Saturday, 4 December 2010

ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING PKS50 KOTA

AMT PKS 50 KOTA MINGGU 5 DESEMBER 2010 DIIKUTI SELRUH KADER PKS 50 KOTA

















MUJAHID MUDA GENERASI PEWARIS NEGERI
















GAMES MENARIK DI ACARA ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING PKS 50 KOTA

BULAN SABIT MERAH REMAJA SMP IT INSAN CENDIKIA








Thursday, 2 December 2010

Pernah Ada Masa-Masa


pernah ada masa-masa dalam cinta kita
kita lekat bagai api dan kayu
bersama menyala, saling menghangatkan rasanya
hingga terlambat untuk menginsyafi bahwa
tak tersisa dari diri-diri selain debu dan abu

pernah ada waktu-waktu dalam ukhuwah ini
kita terlalu akrab bagai awan dan hujan
merasa menghias langit, menyuburkan bumi,
dan melukis pelangi
namun tak sadar, hakikatnya kita saling meniadai

di satu titik lalu sejenak kita berhenti, menyadari
mungkin hati kita telah terkecualikan dari ikatan di atas iman
bahkan saling nasehatpun tak lain bagai dua lilin
saling mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api

kubaca cendikiawan dinasti ming, feng meng long
menuliskan sebaitnya dalam ‘yushi mingyan’;
“bungapun layu jika berlebih diberi rawatan
willow tumbuh subur meski diabaikan”

maka kitapun menjaga jarak dan mengikuti nasihat ‘ali
“berkunjunglah hanya sekali-sekali, dengan itu cinta bersemi”

padahal saat itu, kau sedang dalam kesulitan
seperti katamu, kau sedang perlu bimbingan
maka seolah aku telah membiarkan
orang bisu yang merasakan kepahitan
menderita sendiri, getir dalam sunyi
-ataukah memang sejak dulu begitulah aku?-

dan sekarang aku merasa bersalah lagi
seolah hadirku kini cuma untuk menegur
hanya mengajukan keberatan, bahkan menyalahkan
bukan lagi penguatan, bukan lagi uluran tangan
-kurasa uluran tanganku yang dulupun membuat kita
hanya berputar-putar di kubangan yang kau gali itu-

kini aku hanya menangis rindu membaca kisah ini;
satu hari abu bakr, lelaki tinggi kurus itu menjinjing kainnya
terlunjak jalannya, tertampak lututnya, gemetar tubuhnya
“sahabat kalian ini”, kata Sang Nabi pada majelisnya, “sedang kesal
maka berilah salam padanya dan hiburlah hatinya..”

“antara aku dan putera al khaththab”, lirih abu bakr
dia genggam tangan nabi, dia tatap mata beliau dalam-dalam
“ada kesalahfahaman. lalu dia marah dan menutup pintu rumah.
kuketuk pintunya, kuucapkan salam berulangkali untuk memohon maafnya,
tapi dia tak membukanya, tak menjawabku, dan tak juga memaafkan.”

tepat ketika abu bakr selesai berkisah, ‘umar datang dengan resah
“sungguh aku diutus pada kalian”, Sang Nabi bersabda
“lalu kalian berkata ‘engkau dusta!’, wajah beliau memerah
“hanya abu bakr seorang yang langsung mengiya, ‘engkau benar!’
lalu dia membelaku dengan seluruh jiwa dan hartanya.
masihkah kalian tidak takut pada Allah untuk menyakiti sahabatku?”

‘umar berlinang, beristighfar dan berjalan simpuh mendekat
tapi tangis abu bakr lebih keras, air matanya bagai kaca jendela lepas
katanya, “tidak ya Rasulallah.. tidak.. ini bukan salahnya..
demi Allah akulah memang yang keterlaluan..”
lalu diapun memeluk ‘umar, menenangkan bahu yang terguncang

ya Allah jika kelak mereka berpelukan lagi di sisiMu
mohon sisakan bagian rengkuhannya untuk kami
pada pundak, pada lengan, pada nafas-nafas ini..

salim a. fillah –www.fillah.co.cc-

Wednesday, 1 December 2010

Kecewa Adalah Tanda Cinta


“Orang-orang partai politik itu mudah kecewa. Begitu keinginannya tidak terpenuhi, lalu keluar dari partainya dan membuat partai baru”, kata seorang teman kuliah di Lemhannas berapi-api. Aku hanya mengatakan, “Tergantung partainya, dan tergantung orangnya”. Dia terus saja mengomel tentang jeleknya orang-orang parpol, dan jawabanku pun tetap sama.

Ini soal perasaan kecewa. Sesungguhnyalah kecewa muncul karena adanya harapan yang tidak kesampaian. Ada harapan yang ditanam, dan ternyata tidak didapatkan dalam kenyataan. Inilah yang menyebabkan muncul kekecewaan. Jarak yang terbentang antara harapan dengan kenyataan itulah ukuran besarnya kekecewaan. Semakin lebar jarak yang terbentang, semakin besar pula kekecewaan. Oleh karena itu, kecewa itu ada di mana-mana, di lingkungan apa saja, di dunia mana saja, selalu ada kecewa.

Mari kita mulai dari yang paling kecil dan sederhana. Kadang kita kecewa dengan diri kita sendiri. “Mengapa saya tidak begini, mengapa saya tidak begitu”, adalah contoh kekecewaan yang kita alamatkan kepada keputusan kita sendiri yang telah terjadi. Kita menyesal di kemudian hari.

Dalam kehidupan rumah tangga yang isinya hanya dua orang saja, yaitu suami dan isteri, bisa muncul kekecewaan. Suami kecewa kepada isteri, dan isteri kecewa kepada suami. Hidup berdua saja bisa menimbulkan kecewa, apalagi kehidupan organisasi atau negara. Jika di dalam rumah tangga mulai ada anak-anak, kekecewaan bisa bertambah luas. Anak kecewa dengan sikap orang tuanya, dan orang tua kecewa dengan kelakuan anaknya. Satu anak dengan anak lainnya juga bisa saling kecewa mengecewakan.

Satu keluarga bisa kecewa atas perbuatan keluarga lainnya dalam sebuah lingkungan tempat tinggal. Satu desa bisa kecewa dengan desa lainnya dalam satu kecamatan. Indonesia sangat kecewa dengan sikap Amerika yang arogan, kecewa dengan sikap Israel yang merampas hak warga sipil Palestina secara semena-mena. Sebagaimana Amerika kecewa dengan Indonesia karena kurang akomodatif dengan kebijakan Amerika. Israel kecewa dengan Indonesia karena tidak mau membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Jamaah sebuah masjid bisa kecewa dengan sikap imam masjid, sebagaimana imam masjid bisa kecewa dengan kondisi jamaah. Masyarakat gereja bisa kecewa terhadap pendeta sebagaimana pendeta bisa kecewa terhadap keadaan jemaatnya. Suporter sepak bola sering kecewa terhadap tim yang dibelanya, sebagaimana pemain sepak bola sering kecewa kepada sikap para suporter.

TNI bisa kecewa terhadap kebijakan dan sikap Polri sebagaimana Polri bisa kecewa terhadap TNI. Angkatan Darat bisa kecewa terhadap Angkatan Laut dan Udara, sebagaimana Angkatan Laut bisa kecewa terhadap Angkatan Darat dan Udara, atau Angkatan Udara kecewa terhadap Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Di Angkatan Darat, seorang komandan bisa kecewa terhadap anak buahnya, sebagaimana anak buah bisa kecewa kepada komandannya.

Dalam gerakan dakwah, seorang kader bisa kecewa kepada pemimpin, sebagaimana pemimpin bisa kecewa atas sikap para kader. Seorang kader PKS menyampaikan pesan lewat SMS kepada saya, yang isinya mengatakan sangat kecewa dengan PKS dan akan keluar serta bergabung dengan sebuah gerakan dakwah tertentu, sebut saja gerakan G. Saya menjawab dengan dua kali jawaban. Pertama, bahwa hak masuk dan keluar dari PKS adalah di tangan anda sendiri, tak ada yang boleh memaksa. Kedua, kalau anda keluar dari PKS karena kecewa dan akan bergabung dengan gerakan dakwah G, maka ketahuilah bahwa gerakan G itu juga pernah mengecewakan anggotanya. Ada banyak orang kecewa dari gerakan G dan berpindah ke gerakan yang lainnya. Di setiap gerakan dakwah, selalu ada orang yang kecewa dan meninggalkan gerakan dakwah itu. Selalu.

Sepanjang sejarah kemanusiaan paska masa kenabian, tidak ada satupun organisasi yang tidak pernah mengecewakan anggotanya. Semua organisasi, semua gerakan, semua harakah pernah mengecewakan anggotanya. Selalu ada anggota organisasi atau anggota gerakan yang kecewa dan terluka. Selalu.

Ini bukan soal benar atau salahnya kondisi tersebut. Ini hanya potret sesungguhnya, begitulah kenyataan yang ada. Cobalah sebut satu saja contoh organisasi, ormas, gerakan dakwah, instansi, atau apapun. Pasti ada riwayat pernah ada anggota atau pengurus yang kecewa. Kalau tidak ada yang pernah dikecewakan, berarti organisasi tersebut belum pernah beraktiviktas nyata.

Bahkan organisasi yang dibuat dari kumpulan orang kecewa, pasti pernah mengecewakan anggotanya pula. Misalnya sekelompok orang kecewa dengan kebijakan organisasi A, lalu mereka menyingkir dan berkumpul. Mereka bersepakat, “Kita berkumpul di sini karena dikecewakan para pemimpin kita. Sekarang kita himpun potensi kita, dan kita berjanji untuk tidak saling mengcewakan lagi. Jangan ada yang dikecewakan disini”. Tatkala mereka sudah eksis sebagai organisasi, maka pasti ada yang kecewa di antara mereka.

Mereka tidak tahu, bahwa kecewa itu tanda cinta. Kalau tidak cinta, tidak mungkin kecewa. Karena cinta, maka muncullah berbagai harapan kita. Setelah harapan tertanam, ternyata apa yang kita lihat dan kita alami tidak seperti yang diharapkan. Maka muncullah kecewa.

Mengapa beberapa orang parpol yang kecewa lalu membuat parpol baru lagi ? Karena boleh menurut Undang-undang. Coba kalau Undang-undang membolehkan membuat TNI baru, atau Polri baru, atau Mahkamah Agung baru, atau DPR baru, pasti sudah banyak orang membuat dari dulu. Banyak orang kecewa dengan TNI, banyak orang kecewa dengan Polri, banyak orang kecewa dengan Mahkamah Agung, banyak orang kecewa dengan DPR, banyak orang kecewa dengan Presiden dan Wakil Presiden, banyak orang kecewa dengan Menteri, banyak orang kecewa dengan Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa, Ketua RW atau Ketua RT.

Jadi, kecewa itu ada dimana-mana, karena cinta ada dimana-mana, karena harapan ada dimana-mana. Namun muncul pertanyaan, pantaskah kita tidak berani memiliki harapan karena takut dikecewakan ? Jawabannya jelas, tidak pantas !

Karena harapan itulah yang membuat kita bersemangat, karena harapan itulah yang membuat kita bekerja, karena harapan itulah yang membuat kita selalu berusaha melakukan dan memberikan yang terbaik, bahkan karena harapan itu pula yang membuat kita ada. Jangan takut memiliki harapan masuk surga. Jangan takut memiliki harapan Indonesia yang makmur dan sejahtera. Jangan takut memiliki harapan Indonesia menjadi negara paling adil dan paling maju di seluruh dunia.

So, teruslah memiliki dan memupuk harapan. Teruslah bekerja, teruslah berkarya, hingga akhir usia. Jangan takut kecewa.

Pancoran Barat 30 Nopember 2010
sumber:http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=519

Tuesday, 30 November 2010

Sekilas di Puskesmas Parit Rantang....


Berakhir sudah tugas saya di Puskesmas Parit Rantang, tak terasa 4 bulan itu cukup cepat berlalu. Hari-hari yang tidak akan bisa saya lupakan, berinteraksi dengan orang-orang yang luar biasa, staff yang ramah . 4 bulan sebenarnya adalah waktu yang sangat singkat untuk mengenal mereka lebih dekat, namun jujur saya salut luar biasa buat mereka.
Anda mungkin tak mengenal Puskesmas Parit Rantang, dimana tempatnya, bagaimana..sedikit saya akan memperkenalkan Puskesmas yang tak terkenal ini. Sebesar apapun usaha anda mencari di dalam peta, insyaallah gak bakal ketemu tempatnya dimana (memang gak ada..he hehe). Secara fisik jujur Puskesmas Parit rantang ini kalah jauh dengan beberapa Puskesmas lainnya di Payakumbuh, dah gedung bangunannya tua, sempit, di tengah sawah lagi…(smg jadi perhatian pemerintah), eiiits..tapi jangan salah dulu klu dari segi prestasi Puskesmas ini kagak kalah saing sama beberapa Puskesmas lain yang gedung fisiknya bagus…contohnya aja terakhir dapat kabar klo program Gizi dapat juara 1…mantapkan??? ( kita2 aja tinggal nunggu undangan makan2nya dari ni Merry), pernah juara satu senam…dan sederet prestasi lainnya…memang benar kita tak boleh menilai sesuatu itu hanya dari segi yang tampak luar aja. Wilayah kerja puskesmas ini mencakup 7 kelurahan. Kebayang juga klo kami dah gak ada di puskesmas atau sebelum kami datang, dokter Cuma 2 orang. Dr. ade sebagai kepala puskesmas dan dr.meldona sebagai fungsional…trus klo dr.ade sibuk ke sana kemari agenda rapat , tinggallah dr. meladona untuk di BP sama KIA, pasien banyaknya minta ampun…trus kasusnya gak menarik, tambah lagi pasien yang betingkah, minta rujukan pake maksa….hohohoho gak kebayang repotnya, belum lagi program puskesmas di luar seperti posyandu dan program yang lain…oh no….terkadang kita berpikir mereka nyantai aja kerjanya di puskesmas …ternyata???...ampun semoga saya kagak jadi Kapus nantinya…
Selama 4 bulan, saya pernah ngasih penyuluhan lansia beberapa kali…yang namanya dokter masih muda, ganteng, trus masih single..ya wajar aja jadi Fansnya ibu-ibu (wkwkwk..narsis mode on)…tiap kali penyuluhan pasti pertanyaan banyak, kadang yang gak penting pun ditanya, yang udah ditanya juga ditanya lagi….pernah ikut MMD alias muasyawarah desa ternyata begini rasanya jadi klo jadi kapus, rapat dengan orang2 kelurahan dan nenek-nenek lansia . juga pemeriksaan kesehatan di sekolah2, penyuluhan kesehatan di sekolah….Monev TB trus pulangnya dapat duit….( ni ade 10%nya kapan2 aja ya…he he he)…satu lagi hampir tiap hari sarapan di kantin ( gak penting) tapi penting buat kesehatan saya….he he he
Klo lagi gak ada kerjaan menggosip adalah pilihan yang tepat, pernah kami mengosipkan dr. Ade kepala puskesmas kami (moga aja beliau gak baca…).
Saya:“Ni mel….pantas aja dr. ade kecil ya?”
Dr.meldona : “ iya..emang kenapa?”
Saya : “saya aja dari tadi capek liatnya mondar mandir mulu”
Dr. meldona: “ dia mah emang gak bisa diam….makanya gizinya agak kurang”….
Ha ha ha ha….salahin dokter Mel..ni Ade…..
Trus pernah saya diminta ngasih ceramah agama hari jum’at pagi, klo yang ini gara-gara ketularan gaya ustadnya dokter muhammadi ni..sama saya juga akhirnya kena buat ngasih ceramah….jujur saya bukan ustad, ilmu agama masih sedikit..ya sudahlah kebayang gimana jadinyakan???tapi, alhamdulilah saya Cuma dapat kesempatan sekali itu aja gara2 puskesmas sibuk….selamaaaaaat
Yang paling saya sukai acara makan-makan yang sering diadain puskesmas…terakhir tadi makan duren satu truck…pake nasi ketan….wuihh enaknyaaaa…..liat adegan rebutannya, belum selasai dibuka dah pada ambil ancang2, pas durennya kebuka, langsung ludes…yang tukang buka gak dapat dapat….terasa sekali gak ada celah antara petinggi dan bawahan di puskesmas ini, tak ada istilah itu yang ada semuanya tiem yang solid.
Satu lagi yang saya perhatikan …klo pagi2 biasanya ni ade suka merepet sama staff, tapi memang kayaknya seperti itu diperlukan …biasanya sebentar ini beliau marah-marah, ntar lagi dah lupa beliau…baik lagi biasanya, padahal belum tau yang direpetin sudah baikan…( bisalah belajar gaya cueknya….ha ha ha)….
Kayaknya bakal lama klo diceritain semua..capek..lagian mata dah ngantuk…., terkhusus buat Bundo yang sudah kami anggap orang tua kami sendiri semoga cepat selesai urusan pensiunnya dan bisa tenang buat ibadah di rumah,trus klo ada kesempatan semoga secepatnya bisa ke tanah suci buat haji, trus kami minta maaf yang sudah menggusur Bundo dari BP, klo bundo mau ke situ lagi silahkan, he he he ^_^, ….
Buat dokter Ade dan uni-uni semuanya…terimakasih banyak atas pengalaman dan semua yang telah kami dapatkan, bersyukur sekali bisa mengenal dan berinteraksi dengan uni-uni semua…..
Bye bye Puskesmas Parit Rantang, suatu hari nanti insyaallah kami kembali ( apalagi ada undangan makan –makannya he he ehe )

Sunday, 28 November 2010

Ayo....Bina BSMR di sekolah-sekolah


salah satu keinginan saya ke depan pengen membina anak-anak sekolahan, bosan dengan suasana anak kuliahan. ya, yang namanya keinginan pastinya kita gak cuma mimpi, terus berharap sim sala bim semuanya langsung jadi. butuh pejuangan, tekad, dan tentunya proses..ya semuanya harus berproses.keinginan saya ke depan membina BSMR alias Bulan Sabit Merah Remaja di sekolah-sekolah terutama buat anak2 eS eM Pe sama eS eM A...bukannya anti dengan lambang Palang Merah, tapi yang namanya kenyamanan hati jujur saja saya lebih nyaman memakai lambang bulan sabit. ada yang bilang " kan itu cuma sekedar lambang"....tapi menurut saya lambang alias simbol adalah menggambarkan semangat saya, apa yang saya perjuangkan, sebuah Izzah. ya saya bangga dengan diri saya sebagai Muslim dan saya harus memperjuangkan itu. coba kita lihat bagaimana Zionis dan Freemasonry begitu banyak memakai simbol-simbol yang kadang kita sendiri tidak tau berapa jumlahnya, salah satu alasan mereka adalah kecintaan mereka sebagai Yahudi. suatu saat nanti berharap Bulan Sabit itu akan bersinar di sekolah-sekolah, mengenalkan kemanusiaan dan sosial kepada anak2 sekolah. berharap juga suatu saat nanti jika punya rumah sakit sendiri Bulan Sabit adalah lambangnya, di jas saya lambang itulah yang disematkan.

alhamdulillah, untuk yang pertama di SUMBAR akhirnya terbentuk BSMR di Payakumbuh , di SMP IT Insan Cendikia. sudah dua kali pertemuan dengan adek2 tersebut, senang luar biasa bisa berbagi ilmu dengan mereka. tidak mudah memang, apalagi kurikulum BSMR sendiri dari BSMI Pusat juga belum jelas. akhirnya tidak lagi berharap dan menunggu kawan2 dari pusat untuk mengerjakannya, kami putuskan untuk membuat sendiri kurikulum dan materi yang akan diberikan untuk adek2 BSMR. dengan semangat luar biasa insyaallah kami akan menerbitkan buku panduan BSMR sekaligus materinya dalam minggu ini. dimana ada kemauan disitu ada jalan...ya...falsafah yang saya rasakan kebenarannya. di sela-sela kesibukan di puskesmas saya membuat materi-materi BSMR, seorang staff yang melihat sekilas kurikulumnya sangat tertarik dan meminta BSMI untuk membina sekolah-sekolah di wilayah keraja Puskesmas tersebut. alhamdulillah baru langkah awal, sudah ada respon yang baik dari orang lain. tapi fokus dulu untuk membina BSMR di SMPIT Insan Cendikia, seandainya nanti berjalan dengan baik dengan senidirinya sekolah-sekolah lain akan mengikut.

setahun, 2 tahun lagi insyaallah Bulan Sabit itu akan bersinar di sekolah-sekolah....semoga impian ini menjadi kenyataan....

* semoga kawan2 di Medis bisa bergabung untuk membina BSMR-BSMR di sekolah....ayo kami tunggu partisipasinya....salam kemanusiaan!!!

Friday, 26 November 2010

Selamat Buat Ikhwan/Akhwat yg diterima menjadi Staff dan Dosen FK


"RencanaNYA memang luar biasa, tak ada satupun yang bisa menghalangi jika IA sudah berkehendak....". tak terkira bahagia ini saat jari jemariku menari di atas keyboard notebookku, tarian yang indah merangkai kata demi kata mengungkapkan kebahagiaan ini.

masih ingat kawan cerita senior2 kita dulu, bagaimana kita diperlakukan?. gedung warna putih itu tak seindah yang kita bayangkan dan tak senyaman yang dilihat orang lain dari luar, pakaian putih2 yang berseliweran itu tak sebaik itu bisa menerima kehadiran kita di rumah sakit. saat jilbab di cap sebagai sumber infeksi, betapa malunya saat saudari kita disuruh paksa harus buka jilbabnya di ruang OK( kamar operasi) dan kita disitu hanya tertunduk malu tanpa bisa berbuat apapun. saat jenggot ini harus dibabat habis dulu sebelum presentasi kasus di depan para konsulen. saat celana menggantung ini di cap orang-orang kebanjiran. di saat rok itu adalah penghambat kinerja di rumah sakit. benar kawan, tak ada alasan logis dari mereka sehingga melarang ini itu, kecuali mereka tak siap untuk sebuah perubahan. tak jarang si akhwat ini harus menelan gagal beberapa kali ujian dengan konsulen ini, tak jarang si ikhwan ini harus mengulang disiklus berikutnya. bukan karena mereka bodoh kawan, mereka hanya diperlakukan dengan tidak adil untuk sebuah alasan yang lagi-lagi tak masuk akal. "sok suci" adalah papan nama yang disematkan di dada mereka. sehingga tak jarang satu persatu memilih mundur dan melepas idealismenya karena sudah tak tahan lagi dengan tekanan. itu adalah cerita dulu. zaman itu sudah berakhir kawan.

Ya....generasi itu akan berganti kawan, kekuasaan itu akan dipergilirkan. sekarang IA berikan amanah itu untuk antum. hampir disetiap bagian rumah sakit "kita" sekarang ada di sana meski belum dalam jumlah yg banyak, bukan lagi sebagai koas yang terbiasa di hardik dan dilecehkan, tapi sekarang menyandang gelar dosen sebagai tenaga pendidik. masih ingatkah cita-cita kita dulu..."kampus islami".."rumah sakit Islami"....betapa mimpi itu sangat indah kawan dan semoga itu tidak hanya tinggal mimpi.

Selamat buat ikhwan/akhwat yang diterima sebagai dosen dan staff di rumah sakit M.Djamil Padang.