesai.keluarga pasien masih sesenggukan di depan saya, mengemukakan berbagai alasan mereka untuk menggugukan janin tersebt, berkilah sampai berbusa pun ngomong ke saya,saya pribadi tak akan mau melakukannya, hasil USG menunjukkan janin tersebut sudah berumur 19 minggu dan terlihat sudah lengkap organnya.
"Tolonglah pak, kasihan anak saya pak dia masih kelas 3 SMA, kalau dia depresi ntar berpikir macam-macam, malah membunuh dia dan anaknya...."
" maaf ya bu, saya gak mungkin melakukan itu, ibu kasih nasehatlah anaknya biar dia menjaga janin tersebut"
"kami akan mendapat malu pak, bapak bayi itu ntah sudah kemana"
anaknya hanya sesenggukan menahan tangis disebelahnya. (dasar neh orang pas enaknya gak mikir klo kayak gini, ...)
" klo anak saya itu sudah 19 tahun saya besarkan saya pelihara, klo yang dikandungannya saya gak kenal dia, gugurkan aja pak"
egois bener neh orang.
" maaf ya bu, saya gak bisa ,mungkin ada dokter lain yang mau melakukan silahkan cari, tapi saran saya janinnya dipertahankan, anaknya dibesarkan dan didik, klo digugurkan sudahlah dapat dosa zina dapat lagi nanti dosa membunuh bu"
"kami jamin pak, gak bakal ada yang tau, resikonya kami yang nanggung semua"
emangnya dipikir mereka neh saya gak BerTuhan.....ckckckckck

kemudian mereka merengek2 lagi ke salah satu dokter spesialis yang meng USG kehamilan tersebut.....mantap dapat ceramah panjang lebar lagi neh orang....
"bayinya gak punya salah bu, itu semua salah yang melakukannya. orang tua juga sebenarnya berperan bu, klo gak orang tuanya yang salah didik dan pergaulannya gak diawasi, ya memang anaknya yang gak bisa diatur bu, sekarang sudah terima resiko aja."

ntah berapa lagi anak2 SMA di luar sana yang mengalami nasib yang sama, melakukan hubungan seks di luar nikah, hamil kemudian menggugurkan kandungannya. prihatin sekali dengan kondisi seperti ini.

memang anak-anak zaman sekarang......ckckckckck

Wednesday, 23 November 2011

Hati2 Dukun Malpraktek!!!


Banyaknya kasus dukun malpraktek sudah sangat sering ditemukan, namun tak satupun kasusnya yang diangkat ke permukaan. Saya sendiri belum pernah mendengar kasus kelurga pasien menuntut dukun gara-gara salah diagnosis, dukun salah obat, paling-paling yang sering dituntut adalah dukun cabul ^_^. mungkin memang karena tidak adanya undang-undang yang bisa menjerat mereka. ntahlah yang penting kasus-kasus malpraktek dukun sangat sering ditemui. misalnya pasien patah tulang akhirnya cacat permanen, atau pasien patah tulang terbuka akhirnya kaki membusuk dan diamputasi dan banyak lagi kasus lainnya.seperti kasus yang saya temui hari ini, begini ceritanya.....
Usianya 38 tahun, masuk IGD kemarin sore di temani suaminya beserta seorang perawat yang mengantar. tubuhnya terbaring lemah tak berdaya, anggota gerak sebelah kanan sama sekali tidak bisa lagi di gerakkan, sedangkan anggota gerak sebelah kiri masih bisa digerakkan sedikit. kesadarannya masih bagus, cuma ia tidak mampu membuka matanya karena merasa kepalanya sangat sakit sekali. saya menanyakan tentang riwayat penyakit ibu tersebut. ternyata dari hasil anamnesa sudah di diagnosis menderita tumor otak di padang dan dianjurkan operasi.hasil scan 2 bulan yang lalu juga menerangkan bahwa ditemukannya massa di Lobus Intra temporal kiri dengan edema luas. yang namanya manusia dokter juga tidak mungkin bisa menjanjikan kesembuhan 100% kepada pasien ( saya jamin siapapun dokternya tidak akan bisa menjamin kesembuhan 100%), dan juga tidak bisa memastikan berhasil tidaknya operasi apalagi ini bukan operasi biasa. karena alasan tersebut keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa keluar dari salah satu rumah sakit di padang dan akhirnya memilih ke jawa, beda sekali dengan iklan para dukun dan para normal "bisa menyembuhkan segala penyakit", " dijamin sembuh"..benar-benar kepedean jadi manusia. Di Jawa pasien di bawa berobat katanya ke seorang kiyai. dengan mantra dan jampi2 tak jelas setelah beberapa minggu berobat ke sang Kyai, kesimpulannya kata kyai tersebut bahwa Tumor tersebut sudah ia angkat dan pasien hanya tinggal menunggu pemulihan saja ( kereeen kan...kalah Spesialis Bedah Syaraf....^_^). Mungkin beginilah orang awam, dengan kesimpulan dari kyai tersebut keluarga pasienpun langsung percaya bahwa tumor tersebut sudah diangkat. akhirnya dibawa kembali ke Sumatera.

Pasien pun saya konsulkan ke spesialis penyakit syaraf , tetap sama anjuran dokter tersebut bahwa jalan satu satunya adalah operasi. tapi keluarga pasien tetap bersikeras kalau tumor tersebut sudah diangkat Kyai dan kondisi sekarang hanya tinggal pemulihan.
secara logika saja jika seandainya tumor tersebut sudah benar2 hilang dan diangkat oleh Kyai tersebut, tidak mungkin kondisinya bertambah buruk, pasti pasiennya sudah membaik.
keluarga akhirnya minta di scan ulang untuk memastikan. spesialis syaraf tetap menyarankan agar langsung saja di bawa kembali ke Padang dan tidak usah scan ulang, karena pasti hasilnya sama saja dan malah mungkin bisa jadi makin parah. tetap keluarga minta di scan lagi.
singkat cerita hasil scan keluar dan hasilnya malah Tumor bertambah besar dan edema bertambah luas.

Saya mulai berpikir, klo kayak gini bisa gak sang kyai dituntut malpraktek? coba saja seandainya yang melakukan itu adalah dokter pasti media massa sudah heboh.padahal disini jelas pasien sudah dirugikan dan sudah dibodohi, mana mungkin dengan jampi2 tumor bisa hilang sekejap. kalau ada dukun seperti itu, betapa banyak pasien tumor dan kanker di Negeri ini yang sudah terbantu dan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk operasi. Beban Negara berkurang.
Sebagai awam kita juga seharusnya memainkan logika kita, jangan menelan mentah-mentah apa yang dikatakan baik itu oleh dokter atau dukun atau pun kyai.
tapi bukan Indonesia kalau masyarakatnya gak percaya Dukun. lihat saja pasien yang berobat ke Ponari, mereka rela antrian panjang demi mendapat air bekas celupan tangannya, ntah si Ponari sudah cebok apa belum, air itu pula yang diminumkan ke pasien.
Tapi pasien tidak juga bisa kita salahkan kenapa harus membawa ke dukun, terkadang mereka terkendala biaya berobat ke petugas kesehatan, berobat ke dukun cukup infak seikhlasnya ya langsung dapat pelayanan, sedangkan berobat ke petugas medis , sudahlah ribet, bayar mahal lagi. mereka tak juga bisa kita salahkan kenapa terlalu percaya dengan pendapat dukun, memang pendidikan mereka sendiri banyak yang tidak tamat Sekolah Dasar bahkan banyak yang tak pernah sekolah. pernah saya minta tanda tangan dari keluarga pasien, ia menjawab" saya bodoh pak,saya gak pernah sekolah, tak bisa tantangan pak" miriskan mendengarnya?.
Hayo ini tanggung jawab siapa???
Mana program wajib belajar 9 Tahunnya? Mana program berobat gratisnya? ^_^

Tapi Tetap hati-hati jika Dukun Malpraktek !!!!

Monday, 21 November 2011

Senior Yang Menginspirasi


ini hanya sekedar coretan-coretan kerinduan pada makhluk yang selalu memberi inspirasi buat saya, senior-senior yang memerankan perannya dengan baik.
Teringat wajahnya yang tak pernah cemberut, Suaranya yang tak pernah meninggi, tak sekalipun melihat beliau marah, nasehatnya menyejukkan hati , sabar menghadapi saya yang rada2 bandel ini, lengkap sudah dengan baik ia perankan perannya sebagai Senior. Beberapa tahun tinggal bersamanya di Wisma ( rumah kontrakan anak FSKI) membuat saya sangat mengenal beliau. karakter yang luar biasa. setumpuk amanah di kampus, amanah di luar kampus dan beberapa makhluk2 bandel juniornya di Wisma, ia hadapi dengan senyuman biasa saja. jangan tanya ibadahnya, solat malam, tilawah, hafalan Qur'an mungkin inilah yang membuatnya selalu sedap di pandang mata.


Ada juga beberapa senior yang terpaut jauh di atas saya, sama sekali tak pernah bertemu di kampus, bertemu juga paling hanya sebentar di luar kampus, bertegur sapa hanya lewat dunia maya, tapi disitu mereka juga memainkan peranan mereka sebagai senior, bertegur sapa meski hanya lewat komen-komen status, memberikan nasehat, memberikan semangat. saya juga kagum dengan mereka yang masih setia membimbing adek-adeknya.

Saya rasanya masih jauh dari kriteria itu sebagai senior, ntah sudah berapa generasi di bawah saya yang sudah masuk FK dan banyak yang tidak saya kenal lagi dari mereka , paling-paling yang masih saya kenal 2 sampai 3 generasi di bawah saya...( senior apaaan ini....ckckckck).

Nah yang jadi pertanyaan . bagaimana dengan saya????
rasanya saya belum memainkan peran saya maksimal seperti mereka...

Saturday, 19 November 2011

Taon Depan Saya Harus PTT............


Ini adalah bulan ke delapan saya tugas dinas di Rumah sakit ini sebagai dokter Jaga, di sebuah rumah sakit swasta di Muara Bungo. berarti hanya tersisa sekitar 4 bulan lagi untuk kontrak yang disepakati. mulai berpikir mau kemana setelah ini, melanjutkan kontrak rasanya gak deh...meski disini hanya 15 hari kerja dan 15 hari libur, tapi rasanya selalu ada yg kurang. 15 hari kerja dan berada di rumah sakit selama 24 jam adalah hal yg sangat membosankan, orang-orang yang ditemui dari terbit matahari hingga terbit lagi semuanya orang2 dengan berbagai keluhan (ya iyalah namanya rumah sakit...cckckck). ada terbersit kerinduan akan setahun yang lalu saat masih dinas di payakumbuh, setiap hari masih bisa bertemu ikhwah, masih merasakan aura semangat mereka yang selalu menyala. masih merasakan agenda mingguan di dalam lingkaran yang membimbing kebaikan, kehangatan berbagi ilmu dari seorang Murabbi, masih merasakan berpanas hujan dalam menghadapi berbagai agenda Pilkada..... ( nostalgia....). sekarang hanya bisa paling banyak bertemu kelompok Halaqoh 2 kali sebulan, itupun kalau pulang ke Padang. klo agenda lain ada dan pulangnya bukan ke padang berarti bulan depannya lagi baru halaqoh kembali....terasa bangat ketika sudah tak datang Halaqoh meski sekali apapun alasannya gak datang.
berpikir panjang untuk memutuskan tahun berikutnya melanglang buana kemana. fenomena kawan-kawan seangkatan yang makin banyak diterima PPDS juga menjadikan pertimbangan untuk mengambil keputusan, antara Sekolah lagi atau PTT ataukah menggenapkan separoh agama masih membuat bingung. sempat diskusi dengan seorang senior, beliau lebih menyuruh untuk sekolah lagi. tapi rasanya saya masih belum siap untuk itu, ada juga yang menganjurkan walimahan saja (Upsssssss...susah mengelak klo sudah dicerca pertanyaan tentang permsalahan yg satu ini).
setelah berpikir lama, naik gunung turun gunung, menyeberangi lautan luas, sesekali terbang ke angkasa (lebayyyy.....biarin yang nulis juga saya ) untuk mencari sebuah jawaban akhirnya saya memutuskan untuk tahun depan saya PTT saja, keinginan saya yang satu ini harus terwujudkan, kalau saya sekolah jelas saya tidak akan lagi merasakan PTT, tapi kalau saya PTT dulu insyaallah masih diberikan kesempatan untuk sekolah lagi.....

saat masih Internship dulu cita-cita saya seperti ini, PTT mengambil daerah sangat terpencil, kemudian mengajar anak sekolah atau anak2 putus sekolah di pedalaman, membuka sebuah taman bacaan, mengajar ngaji. dan itu pernah saya tuliskan dalam buku agenda saya dan itu harus terlaksana Insyaallah.....

tetap semangat, semoga Tahun depan diberikan kesempatan PTT ke daerah sangat terpencil, berpetualang di pedalaman tanah air, berbagi sedikit ilmu, mengabdikan diri untuk bangsa....



Thursday, 17 November 2011

Cerita IGD Pagi ini


Pagi ini mendung masih menggelayut di petala langit, tanah di depan IGD masih basah oleh kucuran hujan lebat tadi malam. Kamar Dokter Jaga yang bocor (malangnya) masih belom dipel. sarapan pagi yang tak seperti biasanya kini telat diantar, gak pa palah cadangan lemak tubuh masih banyak. Visite pagi ini sudah selesai, tinggal menunggu visite dokter spesialis. kembali saya masuk ke kamar dokter jaga. waktu kosong seperti ini biasanya saya gunakan celingak-celinguk sebentar ke wall Fb saya berharap ada cerita baru atau juga gosip baru (xixixixi...), ada info baru, atau ada status kawan-kawan yang bisa menyemangati. Tak ada yg menarik keculai beberapa status tentang kekalahan Indonesia terhadap Malaysia tadi malam. semoga saja tidak terjadi penafsiran Nasionalisme yang salah dari pemuda bangsa ini menyikapi kekalahan 1;0 tadi malam. Saya menyempatkan untuk 2 rakaat dhuha, kemudian melanjutkan tilawah surah alkahfi yang masih tinggal separuh lagi tadi subuh. kan klo gak salah ada keutamaan membaca surah Al-Kahfi di hari Jum'at. tapi sudah lupa apa keutamaannya ( maklumlah dah tua....).

beberapa menit setelah menyudahi tilawah, telephon di kamar dokter jaga berdering. seperti biasa pasien baru, klo nggak kemungkinan ada dokter spesialis yang datang, atau ada keluarga pasien yang ingin bertemu. kali ini pasien baru menunggu di IGD

Laki-laki dengan usia sekitar 25 tahun mengeluhkan demam semenjak dua hari yang lalu, muntah-muntah, tidak mau makan, persendian sakit, kadang demam menggigil,mencret sudah 6 kali sejak pagi ,suhunya 38. seorang laki2 sebaya dengan pasien disebelahnya menungguinya saat saya memeriksa, mungkin keluarganya atau rekan kerjanya. ntahlah saya juga tak sempat bertanya. setelah saya periksa, saya tawarkan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium kalau keluarga mau...
" mahal gak pak?" kata pasien
"saya juga kurang tau, sebentar biar kami telepon dulu ke labor." jawabku
setelah dapat informasi dari labor biaya untuk periksa darah rutin sekitar 150rb, ntah kemahalan atau gak saya juga kurang tau.
" saya cuma punya duit 150rb pak" kata pasien
"klo gitu gak papa, bapak saya kasih obat dulu, cuma saya curiganya bapak demam berdarah. klo DBD baiknya bapak kita rawat ". kemudian saya menuliskan beberapa obat di kertas resep
tiba-tiba laki-laki yang mengawaninya berceloteh
" suntik aja kenapa? sudah jelas kalau menggigil itu malaraia, kalau rontok rambutnya itu tifus.."
"bukan begitu pak, bagusnya diperiksa labor dulu buat mastikannya. klo keluarga gak bersedia diperiksa labornya juga gak papa.."
" sudahlah...kita berobat kebidan aja...."
saya langsung berhenti menuliskan resep, bengong melihat bapak itu yang langsung marah-marah. tak ada basa-basi pergi dengan wajah tidak mengenakkan. andaikan bapak itu bercermin saat marah pasti dia ....xixixixixixixi...

memang profesi ini menuntut banyak kesabaran, bahkan sudah ditolong sekalipun masih juga dimarah-marahi keluarga pasien.

dan isi khotbah Jum'at kali ini berbicara tentang sabar, menarik sekali. saya percaya ini bukan sebuah kebetulan, ini memang sebuah rencanaNYA mengajari saya tentang apa sabar.


Tuesday, 18 October 2011

Rahasia pasien, Jujur dan Moral Anak Bangsa


Usianya sekitar 21 tahun, masih mahasiswi disebuah perguruan tinggi, untuk ukuran orang Indonesia tingginya biasalah rata-rata setinggi cewek seusianya. Tidak terlalu jelek dan tidak terlalu cantik,ya standar produk dalam negerilah. Pagi2 ini datang ke IGD dengan mengenakan celana pendek dan kaos pendek yang membentuk lekukan tubuhnya. Tapi yang aneh saat melihat gaya berjalannya yang tidak sesuai standar wanita Indonesia, agak sedikit mengangkang dan setiap melangkah seperti tersirat sebuah ringisan kesakitan, sepertinya ada sesuatu yang tak beres. Di belakangnya terlihat wajah kedua orang tuanya yang keliatan cemas dengan kondisi anaknya.

“ Pak anu saya sakit, mungkin terkelupas digesek pembalut yang saya pakai”

“sudah berapa hari sakitnya ?”

“ sekitar 4 hari pak, kalau saya buang air kecil sangat nyeri sekali”

“boleh saya periksa dulu” ditemani seorang perawat kami memeriksa kondisinya……..hmmmmmmm

Bengkak merah dan berbalut cairan nanah…..o owww…..

“ sudah berkeluarga?”

“belum pak,saya masih Mahasiswi”

“maaf sebelumnya, kamu ada berhubungan badan “ suara agak saya pelankan, biar tak terdengar orang tuanya

“gak pak, bener pak gak ada….ini karena pembalut yang saya pakai”masih berkilah

Oooo…..” gak papa jujur saja, ntar biar kita obati sakitnya”

“ I…I…Iya pak, tapi Cuma sekali kok….”

“yakin Cuma sekali, coba ingat2 dulu..”

“benar pak, Cuma sekali…..”

“ kok kamu mau aja….”

“ kami kan pak sudah janji mau nikah, pak jangan kasih tau orang tua saya ya pak…”

Oooo dapat DePe duluan ternyata…….

Saya sudahi pemeriksaan , saya lepas Handscoen yang saya pakai dan mencuci tangan saya…..naudzubillah…..

“Pak anak saya sakit apa…???”… kedua orang Tuanya begitu cemas

“ Ooo..itu Infeksi pak, mungkin kena gesekan pembalutnya….”

Batin saya langsung berbisik “ dasar dokter pembohong,bilang aja GO”

“ kita obati dulu ya pak….smg sembuh”…..

Sekelebat kata2 kembali berbisik “ kasih tau aja orang tuanya, teganya membohongi orang tua itu…”

Phiuuuhhhhhhhhhhh…….saya hanya bisa menarik nafas panjang, rasanya penuh rongga dada ini.

Selama ini kasus yang sering datang adalah laki-laki, biasanya bapak-bapak supir.karena memang secara teori gejalanya lebih sering terlihat pada laki-laki dibanding perempuan…

Sebagai dokter sesuai yang tertera pada lafal sumpah dokter, rahasia pasien wajib di jaga. Secara moral dia juga harus diberikan pelajaran dan efek jera, dan sebagai orang tua seharusnya mereka tau apa sebenarnya yang terjadi pada anaknya.

Solusi untuk permasalahan ini bukanlah gerakan Kondom gratis dengan ATM Kondomnya, tetapi pemaham agamalah yang harus ditanamkan sejak dini, terlebih di dalam keluarga dan peran aktif pemerintah tentunya.

Sebagai Muslim sudah jelas sekali aturan Mainnya……..

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk (Al - Isro' (17): 32)”

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: " Hendaklah mereka
menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu
adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa
yang mereka perbuat (
- Nur (24): 30) “

Sunday, 25 September 2011

Penjara Suci.....


PENJARA SUCI begitulah kami menyebutnya Sekolah yang penuh kenangan Islamic Boarding School SD, SMP,SMA Nurul 'Ilmi.
kesabaran guru2 dalam mendidik kami, bukan hanya menjadi seorang pengajar. 4;30 kami sudah dibangunkan untuk Tahajjud kemudian senam , selanjutnya dari jam 5 sampai jam 6 pagi kami sholat subuh Tilawah ,Almatsuratdan mengulang kembali hafalan Qur'an,sebelum berangkat kami sarapan, jam 7 kami harus sudah di kelas belajar ilmu umum, jam 10 kami istirahat ntuk Dhuha sejenak, mulai lagi untuk belajar sampai beberapa menit menjelang kumandang Dzuhur, kami harus selalu sholat berjamaah di Mesjid setiap solat wajib, selesai dzuhur kembali belajar sampai jam 2. kemudian pulang. intirahat sejenak, makan siang, selesai Ashar berjamaah kembali setengah 5 sore ke kelas untuk les dan pelajaran tambahan bahasa arab, sirah,hadist,Al-Qur'an sampai jam 6 sore, kemudian kembali mempersiapkan untuk persipan solat Magrib , kemudian tilawah lagi sampai jam 7 malam, balik sebentar ke asrama untuk makan malam, kemudian Isya berkumandang, selesai berjamaah kami mempersiapkan perlengkapan kembali ke sekolah untuk belajar sampai jam 10 malam, tak boleh ada yg tidak belajar sampai jam 10, tapi menambah jam belajar sampai jam berapapun boleh. sistem DO disekolah ini membuat kami harus mengejar rata2 target nilai, kalau tidak ingin dikeluarkan karena kami disini gratis, tidak ada istilah tinggal kelas. begitu juga halnya dengan guru yang masuk ke sekolah semuanya harus melalui seleksi, kalau siswa tidak suka atau mengajarnya kurang baik maka siswa berhak menolak guru-guru diterima di sekolah itu, sehingga dengan sendirinya guru-gurupun selalu meperbaiki kualitasnya. mencontek adalah sesuatu yang haram, sehingga kami tak ada yang berani untuk melakukan itu. kami didik bagaimana adab-adab bergaul Islam. Motivasi dari guru-guru agar semua tembus masuk ke Perguruan tinggi Negeri dan alhamdulilah 80 sampai 90% kami lulus SPMB setiap tahunnya. Tanpa disadari apa yang mereka tanam tanpa pamrih beberapa tahun yang lalu sekarang sudah mulai melihatkan hasil, alumni sudah banyak yang bekerja baik di Instansi pemerintahan maupun swasta, di kampus-kampus alumni adalah aktivis-aktivis kampus.....luar biasa apabila siswa didik dengan benar.

tapi, sekarang beberapa tahun terakhir ini seakan semuanya berubah 180 derajat, semenjak terjadi permasalahan internal. bahkan lingkaran2 kecil yang membentuk kami dilarang disekolah itu, guru2 yang sekarang bukanlah guru2 yang dulu berjiwa ikhlas mendidik kecuali hanya sekedar mengejar materi semata, alhasil akhlak siswa sangat menurun , prestasi siswa tiap tahun pun menurun, terlihat dari menurunnya angka persentase masuk PTN lewat jalur SPMB.
semoga ke depannya pihak yayasan bisa kembali menarik kebijaknnya yang telah mengeluarkan guru-guru yang dulu mentarbiyah kami dengan baik, semoga pihak yayasan terbuka mata hatinya untuk mengembalikan Penjara Suci kami......karena kami sangat merindukan itu....................

Keluarga Pejabat Nikmati Jamkesmas


Terlihat kegalauan dan beban pikiran yang begitu jelas di wajahnya, pagi ini ia menghadapku dengan keluh kesah yang bahkan mungkin aku pun tak bisa membantu menyelesaikan masalahnya.

A : saya bingung pak, saya tidak tahu mencari duit kemana untuk menebus bapak saya yang sakit ini kalau sudah sembuh nanti. Ntah mencari pinjaman kemana…kadang2 bercampur dengan logat Jawa gaya berbicaranya

Saya : Kenapa gak di bawa ke Rumah sakit Umum daerah aja mbak , di sana kan biayanya lebih murah.Punya Jamkesmas?

A : kami gak punya Jamkesmas pak. Ke RSUD sama aja pak, di sana kami juga nanti akan menjadi pasien umum, tanpa kartu jamkesmas kami akan diperlakukan sama dengan orang yang sepertinya punya duit, mahal, dan pelayananannya kurang bagus, perawatnya jutex…biarlah pak disini, insyaallah saya akan mengusahakan nanti untuk menebus bapak saya jika sudah boleh pulang…..

Saya : !!!!?????????????

Siang ini keluarga pasien yang sedang dirawat di ICU dengan stroke menemui saya

X : Pak, kami minta bapak saya di pindah ke RSUD saja…

Saya : kenapa bu, kan kondisi ibu sudah mulai membaik

X: begini pak, kami memiliki kartu Jamkesmas. Kalau di sinikan pak gak berlaku

Saya : o iyalah bu..kalau begitu, disini juga akan dirawat lama kalau penyakit seperti itu

Kemudian saya menghubungi spesialis Syaraf yang menangani pasien tersebut, tidak lama kemudian bapak tersebut datang. Keluarga pasien menceritakan bahwa pasien mau dirujuk ke RSUD saja karena memiliki Jamkesmas…. Cerita pun berlanjut, pasien ini siapa ibu Tanya spesialis

X : ibu kandung saya pak. Mak Uwonya wakil bupati disini…..

Spesialis : OOOoo…

Saya : ???????????

Mak Uwo wakil bupati berarti kakak dari ibunya wakil bupati donk….kok punya jamkesmas??????

Sambil berlalu Spesialis syaraf berbisik, “nanti di RSUD bakal dapat pelayanan yang baik tu, semuanya obat dan jasa dokter bakal digratiskan. Keluarga pejabat…….”

Ditengah masih banyaknya masyarakat Miskin yang tidak memiliki jaminan kesehatan, ternyata ada beberapa keluarga Pejabat yang menikmati gratisnya kartu Jamkesmas......ironi sebuah Negeriku

Thursday, 4 August 2011

Lomba Menulis Nasional untuk Remaja 2011


BSMI Melayani Masyarakat Batu Hampar


Hari ini Baksos BSMI Cabang Persiapan kabupaten lima puluh kota diangkatkan di Kenagarian batu Hampar Kecamatan Akabiluru. Baksos kali ini diangkatkan atas kerjasama dengan Mahasiswa KKN Universitas Andalas yang sedang menjalankan KKN nya di kenagarian tersebut. Meski sedang berpuasa relawan dan panitia sangat semangat dalam mengangkatkan acara ini. Acara dibuka jam 9 pagi langsung oleh wali Nagari Batu hampar bapak Asra Arafat,S.si dan juga kata sambutan dari Pembina BSMI lima Puluh Kota ustad. Zukron, B.Ac yang sekaligus memperkenalkan BSMI kepada masyarakat batu Hampar, baksos ini merupakan kali kedua diangkatkan di kenagarian ini setelah tahun lalu sukses mengangkatkan acara yang sama berupa pengobatan gratis dan pemeriksaan kesehatan.

Antusias warga sangat kelihatan dengan berkumpulnya masyarakat untuk mendaftar dan menunggu rombongan relawan BSMi tiba di tempat acara. Acara juga di hadiri oleh dokter dan petugas dari Puskesmas setempat, sedangkan tenaga medis dari BSMi sendiri yaitu dr. Eka Ramawindha , dr. Mukri Nasution beserta beberapa relawan BSMI lainnya.

Dalam kata sambutannya walinagari bau hampar berharap acara-acara seperti ini bisa diangkakan kembali , begitu juga dari puskesmas karena acara seperti ini otomatis akan membantu kerja Puskesmas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kerjanya.

Acara berakhir sekitar jam 1 siang dengan jumlah pasien sekitar 110 orang, kebanyakan dari kelompok lanjut usia dengan keluhan yang beragam, kebanyakan adalah tekanan darah tinggi, osteoarthritis , sedangkan pasien anak-anak kebanyakan dengan keluhan ISPA.

Acara ditutup dengan pemberian sertifikat dari Mahasiswa KKN Unand yang diwakili oleh ketua panitia Rahmat Syawqi,S.Ked kepada BSMI dan juga sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Sukses selalu untuk memberikan pelayanan buat ummat. Care fot lIfe!!!

Thursday, 21 July 2011

Pesta Burung di 50 Kota

Sarilamak City, 3 juli 2011

Suatu nikmat yang luar biasa bisa dipertemukan dan berinteraksi dengan orang2 seperti ini, memiliki kepedulian yang tinggi dengan sekitarnya. Alhamdulillah Sore ini aku kembali bersama mereka dengan niat yang sama-sama insyaallah membantu masyarakat , menyumbangkan sedikit ilmu yang dimiliki. Lagi-lagi di dalam Mobil Ambulance ini bersama 17 relawan BSMI lainnya menembus senja yang mulai memerah di ufuk barat menuju Kabupaten 50 kota , tepatnya Sarilamak City untuk acara Khitanan Massal yang di adakan besok dengan target 100 pasien. Di Dalam Ambulance duduk melantai, tubuh besar ini pun susah untuk berubah posisi karena sempitnya. Di depan di sebelah sopir ( Adri .red) ada tiga relawan yang saling berbagi tempat duduk yang seharusnya di isi oleh 2 orang maksimal ( zaki,diez, sep), sisanya di belakang sebanyak 14 Relawan yang duduk manis berbagi tempat (dr. hendra botak yang sekarang sudah terbang ke Bandung untuk PPDS Bedah,dr.fiki dan dr.abdi yang akan menjalani hari-hari intership, saya sendiri yang tak boleh disebut namanya, kemudian kurcaci2 lainnya uul, irsal,benny,akhnal,nissa,iis,adik,sari,resti,dian yang masih membabu buta dalam dunia perkoasan, ntahlah berapa seharusnya kapasitas ambulance ini, yang jelas kami sudah tersusun rapi, relawan akhwat di bagian belakang dan ikhwan di depan dengan pembatas tas ala kadarnya.

Mengisi kebosanan dan kepenatan dalam perjalanan yang memakan waktu 4 jam tak hentinya kami bercerita tentang segala hal dan topic yang terkadang sudah berbau gossip ah bukan gossip ini hanya cerita masa depan dan masa lalu … ha ha ha ^_^ . begitu juga dengan berbagai cemilan yang menemani cerita perjalanan , kuwaci sang favorit selain memang enak buat cemilan yang jelasnya murah untuk orang sebanyak ini. Salah satu trik untuk penghematan biaya.

Singkat cerita setelah sebentar menukmati Kuliner khas Payakumbuh-50 Kota yaitu sate dangung-dangung akhirnya kami nyampe di Sarilamak City, sayangnya ini sudah jam 10 malam jadi pesona alam Harau tak bisa dinikmati saat ini, sekarang kita juga sudah tak terpikir untuk hal itu, yang terpenting sekarang adalah untuk mencari tempat merebahkan tubuh yang sudah terombang-ambing diatas ambulance selama 4 jam lebih. Saatnya tidur istirahat untuk persiapan acara pesta burung besok pagi.

Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, meski target awal 100 pasien tidak terpenuhi karena yang hadir hanya 63 anak, cukuplah buat pesta burung kali ini, cukup melelahkan. Terkadang diselingi isak dan jerit pilu anak-anak yang akan dikhitan.

Bertambah lelah dengan adegan Ban Ambulance pecah saat perjalanan pulang menuju padang.

Aku juga mulai bingung untuk menulis apa, sebaiknya kita akhiri saja tulisan ini sebelum keluar kata-kata berbau narsistik. Semoga agenda-agenda baksos dan khitanan ke depan selalu diberikan kemudahan dan kita juga selalu diberikan semangat untuk tetap melayani ummat.

Selamat Bekerja untuk Indonesia!!!


Tuesday, 28 June 2011

Mari berbenah kawan.......


Sebentar lagi sore akan menelan siang ini, pekatnya malam akan segera datang. saya masih harus melayani beberapa pasien di IGD ini. dinas 15 hari full 24 jam benar2 sungguh sangat menguras tenaga, tapi demi sesuap nasi dan segenggam berlian..tak apalah ( ^_^ ) bersabar untuk sebuah cita-cita. dinas 24 jam ini juga tak bisa membuat saya leluasa untuk berinteraksi dengan kawan2 ikhwah disini, padahal di tengah padatnya kerja yang menguras beban mental dan tenaga seperti ini, sudah selayaknya sering2 bertemu mereka untuk menambah energi baru. beberapa kegiatan yang ditawarkan pun dengan berat hati saya harus menolak karena sama sekali tak bisa meninggalkan dinas ini. Namun, waktu 15 hari lagi insyaallah saya buat diri ini lebih bermamfaat untuk ummat, beberapa agenda bakti sosial kami angkatkan selama libur dinas 15 hari plus ditambah jalan-jalannya.
seperti sore ini seorang ikhwah datang berkunjung ke IGD untuk acara Sunatan massal Gratis yang diadakan tanggal 29 Juni ini, mumpung libur anak SD biasanya ikhwah akan memanfaatkan momen ini mengadakan khitanan gratis buat anak SD, seperti kawan2 di Muara Bungo ini yang akan mengangkatkan Khitanan Massal buat 60 anak kurang mampu. agenda kami juga di Padang bulan juli banyak diisi dengan khitanan, tanggal 3 juli rencana di kabupaten 50 kota untuk 100 pasien dan Batusangkar 150 pasien, tanggal 4 juli di payakumbuh 50 pasien, tanggal 5 juli di Padang Panjang untk 50 pasien, kemudian tanggal 9-10 juli di pariaman untuk 100 pasien ( memang kegiatan-kegiatan seperti ini sangat minim dengan sorotan media, kecuali klo ada ikhwah yang berbuat salah baru media heboh memberitakannya bisa-bisa hampir seminggu menghiasi layar kaca) miris sekali denga kondisi bangsa ini, ditengah sebagian orang yang dengan ikhlas berjuang memperbaiki kondisi negeri ini, namun kawan2 dari media tidak terlalu mendukung, seakan pobia yang berlebihan, namun apapun yang terjadi kita harus tetap bekerja, di beritakan atau tidak setiap kegiatan kita kita harus ikhlas untuk membangun bangsa ini.
setelah saya selesai melayani pasien di IGD, kami langsng membuka pembicaraan tentang acara khitanan ini. terlihat sekali lelah di wajah beliau...
"gimana acara besok akh.."
" akh , seandainya boleh berkeluh kesah, ingin rasanya untuk mengeluh...capek bangat akh...ikhwah banyak disini namun hanya segelintir orang yang mau benar-benar bekerja"
sekitar setengah jam cerita-cerita dengan beliau tentang kendala untuk acara besok.... salut dengan semangat beliau kesana kemari sibuk mengurus persiapan acara. bayangkan jika ada beberapa orang yang memiliki rasa tanggungjawab seperti ikhwah tadi, maka beban dakwah ini tak akan terasa berat dipundak seorang ikhwah, maka mungkin tak akan pernah kita dengar lagi ada saudara kita yang terpaksa memilih mundur karena kebanyakan amanah. mulialah mereka yang memiliki rasa keihlasan dan pengorbanan yang besar untuk dakwah ini.
selamat bekerja saudara-saudaraku, bukan saatnya kita lagi hanya sebagai penonton diluar lapangan, jadilah aktor dalam dakwah ini.
alasan apa lagi yang membuat kita malas, disaat saudara-saudara kita yang minim fasilitas di papua sana menjejaki setiap jengkal tanah papua untuk mengenalkan indahnya islam, di saat diberbagai pelosok negeri ini mereka dengan penuh semangat mengagungkan dakwah....
kembali kita perbaharui niat dan semangat kita...mari berbenah
harapan itu masih ada

Sunday, 19 June 2011

Kultwit # Bersyukur


‎1.Kita mestinya lbh bnyak brsyukur, sampai detik ini nikmat yg diberikanNYA untk kita sangat banyak

2.trkadang dlm kondisi sempurna malah kita banyak yg lalai dari nikmatNYA

‎3.saat diberi penyakit, kita mengingatnya sekejap kemudian lupa lagi setelah penykit dicabutNYA.

4. yg paling ironis bahkan banyak yg sdh dalm kondisi dekat dengan sakaratul maut, tetap enggan mlaksanakan kewajibanNYA sbagai hamba.
‎
5., maka kondisi apalagi lagi yg bisa mbuat kita trsadar.

‎6. dari begitu bnyak pasien rawatan hanya sedikit yg masih melaksanakn kewajiban dlm kondisi sakit, padahal kita sdh diberi kemudahan

7.tdk bisa brdiri,duduk, tdk bisa juga, brbaring, atau hny skdar mningatNYA sdh cukup.

‎8.tak ada alasan sakit mbuat kita untuk tdk mnjalankan kewajiban sebagai hambaNYA, apalagi kita yg msh dlm kondisi sehat.

‎9.btpa byk sdh brtmu dg pasien yg mghadpi sakratl maut, mnghadpNYA dlm kondisi yg brbagai macam,
‎
10.tak sdikit di ujung ajalnya bkn nama Tuhan yg disbut, namun kata2 yg tak spantasnya di dengar

‎11.Prsiapknlah dr skarang, krena ajal itu suatu yg pasti. Tua-muda tk jd tolak ukur,krn yg masih bayi pun banyk yg sudah diambilNYA kembali.

12.saat ini adalah milikmu, kemarin sdh berlalu, besok pun belum pasti….gunakanlah sebaik mungkin kesempatan yg diberikanNYA.

Friday, 17 June 2011

Bertahan di Dunia Profesi


Terjun di dunia profesi adalah sebuah tantangan baru yang sangat menarik untuk kita cermati bersama, jika kita pandai mengelolanya dengan baik maka dakwah kita akan semakin mudah diterima orang lain dibanding ketika kita mahasiswa yang masih sering dicap anak kemarin sore. akan tetapi dunia profesi juga tidak satu dua orang telah menggugurkan semangat para aktivis dakwah yang tidak bisa menghadapi kondisi yang ada. dunia profesi menghadapkan kita pada realitas yang ada, kita akan berinteraksi dengan berbagai ragam manusia yang bahkan bertolak belakang dengan prinsip kita 180 derajat, berbeda dengan kondisi kampus meski dunia kampus dihadapkan pada berbagai macam corak pemikiran mahasiswa namun disana kita masih banyak saudara -saudara sesama akitivis dakwah yang memiliki ide dan pemikiran yang sama, ingin berkeluh kesah mereka selalu ada, ingin menyejukkan hati dengan tausiah mereka selalu siap untuk kita, sungguh sangat nyaman jika mengingat masa-masa itu. memiliki mereka adalah sebuah nikmat yang luar biasa terutama lebih terasa setelah sekarang ini, setelah dipisahkan jarak dan waktu, menyendiri dan mencoba bertahan untuk bisa terus berpijak di dalam barisan ini. tak sedikit dari kita yang memilih untuk mundur karena kondisi lingkungan yang memaksa kita untuk menanggalkan segala label kita selama ini, berbaur bersama mereka tanpa bisa berbuat apa-apa, atau memilih diam sebagai penonton dan disibukkan dengan urusan profesi kita masing-masing, disibukan dengan urusan beberapa cita-cita yang belum tercapai. tapi yang luar biasa beberapa dari mereka bisa memilih untuk bertahan di dalam kondisi yang meski serba kekurangan, sendiri, banyak tantangan, banyak masalah, tak ada kawan untuk berbagi cerita, tak ada kawan untuk mendengarkan meski sepatah keluh kesah betapa beratnya medan yang dihadapi.....
membaca berbagai macam pengalaman saudara-saudara kita yang berjuang tanpa kenal lelah menambah kembali semangat ini untuk bisa berbuat lebih, kenapa mereka bisa? kenapa dengan kondisi seperti itu mereka tetap bertahan? kenapa saya yang berada dalam fasilitas yang berkecukupan dan hanya duduk di kamar sambil menunggu pasien tak bisa melakukan apapun? sungguh naif jika anda aktivis dakwah dengan jas putih ini tak mampu berbuat lebih.
seorang ustad bercerita tentang perjalanannya bolak-balik mentawai 2 kali sebulan pasca gempa dan tsunami mentawai alhamdulillah akh, sekarang sudah terbentuk beberapa kelompok liqoat ikhwah dan akhwat di sana. padahal kalau dipikir2 Mentawai yang masih rendah taraf pendidikannya akan sulit menerima dakwah kita, akan tetapi semuanya mungkin jika ada kemampuan kita.
membaca beberapa tulisan ustad Cahyadi takirawan tentang perjalanannya ke Papua ke berbagai pelosok negeri ini, seperti merasakan sendiri bagaimana luar biasanya semangat ikhwah2 disana untuk memulai dan merintis dakwah bahkan mulai dari nol hingga sampai mulai berkembang dengan bermunculanya sekolah2 yang dikelola ikhwah, hingga sampai dakwah ini menyentuh anak pribumi disana....
betapa malunya kita yang serba memiliki fasilitas ini perlahan melempem tak bisa berbuat apa-apa, tak bisa lagi berkontribusi untuk dakwah....betapa malunya kita ketika posisi kita memberikan kesempatan luas untuk perkembangan dakwah malah kita tidak memamfaatkan kesempatan itu.... jangan -jangan kebahagiaan kita saat ini, serba kecukupan kita saat ini sebenarnya kita sedang di uji.......cobaan itu ada yang datangnya dalam bentuk kesusahan, namun tak sedikit cobaan dalam bentuk kelapangan lebih membuat kita sering lalai dalam mengingatNYA.

mari membuat diri lebih bermamfaat untuk dakwah!!!

Sunday, 22 May 2011

Aku Sangat Cemburu padanya


Kawan....ini benar-benar sangat menyesakkan
entah bagaimana lagi ku ungkapkan perasaan ini
ini kehilangan yang sangat berat

kawan...
rasa ini, cemburu ini juga menghantarkan kepergiannya
bagainama saya tidak iri
ribuan tangan menengadah untuknya dari seluruh negeri ini
bahkan dari jalur Gaza turut menghantarkannya dengan do'a
apalagi yang membuatmu untuk tidak cemburu kepadanya?
hidup matinya sangat memberi inspirasi
dimana lagi kau temukan pejuang seperti itu
di zaman ini..
semoga rahim para ibu tidak lelah melahirkan pejuang2 seperti dia

kawan...
inilah mungkin dialah salah satu yang pernah diceritakan rasulullah
pernah suatu saat Rasulullah bercerita dengan sahabat
tentang generasi yang sangat membanggakan
apakah kami ya rasulullah?orang2 setelah kami? tanya sahabat
bukan...
mereka bahkan jauh dari zaman ini
mereka tidak pernah berjumpa denganku
tapi mereka mencintai aku dan Rabbnya sama seperti kalian mencintainya

kawan....
jujur aku sangat cemburu dengannya



( buat bunda Yoyoh Yusroh)

selamat jalan bunda
selamat jalan wahai pejuang
berbahagialah di tempatmu yang baru
kami juga akan menyusulmu


Tuesday, 17 May 2011

Maut Mengintai Kita....


Pagi ini saya baru selesai mandi untuk bersiap visite pasien, rutinitas setiap pagi untuk menyapa satu persatu pasien yang sudah menunggu di kamar masing-masing. tersenyum dan menanyakan beberapa hal mengenai kondisi pagi ini, melakukan beberapa pemeriksaan fisik, mengecek pasien yang sudah boleh pulang atau yang masih harus menginap bersama saya di rumah sakit ini.
baru selesaai tukar pakaian tiba-tiba telpon ruangan saya berbunyi....
" pak , ada sarapan di IGD.....".telepon dari ADM di depan...
" iya..sebentar lagi saya ke sana...". pasti ada sesuatu yang menanti di sana, sarapan disini bukanlah buat makan pagi ini, karena pegas dapur biasanya mengantarkan sarapan langsung ke kamar saya.
benar saja, seorang laki-laki terbujur kaku di salah satu bed di IGD di antar beberapa polisi, ntah siapa namanya, berapa umurnya saya tidak tahu, polisi yang mengantarkan juga belumtahu identitasnya....andai bisa bertanya kepadanya saya sudah menanyakannya langsung, namun apa boleh dikata Allah sudah menjemputnya di tempat kecelakaan. kepala hancur dengan seonggok otak yang terbungkus kantong plastik di dekatnya....sungguh kematian yang sangat mengerikan.
pernahkah kita berpikir saat laki-laki ini berangkat dari rumah ia sudah mengetahui kejadian ini, ia sudah tahu menjemput ajalnya dalam kondisi parah seperti ini?dengan wajah dan lang tengkorak yang remuk tertipa truk pembawa semen yang berton-ton beratnya?...andai ia mengetahui ini, mungkin saja ia tak akan jadi berangkat kerja meninggalkan anak istrinya di rumah, ia pasti akan lebih memilih untuk berdiam diri di rumah, atau mungkin ia akan meninggalkan pesan buat saya di IGD menuliskan sebab-sebab kematiannya sehingga saya tak sulit-sulit untuk bertanya ini itu. tapi, siapa yang bisa mengetahui kapan nyawa ini akan berpisah dengan seonggok daging ini. siapa yang mampu meprediksi kematiannya dimana, oleh apa , karena apa, kapan????....semuanya di luar batas kemampuan kita.
namun, yang jadi pertanyaan saya, kenapa seonggok daging yang kita bawa kemana-mana ini bertingkah seolah-olah kita tak akan pernah bertemu dengan yang namanya maut. seolah-olah kita akan seperti inilah selamanya, tenggelam dalam kesenangan duniawi dan dilalaikan dengan nikmat yang semakin dan semakin bertambah yang diberikanNYA kepada kita tanpa berpikir untuk mensyukurinya. terlalu berpikir dangkal untuk masih melakukan kejahatan dan dosa yang menumpuk dari hari ke hari....
Saya sendiri tidak bisa menerka kapan saya akan MenemuiNYA, apakah saya juga akan terbaring disini dalam keadaan yang lebih mengenaskan lagi, apakah kepergian saya akan dirasa orang lain sebagai kehilangan yang mendalam, atau hanya seorang yang sebentar sudah dilupakan begitu saja. yang terpenting adalah saya berharap peremuan saya denganNYA dalam kondisi yang lebih baik, dan amalan yang cukup .
dibeberapa rumah sakit yang saya pernah tugas disana, berinteraksi dengan pasien-pasien yang dalam kondisi sakit mulai dari masih koas sampai sekarang saya bertugas sebagai dokter jaga di rumah sakit ini, bahkan dalam kondisi sakit sekalipun pasien2 masih sangat jauh dariNYA, seakan pasien yang diobati besok akan pulang dalam kondisi sehat, seakan pagi besok terbangun dalam kondisi yang lebih baik. kewajiban yang diberikan kepada kita untuk solat 5 waktu saja tidak bisa kita kerjakan. padahal dalam kondisi sakit kita sudah diberikan kemudahan cara beribadah kepadanya, tidak bisa berdiri, duduk, tidak bisa juga berbaring, tidak sanggup juga meski hanya skedar mengingatnya saja sudah cukup.
pernah beberapa bulan yang lalu saya merawat nenek saya, orang tua dari almarhumah ibu saya , saya merawatnya di rumah karena sesak nafasnya kambuh, tubuhnya lemah sehingga menyebabkan beliau harus di infus dan berbaring di tempat tidur, dalam perawatan saya setiap kali tiba waktu sholat saya perhatikan beliau tidak pernah solat. pelan -pelan saya bertanya kenapa beliau tidak solat...
" saya tidak bisa wudhu"
" biar saya ambilkan air nek, biar saya bantu wudhukan.."
"gak, usah aja....sholatnya saya Qodo aja nanti kalau sudah sehat..."

glekkkk...mengQodo sholat????....terlepas dari soal Qodo mengQodo yang tidak pernah saya dengar ajaran seperti itu, apakah kita bisa pastikan kita masih bisa mengQodonya, mana tau beberapa menit lagi Maut itu datang menjemput....apakah kita yakin masih diberi kesempatan untuk meperbaiki diri......????

maut itu sangat dekat kawan, sangat dekat sekali....bersyukurlah masih diberikan waktu untuk memperbaiki amalan-amalan, kelemahan kita masih ditutupiNYA, nikmatNYA masih IA tambahkan untk kita...namun, jangan sampai karena nikmat itu kita terlalaikan. atau apakah mungkin kebahagiaan yang kita peroleh sekarang adalah sebuah caraNYA untuk menghukum kita????.......

Ya Allah, berharap pengampunanku untukku, kedua orang tuaku, keluargaku dan sahabat-sahabatku....amin