Friday, 30 December 2016

SELALULAH BERKEBAIKAN

"Sesungguhnya Allah swt. beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (Q.S. 16:129)"

"Bukankah ganjaran kebaikan itu tidak lain melainkan kebaikan ? (Q.S. 55:61)"

Ada lebih dari 200 ayat dalam Alquran yang menyuruh dan menganjurkan kita untuk berbuat kebaikan. Sebagai Muslim sudah seharusnya kita menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Rasulullah juga telah mencontohkan banyak kepada kita bagaimana berkebaikan, bagaimana memperlakukan teman, tetangga, tamu, bahkan memperlakukan musuh kita sekalipun. sehingga Rasulullah sangat disegani dan dikagumi kawan maupun lawannya. 

Jika ada Muslim yang memaki dan mencaci maka belum sempurnalah keislamannya, jika ada Muslim yang mengganggu orang lain maka belum sempurnalah islamnya, jika ada seorang Muslim yang kehadirannya mengganggu tetangganya maka belum sempurnalah Keislamannya, maka jika ada seorang Muslim yang melakukan kejahatan maka perlu kita pertanyakan keislamannya.

Jika ada seorang dokter Muslim yang memperlakukan pasiennya kasar, kita perlu pertanyakan keislamannya. seringkali sekarang kita dihadapkan pada pemberitaan-pemberitaan miring media maupun media sosial tentang dokter yang membentak pasiennya, dokter yang melayani pasiennya tidak baik. semoga kita bukan salah satu diantaranya.

Sebagai manusia biasa kadang beban kerja yang tinggi, tingkat stress yang luar biasa, amalan yaumi kita yang semakin menipis, tilawah kita yang semakin seret, dulu mungkin bisa satu juz sehari sekarang ingat saja sudah syukur, shalat wajib yang sering terlambat, puasa sunah yang sudah tak pernah lagi, apalagi mungkin kita dimasa-masa pendidikan menjadikan emosi kita tidak labil. apapun pengen kita labrak, teman sejawat, rekan kerja, bahkan pasien...senggol dikit bacok...salah dikit ngomel. jika sudah senior adek-adek kelas jadi sasaran empuk pelampiasan. kita seakan lupa siapa diri kita. kita seakan lupa dengan jas putih yang kita kenakan, kita seakan lupa dengan Islam yang menganjurkan kita berbuat kebaikan. kita hanya tinggal seonggok dagingtanpa nurani.
apa yang mau kita capai? gelar spesialis?

Saya ingin mengisahkan sedikit pengalaman saya merawat pasien 2 bulan yang lalu di ruang ROI, kemarin tiba-tiba dia mengirim Whatsapp ke nomor saya. 

"Met siang Dok,
Maaf mungkin saya lancang pkek WA Dokter sgla..
Saya mau ngucapin trima ksi banyak pd Dokter krna uda ngasi aq semangat untuk hidup, dan akhirnya saya bsa ktemu ank" saya d rumah. Maaf saya gk bsa ngasi apa" hnya bsa mendoakn semoga kelg Dokter sllu d ksi ksehatan lncar rejekinya, amiiin.
Bu, S*r*h dl pasien dr soetomo."

bukan bermaksud ria, jujur saja saya pernah membentak pasien, saya pernah tidak baik melayani pasien. tapi semoga itu jadi catatan amalan-amalan buruk kita yang tidak akan pernah lagi kita ulangi.

saya cukup kaget dan terharu membaca WAnya ke saya.
ibu ini menderita internal bleeding dengan sepsis dari keluarga yang tidak mampu namun tidak memiliki jaminan kesehatan sama sekali, artinya dia datang sebagai pasien umum. lumayann besar dan mahal biaya pengobatan yang ia tangggung. beberapa kali saya menganjurkannya untuk segara mengurus BPJS agar sedikit banyaknya tanggungan biayanya berkurang. ntah kenapa sudah beberapa hari BPJSnya belum juga diurus. setiap kali jaga malam saya melihat ibu itu menangis, sesaknya semakin bertambah, bakal saya juga nih yang repot pikirku.
aku datangi dia menanyakan sedikit apa masalahnya. awalnya beliau tidak mau menceritakan apa masalahnya. ia sama sekali tidak mau bercerita. terakhir saat saya mau pergi dia mengatakan sambil menangis.
" Dok, saya mau pulang saja, saya tidak jadi operasi."
"kenapa buk"
" gak ada dok, saya mau pulang saja."
singkat cerita saya coba menggali apa permasalahan dari ibu tersebut,ternyata beliau sudah putus  asa dengan sakitnya ditambah dukungan moril suaminya yang kurang.
" Suami saya sebenarnya pengen saya pulang saja dok" sambil terbata-bata

ah ntah kalimat-kalimat apa yang saya sampaikan sebagai penyemangat buat dia. akhirnya ibu itu mau tetap dirawat dan operasi. setelah itu pindah ke ruangan.

sebagai tenaga medis sebenarnya hal-hal ini adalah lumrah kita lakukan, menyemangati pasien, menolong pasien, mengobatinya karena memang itulah tugas kita, tapi sebagai pengingat kita yang sering lupa, yang mungkin khilaf membentak pasien yang alfa ketika asal-asalan meberikan pelayanan. ingatlah kembali anjuran-anjuran kebaikan dalam Al-Quran, ingatlah kembali pribadi mulia Rasulullah yang telah memberikan kita contoh bagaimana caranya berkebaikan.

Apapun profesi kita kerjakanlah dengan hati yang ikhlas, berbuatlah kebaikan, banyak catatan amal kebaikan disana yang bisa kita tuai. semua aktivitas kita adalah ibadah, dakwah kita, jalan juang kita. 


ASMA PADA KEHAMILAN


Perubahan Fisiologis pada ibu hamil dapat memicu atau memperburuk terjadinya asma, namun pada beberapa kasus juga ditemukan ibu hamil yang menderita asma mengalami perbaikan selama kehamilan. Akan tetapi mekanisme pemicunya belum jelas. Asma bisa muncul atau kambuh pada wanita hamil yang tidak pernah memiliki riwayat gejala asma sejak kecil. Pada sebuah penelitian 330 wanita hamil dengan Asma sebanyak 35 % mengalami perburukan selama hamil. 11-18 % wanita hamil dengan asma akan masuk ruang emergency karena serangan asma akut dan 62 % dari itu memerlukan perawatan di rumah sakit. Asma berat lebih cenderung memburuk selama kehamilan daripada asma ringan. Akan tetapi pada beberapa kasus asma ringan juga dapat memburuk selama kehamilan.

Di Australia pada wanita yang menderita asma lebih dari 50% mengalami kekambuhan pada saat hamil. Insiden asma dalam kehamilan berkisar antara 4-7% dari seluruh kehamilan. Di USA pada tahun 1997 prevalensi ibu yang mengalami serangan asma selama kehamilan pada usia 18-44 Tahun antara 3,7-8,4%.  Turner at al melakukan penelitian pada 1054 ibu hamil dengan asma, mendapatkan 29 % kasus membaik selama kehamilan, 49 % tetap pada saat hamil, dan 22 % memburuk selama kehamilan.

Pada sebuah tinjauan didapatkan bahwa asma memburuk kemungkinan pada trimester ke dua dan ketiga dan puncaknya pada bulan ke enam kehamilan. Akan tetapi 90 % tidak mengalami serangan asma pada saat persalinan.
Wanita hamil dengan asma harus diberikan konseling tentang pentingnya tetap melanjutkan obat-obatan asma selama kehamilan agar terkontrol dengan baik.

Perubahan Sistem Pernafasan selama kehamilan disebabkan
1.       Perubahan Hormonal
Volume tidal akan mengalami peningkatan dari 450 ml menjadi 600 ml sehingga terjadi peningkatan ventilasi permenit. Peningkatan tidal volume ini diduga karena pengaruh dari peningkatan progesterone pada wanita hamil terhadap resistensi saluran nafas dan meningkatkan sensititas pusat pernafasan terhadap karbondioksida.

2.       Faktor mekanik
Semakin bertambah usia kehamilan maka abdomen juga semakin besar terutama pada trimester ke dua, kondisi ini akan menekan diafraghma sehingga menurunkan FRC. Pola nafas akan berubah dari pola abdominal menjadi pernafasan torakal. Sehingga kondisi ini akan meningkatkan kebutuhan oksigen.

Gejala Asma
Mulai dari wheezing hingga terjadi bronkokontriksi yang berat. Jika terjadi hipoksia ringan maka akan dikompensasi dengan hiperventilasi. Jika semakin berat akan terjadi kelelahan yang akan mengakibatkan terjadinya retensi CO2.
Gagal Nafas
-          Asidosis, hiperkapnia -> pernafasan yang dalam-> otot2 asesoris akan ikut bekerja
-          Denyut jantung akan lebih cepat, takikardia dan pulsus paradoksus
-          Ekspirasi yang memanjang
-          Sianosis sentral
-          Gangguan kesadaran
Manifestasi klinis
-          Sesak nafas
-          Adanya wheezing
-          Batuk dimalam hari karena pengaruh dingin
-          Mengeluh tidak bisa tidur
-          Rasa nyeri di dada
-          Batuk dengan mucus yang kental

Derajat Asma
1.       Pertama : pemeriksaan klinik normal, hanya apabila ada pencetus seperti debu atau stress akan timbul sesak ( wheezing)
2.    Kedua : pasien sudah mulai mengeuh karena sesak dan pada pemeriksaan fungsi paru ditemukan adanya obstruksi jalan nafas.
3.       Ketiga : pada pemeriksaan fisik maupun fungsi paru ditemukan adanya tanda2 obstruksi jalan nafas.
4.   Keempat : penderita mengeluh sesak, batuk dan nafas berbunyi. Pada pemriksaan fisik maupun spirometri akan dijumpai tanda2 obstruksi jalan nafas
5.       Kelima : keadaan yang parah dan darurat , serangan akut dan kadang-kadang memerlukan perawatan ICU

Sedangkan menurut NAEP ( National Asthma Education Program ), asma dibagi menjadi :
1.       Asma Ringan -> gejala singkat kurang dari 1 jam, eksaserbasi biasanya terjadi kurang dari 2 kali dalam 1 minggu. Apabila aliran O2 kurang dari 80 % tidak akan membahayakan.
2.       Asma Sedang -> Asma kambuh lebih dari 2 kali dalam seminggu, terjadi gangguan aktifitas. Kadang kambuh bisa sampai berhari-hari. Kemampuan volume ekspirasi antara 60-80%
3.       Asma Berat -> Gejala terus menerus sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari. Kemampuan volume ekspirasi < 60% , diperlukan terapi kortikostreoid untuk menghilangkan gejala.

Patofisiologi

Reaksi antigen antibody -> mediator inflamasi ( Bradikinin, leukotrin, prostaglandin, tromboksan ,dll)-> Otot polos saluran nafas edema ->penyempitan sal. Nafas dan bronkokonstriksi-> hipersekresi mucus-> Asma (Wheezing), Sesak-> Hipoventilasi -> Hipoksemia, hiperkapni dan Asidosis.
Pada kasus Non alergik
Hamil -> Progesteron dan Kortisol meingkat -> Vasodilatasi bronkus -> Asma
Perubahan aktifitas saraf aferen Vagal -> Bronkokontriksi -> asma

Tatalaksana selama kehamilan dan persalinan
Penanganan penderita asma selama kehamilan untuk menjaga agar ibu hamil sebisa mungkin bebas dari serangan asma selama hamil.
Pemeriksaan monitor
Ibu hamil dengan asma sebaiknya memeriksakan diri setiap bulan untuk melihat kondisi fungsi paru, menanyakan gejala, frekuensi serangan, serangan asma pada malam hari, gejala yang berhubungan dengan kegiatan.
Dilakukan juga pemeriksaan USG untuk melihat perkembangan janin intrauterine.
Hindari factor pencetus
Hindari factor pencetus seperti debu, rokok, bulu binatang, polusi dan udara dingin
Pendidikan
Pada ibu hamil harus diberikan pengetahuan tentang asma, cara menghindari factor pencetus dan anjuran meminum obat secara teratu. Mengajarkan tindakan apa jika muncul serangan.

Medikasi
1.       Inhalasi kortikosteroid ( Budesonide)->Dilaporkan pada ibu hamil bahwa inhalasi kortikosteroid bisa mencegah terjadinya eksaserbasi.
2.       Oral Kortikosteroid -> pemberian kortikosteroid secara sistemik dilaporkan bisa menyebabkan kelainan kongenital seperti palatoscizis terutama pemberian pada trimester 1 sebanyak 0,1-0,3 % . Pemberian secara sistemik juga dilaporkan menyebabkan meningkatkan angka kejadian Preeklampsia, berat badan lahir bayi rendah dan premature, namun ini belum bisa dipastikan apakah penyebabnyadari penyakit asmanya sendiri atau obat2an yang diminum
3.       Short acting Broncodilator -> direkomendasikan Albuterol
4.       Long acting B agonist ->  salmetrol dan Fotmetrol
5.       Theophylinne -> sebagai terapitambahan untuk inhalasi kortikosteroid
6.       Antihistamin -> efek untuk alergi yang menyebabkan asma
7.       Dekongestan -> terapi synmpomatik untuk alergi sal. Nafas atas
8.       Immunoterapi -> diberikan secara regular untuk mengurangi sensitivitas terhadap allergen
Persalinan

Manajemen Obstetri
Untuk persalinan normal dapat dilakukan induksi dengan oksitosin dan juga untuk mengurangi perdarahan. Dapat diberikan intravaginal atau intracervical gel yang tidak akan menyebabkan bronkospasme. Umumnya gejala asma berkurang bahkan menghilang pada saat persalinan.

Manajemen Operasi
Anestesi harus melakukan evauasi terhadap fungsi paru ibu, menanyakan serangan asma, obat-obat yang diminum selama hamil. Tanyakan secara detail tentang :
1.       Kapan terakhir menderita infeksi saluran nafas
2.       Factor alergi
3.       Factor pencetus terjadinya asma
4.       Pemakaian obat termasuk obat yang dipakai saat terjadinya serangan asma
5.       Kejadian sesak nafas pada saat malam dan pagi
Pada kasus asma berat harus diperiksa BGA dan test fungsi paru

Manajemen perioperative
1.       Inhalasi B2 agonist -> terapi bronkospasme
2.       Prednisolone 40-60 mg perhari atau hidrokortison 100 mg/8 jam/iv . jika FEV1 kurang dari 80% harus diberikan kortikosteroid
3.       Antibiotic untuk infeksi
4.       Koreksi cairan -> pemberian dosis tinggi B2 agonist akan menyebabkan Hiperkalemia dan hipermagnesemia
5.       Propilaksis dengan Cromolyn -> mencegah degranulasi sel mast dan mencegah pelepasan mediator inflamasi
6.       Lakukan chest fisioterapi
7.       Cor pulmonale harus diterapi
8.       Berhenti merokok untuk mengurangi karboksihemoglobin
Pemilihan Teknik Anestesi

Hiperreaktivitas bronkial pada asma merupakan resiko akan terjadinya bronkospasme perioperative. Kejadian ancaman kematian pada waktu anestesi antara 0,17-4,2 % . dengan anestesi umum tanpa intubasi atau dengan intubasi akan menyebabkan penurunan tonus palatal dan otot faring karena penurunan dari volume paru dan bertambahnya sekresi dinding saluran nafas. Pada asama sebaiknya dihindari perangsangan daerah saluran nafas karena dapat menimbulkan obstruksi jalan nafas .

Anestesi Umum
Apabila tidak dapat melakukan regional anestesi maka dilakukan anestesi umum dengan memberikan propilaktif antibiotic dan tindakan anestesi umum dilakukan karena keadaan emergency.

Anestesi umum tidak boleh dikerjakan apabila :
-          Pada ibu yang tidak puasa
-          Ada gastroesofageal reflux
-          Ibu yang sangat obesitas
-          Ada bowel obstruksi
-          Gastroparesis
Sebaiknya tidak dilakukan intubasi jika memungkinkan , apabila perlu intubasi harus dilakukan :
-          Tekan cricoid pada saat intubasi
-          Hindari aspirasi
-          Berikan B2 agonist nebulizer sebelum intubasi


Induksi
-          Dengan short acting hipnotik sedative : oxy lebih baik dari thiobarbiturate karena sedikit pelepasan histamine
-          Ketamine cocok tetapi tidak disenangi
-          Propofol cocok dan disenangi
Neuromuscular blok
-          Menyebabkan pelepasan histamine
-          Diberikan secara pelan-pelan
-          Secara umum aman
-          Vecuronium, rocuronium pancuronium aman
-          Pemberian atracurium dan mivacuronium harus hati2 karena dapat menyebabkan bronkokonstriksi tergantung dosis yang dipakai.
-          Hindari reverse, karena neostigmine dapat menimbulkan bradikardi dan bertambahnya sekresi
Gas Anestesi
-          Hindari pemakaian Ether-> iritasi saluran nafas
-          Halotan, sevofluran dan desflurane sangat baik untuk bronkodilator, sevoflurane kurang mengiritasi saluran nafas. Jadi pilihan terbaik adalah sevoflurane

Regional anestesi
Bisa dilakukan spinal anestesi atau epidural anestesi karena regional anestesi lebihbaik daripada anestesi umum pada asma.

Epidural anestesi
-          Dapat mengurangi kebutuhan oksigen (oksigen consumption) dan ventilasi permenit selama kala 1 dan 2
-          Sangat baik untuk penderita asma
-          Pemberian 2% lidokain pada epidurale kontiniu dapat menghilangkan wheezing secara bertahap dan hilang setelah 155 menit.

Spinal anestesi
-          Ada gangguan motoric
-          Tindakan lebih mudah dibanding epidural
-          Kadang terjadi sakit kepala
Pada penelitian didapatkan pada ibu asma yang dilakukan SC mengalamikeamtian 1:2500 dan persalinan pervaginame 1: 10000.


( Sumber : Anestesi Obstetri, Asthma in pregnancy, Healthy pregnancy for women with asthma)

Wednesday, 10 June 2015

Pak presiden dan Jajaran, Fokus saja masalah Ekonomi

Isu Agama memang mungkin adalah yang paling mudah untuk digoreng di Negara manapun, tak terkecuali di negeri kita tercinta ini. Terkadang saya sudah mulai bosan dengan berita-berita yang berseliweran di media sosial. Ntah itu beritanya benar atau hoax atau sedikit pelintiran, tapi jelas akan sangat merusak kerukunan ummat beragama di Negeri ini. 
Sengajakah situasi dibuat seperti ini oleh pemerintah untuk mengalihkan isu kenaikan BBM? rupiah yang semakin melemah? Aset2 Negara yang semakin dikuasai asing? . Ah entahlah, yang jelas negeri ini semakin amburadul.
kita mulai dari Isu pemimpin DKI Jakarta yang nota benenya seorang Non Muslim. So what? Dia terpilih secara demokratis, kenapa ketika pilkada yang lalu ummat Islam gak habis2an mengusung pemimpin yang Muslim, kenapa baru kebakaran jenggot sekatang setelah ia naik jadi Gubernur, nikmati saja bagi anda yang setuju dengan demokrasi. Bagi anda yang anti demokrasi, jelas2 ini negara demokrasi kenapa anda ngotot khilafah? Turun ke jalan teriak2 demokrasi sesat nggak akan ada gunanya, mana ada yang peduli dengan teriakan anda. Noh duduk di Parlemen sana ganti undang2nya dengan hukum2 yang anda yakini benar.
terus masalah ngaji yang berisik dari speaker2 mesjid, imbauan menghormati yang nggak Puasa, ibu2 berjilbab yang kena HIV. seakan akan semua jajaran mentri ngomongin agama. Kenapa gak fokus saja dengan rupiah yang semakin hancur.
begini, saya punya banyak teman2 Non Muslim, ada Kristen, Hindu dan Budha. Bahkan 3 tahun saya tinggal dan bekerja bersama orang2 yang mayoritas Kristen. Gak ada masalah, sebagai minoritas saya tau diri untuk tidak menuntut banyak dan sebagai mayoritas mereka juga menghormati apa yang saya yakini. 
Sewaktu PTT kami serumah dengan 8 beragama Kristen dan kami 4 orang Muslim, setiap jum'at mereka yang akan menghandle semua pekerjan di rumah sampai memasak, pulang jumatan semua sudah selesai, masakan sudah terhidang, begitu juga hari minggu gantian kami yang menghandle pekerjaan rumah ketika kawan2 pergi ke Gereja. Di rumah itu bukan hal yang aneh ketika mendapati ada yang tilawah dan ada yang baca Injil atau nyanyi rohani.
sering saya shalat di Mesjid ditunggu sama teman yang Kristen sampai selesai, begitu juga saat ada yang mau ke Gereja butuh tumpangan saya antar. Toh gak mungkin saya maksa dia ke Mesjid atau dia maksa saya ke Gereja.
diacara2 teman2 yang kristen mereka berdoa pakai cara kristen ya wajar mereka lebih banyak, kita juga ketika di daerah mayoritas Muslim biasanya seperti itu juga pakai berdoa dengan cara Islam. Gak ada masalah asal jangan ikutan berdoa dengan cara mereka. 
Masalah makan, ketika saya bilang jangan pernah bawa babi atau yang haram ke rumah teman2 Kristen menghargai, gak ada mereka bawa ke rumah. Klo kepengen mereka akan makan di luar.
ketika saya puasa mereka menghargai saat saya bilang saya puasa. Makanan di acara2 itupun akan mereka bungkuskan untuk dibawa pulang. 
Saat di rumah teman yang Kristen , ketika saya mau shalat dia sediakan kain yang bersih untuk saya gunakan sebagai sajadah dan saya shalat mereka gak ada hang menghalangi saya. jadi gak ada masalah.
akan tetapi memang oknum 1 atau beberapa orang memang ada yang diskriminatif tapi itu bagian kecil tidak semua beroikiran seperti itu. Sama juga ketika di daerah kita yang mayoritas Muslim, 1 atau beberapa orang pasti ada yang berprilaku diskriminatif tapi itu bukanlah ajaran yang dicontohkan Rasulullah.
Rasulullah sangat baik kepada tetangganya yang Yahudi maupun Nasrani, tidak pernah beliau menganggu meraka bahkan dengan perkataannya sekalipun. 
belajarlah jadi mayoritas dan belajarlah jadi minoritas dan belajarlah kalau di Negeri ini kita bukan satu suku, bukan satu agama, bukan satu bahasa, kita hidup dalam keberagaman.
jadi sebaiknya janganlah masalah agama yang sebenarnya tidak perlu membesar menjadi diperbesar oleh komentar2 bapak2 pejabat kita. Fokus saja dengan ekonomi kita yang semakin morat marit, semakin banyaknya pengangguran. 

Bukan setahun atau 2 tahun kita hidup berdampingan di Negeri ini, kenapa sekarang ini jadi kacau balau kayak gini. 

Salam Damai

Thursday, 25 December 2014

Barakallah Sahabat-Sahabatku

Desember ini penuh dengan kejutan ( pura2 terkejut githu... :) ).... pura-puranya baru tau, what? kok bisa? gak nyangka ya.... ha ha ha....
tapi Bahagia ini gak ada kepura-puraan sobat, senangnya ketika kalian akhirnya menggenapkan separuh Din, melaksanakan sunnah Rasul, cuma sedihnya gak bisa lagi membully jomblo2, selama ini enak benar klo mencari sasaran membully... ada apa2 langsung skak mat.... he he he
2 pasangan sahabat terbaik menggenapkan Din di bulan ini....
masih ingat kegilaan yang sering kita lakukan dulu sewaktu muda kawan? sekarang sih masih tetep muda kan ya, lu aja yang kelihatan menua , wajar sih kelamaaan mencari pasangan yang cocok, akhirnya dirimu jadi semakin tua tergerus waktu, makin usang, tapi alhamdulillah masih ada akhwat yang mau samamu.... ha ha ha. beberapa proses pencarianmu saya ikuti, ikutan juga mikirin akhwat mana lagi yang mau samamu, beberapa kali proposalmu mereka campakkan ke tong sampah tanpa dibaca ( ha ha ha.... tidak semua yang lu dengar itu benar :)). ah tapi sudahlah itu rahasia kita berdua saja, yang penting sekarang sudah sah dan sudah ada yang akan setia mendampingimu, terkadang sih mikir juga, tuh akhwat semoga sabar menemani kegilaanmu ya.
dr. Eldi Sauma dan dr. Cyntia barakallah ya.
awal ketemu makhluk yang satu ini di kampus FK Unand, saya mikirnya aneh. kenapa ada makhluk kayak gini. tapi itulah skenario Allah untuk mempertemukan ya. bayangkan saja, klo ngumpul atau jalan-jalan atau bikin group kok temen2nya pada cewek semua.....wkwkwwwk.... lebih gilanya dipraktikum pertama periksa darah, dia pingsan lihat darah.... ha ha ha... ini ngapain dia masuk FK klo liat darah aja dia pingsan. masih belum percaya sih kok kami bisa dekat. :D
begini ceritanya akhirnya bisa jadi temen ( masih belum percaya sih...), pada waktu itu lagi ghiroh-ghirohnya di dakwah kampus, gw punya target mendekati dia.... ha? gw yang kalem, mendekati dia? oh Tuhan .... ntar gw pula yang ketularan gilanya ni orang. sedikit banyaknya gw ikuti dulu gaya ni anak... SKSD lah yaww... maen ke kostannya yang bau, terus nanyain kabarnya, duduk deket2 pas lagi kuliah, say Hi, eh assalamualikum klo ketemu.... singkat cerita akhirnya bisa deket. masuk perangkap lu :p .... akhirnya mainnya sudah mulai k Mushalla, ikutan OR FSKI..... dia juga mulai sering main ke tempatku. ha ha ha
terakhirnya dia pula yang paling ghiroh d FSKI...kebanyakan dosisnya dikasih kayaknya :) .
tapi kegilaan-kegilaan kita apalagi sewaktu koas, masih sering bikin gw ngakak um.... sedih ketawa kita lalui bersama dijaman2 kita ditindas, memang sih koas kasta paling rendah tapi menikmatinya sesuatu ya... bahkan musuh kitapun sama, yang Residen Pato itu....udahlah ya, maafkan saja dirinya mungkin dia khilaf menjadikan kita musuhnya. semoga dia tenang disisiNYA...eh... :D
udahlah ya um, gw nulis ini masih ngakak-ngakak dan senyum2 sendiri ( minum CPZ dulu)... sudah berapa kali ECT? lihat di kulit status pasiennya.... eleeeeee..... ha ha ha ha ( teringat kawan yang dengan lugunya melihat di kulit pasien) wkwkwkwk.... kaluaaaaaaa ang ....masuk WC .... udah ah.... jaman2 itu memang ngangenin ya.
selamat berbahagia ya kawan. rindu ini tak terkata, maaf tak bisa hadir di saat-saat bahagiamu. Doaku selalu tercurah untukmu. selamat mencetak generasi-generasi Rabbani. Meski jarak jauh, tapi di setiap Rabitah yang terlantun hati-hati kita tetap menyatu.
buat Cyntia bersabar ya mendampingi sahabatku ini. klo dia sok sok jaim itu hanya pencitraan, klo dia gila memang itulah dirinya yang sebenarnya ...... wkwkwkwkwkwk 

untuk pasangan kedua di ujung barat sana yang juga lagi berbahagia, dr. Putra dan dr. Ira... Put jangan grogi ya, ingat-ingat lapal akadnya. gak usah tremor anggap aja yang datang itu gak ada.... saya juga pernah mengalaminya. pengen sering2 ke toilet itu manusiawi.... :D . kalianlah sahabat2 terbaik seperjuangan di Wamena ini. suka-duka kita lalui, bahkan bebukitanpun kita daki wkwkwkwk.... akhirnya berhasil juga mencomblangi kalian :p. misi berhasil ha ha ha....
put pesan ira jangan suka marah-marah ha ha ha....dia takut katanya
Put selamat juga buat keterimanya PPDS Anestesi di UNPAD, ingat satu hal yang membuat kita bisa bertahan disini. ada banyak hal yang belum kita selesaikan. Doa-doa kita terkabul mungkin saja karena niat kita yang dulu pernah terucap ketika kita memutuskan untuk disini.
selamat berbahagia kawan-kawan.......

Wamena, 26 Desember 2014

Monday, 7 April 2014

Pikirkan Kembali Semuanya

Masih terngiang kata-kata Ustdz Aidil Heryana, seorang Caleg DPR RI dari PKS untuk Dapil Papua dipertemuan singkat malam itu.
"akhi, saya tahu perjuangan disini berat, seandainya ada 50 saja suara untuk kita di Pegungan Tengah ini dan suara yang 50 itupun juga dihilangkan maka nanti dihadapanNYA kita sudah ada jawaban untuk mempertanggungjawabkan usaha kita dalam memilih pemimpin yang baik."

Papua merupakan termasuk daerah yang rawan kecurangan dalam pemilu, jadi bukan hal yang aneh jika suara-suara bisa dimanipulasi dengan seenaknya. bisa dalam 1 TPS 100% kertas suara tercoblos atau bahkan yang mencoblos lebih banyak dari jumlah DPT yang ada dan disini itu suatu hal yang lumrah.

Terkadang saya juga berpikir untuk apa ikut mencoblos, untuk apa ikut DS jika halnya seperti itu. tapi mengingat taujih singkat ustd Aidil saya tetap berusaha semaksimal yang saya bisa bantu.

hari sabtu kemarin saya bertemu dengan pak Haji yang sering bertemu di Mesjid, saya salami beliau. kesempatan untuk sekalian DS pikirku.
"pak Haji ntar milihkan?.
"insyallah pak dokter, siapa kira-kira yang bagus?.
"saya ada rekomendasi nih pak Haji, nanti saya antar profilenya ke rumah ya pak."
"ah gak usah pak dokter, saya ikut pilihan pak dokter saja. apa yang menurut pak dokter baik, insyallah itu baik. meski sedikit kecewa dengan kasus yang menimpa PKS kemarin tapi saya masih lebih percaya PKS.' ujar beliau

alhamdulillah ternyata penilaian orang-orang yang saya temui masih kebanyakan berpikir postif dan punya harapan yang baik pada partai yang sering dibully media ini.

terimakasih buat teman-teman ikhwah yang sudah membantu DS, kita semua punya harapan yang sama agar Negeri ini dipimpin oleh orang-orang yang amanah, dipimpin oleh orang-orang soleh. kalau bukan itu untuk apa kita bersusah payah mengetuk pintu ke pintu, mengetuk hati-hati yang sudah kehilangan harapan, mengajak mereka berpikir kembali akan pilihan antara golput dan memilih. kalau bukan sebuah harapan akan Negeri Madani untuk apa kita sendiri merogoh kantong-kantong kita untuk memperbanyak profil sang caleg yang kita perjuangkan, membeli sendiri bensin kenderaan kita, toh kita buka tataran pengurus partai, toh kita bukan salah satu caleg yang berlaga, toh kita juga bukan sedang mengusung anggota keluarga kita untuk duduk di senayan. ya hanya satu harapan kita untuk hari esok yang lebih baik.

masih ada waktu untuk memikirkan kembali pilihan-pilihan kita, kita bukan memilih jajaran para malaikat untuk duduk di senayan sana dan bukan juga ajang pertarungan para iblis sehingga kita menjadi antipati dengan demokrasi. apapun keputusan kita antara memilih dan tidak, pastinya kursi kosong itu akan diisi, ntah itu yang duduk sebuah kebaikan atau sebuah keburukan. pilihan ditangan anda.

Bersama anak-anak Ingusan (bag 2)

Ciri khas anak-anak wamena memang sepertinya melekat dengan ingusan, tidak bersandal dan kudisan, apalagi mereka yang masih tinggal di Honai mudah sekali terserang ISPA karema ventilasi yang kurang ditambah banyaknya asap di dalam Honai yang memang sengaja untuk menghangatkan tubuh karena udara pegunungan yang dingin. ada 20an anak-anak muslim yang ikut TPA yang kami bina tak satupun memakai sandal, sepulang belajar wudhu saya sempat bilang ke mama alif.
"Kak, mereka gak punya sendal atau gak mau make sendal."
"mereka gak punya sendal dokter."
"iya sudah semoga kita nanti ada rejeki biar kita belikan sendal, agar gak kotor lagi klo mau shalat."
jarak antara mesjid dan sungai sangat memungkinkan menginjak kotoran Wam (Babi) klo tidak pakai sendal.
anak-anak Wamena juga trkenal dengan kepolosannya, kadang membuat kita tertawa tapi seringkali kita miris, bagaimana klo kita terlahir seperti mereka akankah kita bisa bertahan sekuat anak-anak ini.
suatu ketika saat saya masih kerja di salah satu Puskesmas Kabupaten Yahukimo, salah satu kabupaten pemekaran Jayawijaya, di sore menjelang magrib saya duduk bercerita dengan Hendrikus di teras rumah. anak ini paling rajin membantu saya selama tinggal disana, biasanya tiap hari dia menanyakan apakah air di bak mandi saya masih ada. klo bak mandi lagi kosong dia akan mengisinya sampai penuh, untunglah ada dia yang selalu bantu saya selama tinggal disana.
seperti biasa sore ini kami bercerita tentang Indonesia, tentang pulau-pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke, bercerita tentang benua-benua besar dan mencoba mengajaknya sejenak untuk keliling dunia.
" kaka dokter, Sumatera itu sebelah mananya Papua ya?.
" Klo Papua merupakan pulau yg paling Timur Indonesia, Sumatera itu Pulau yang paling Barat." jawabku. pengen sebenarnya ada peta klo lagi cerita-cerita seperti ini biar dia lebih mudah mengerti. kadang juga cerita kami gak nyambung, seringkali anak-anak Papua apalagi yang belum pernah keluar Papua merasa klo satu-satunya Negeri itu adalah Papua dan itulah tanah yang paling luas.
" Jakarta itu dimana dokter?.
" Jakarta itu di Pulau Jawa....." ya Allah anak sebesar ini malah belum tahu ibu kota Negaranya sendiri bagaimana mungkin sikap Nasionalisme mereka bisa tumbuh sedangkan Negeri sendiri belum mereka kenali.
saya terangkan pulau-pulau terbesar, sepertinya ia bingung. saya ambil beberapa benda kemudia meletakkannya di lantai...
" ini Sumatera, disebalhnya pulau Jawa...nah kita punya Jakarta disini, di atasnya Jawa ada Pulau Kalimantan, terus disebelahnya ada Sulawesi, terus papua disini deh." sambil saya meletakkan sebuah pena sebagai pulau Papua.
"klo dokter punya rumah?.
" klo dokter punya rumah disini." sambil saya menunjukkan kotak korek api yang saya jadikan Pulau Sumatera. sepertinya dia sedikit mengerti.
" dokter.....'
Hendrikus tiba-tiba memecah keheningan.
" Obama itu hebat ya, bisa jadi presiden Amerika."
" ho oh...presiden pertama kulit hitam." jawabku seadanya
" kok hebat ya dokter, orang Papua bisa jadi Presiden Amerika."
sontan saya terpingkal-pingkal.....
"hah? siapa yang bilang begitu?." perut saya terasa sakit menahan tawa
"kawan-kawan yang bilang dokter, katanya Obama lahir di Jayapura." jawabnya serius
" waduh...obama itu bukan orang Papua. jadi gini, orang kulit hitam itu bukan hanya dari Papua, ada yang dari Afrika, terus ada yang lahir juga di Amerika."
"Afrika itu dimananya Indonesia dokter?.
jadi panjang deh cerita.........
tapi saya senang sekali dengan keingintahuannya yang sangat tinggi. setiap malam biasanya dia datang ke rumah untuk belajar. membaca belum lancar apalagi menghitung padahal Hendrikus sudah SMP. disini memang sebuah pemandangan yang biasanya anak-anak SMA belum bisa baca hitung. mereka rajin ke sekolah, ntar pas pulang ditanyain belajar apa di sekolah.
"guru tidak datang dokter."
miris memang setiap kali mendengar klo guru tidak datang padahal mereka sudah berjam-jam menempuh perjalanan menuju sekolah dengan berjalan kaki tanpa alas kaki.
tidak mudah untuk menjadi mereka bertahan dalam banyak kekurangan, tapi di mata mereka selalu ada harapan.
tugas kitalah yang masih peduli untuk berbagi....

Sunday, 6 April 2014

Bersama anak-anak Ingusan

" bang kita jadi ke Hitigima ngajar ngaji anak-anak? dengar-dengar Wamena lagi tidak aman" sms dari dr.Dewi baru saja masuk di HPku. belum sempat saya balas smsnya kemudian BBM dan SMS dari dr.Ira hampir bernada sama juga masuk " bang, kita minggu depan saja ke Hitigima bang,Kata perawat lagi nggak aman."

" insyallah gak pa pa. kita tawakkal saja, segala sesuatunya Allah yang menentukan insyallah kita tetap berangkat."

terakhirnya saya balas lagi sms mereka. "klo begitu biar abang saja yang berangkat dengan Ghazali ke sana."

saya berpikir kasihan sekali anak-anak disana klo kita gak datang, mereka pasti sudah menunggu, pertemuan sekali seminggu itu adalah hal yang sangat mereka nantikan. ingat wajah-wajah lucu mereka saat melihat kita dengan mata yang berbinar menjadikan semua ketakutan tidak ada artinya.

mengajar anak-anak di Papua adalah niat yang sudah lama ingin saya kerjakan, pernah menawarkan kepada kawan2 tapi tanggapan mereka kurang begitu bersemangat, akhirnya bertemu dengan dr.Ira yang seide.
" ya sudah bang kita jalani saja dulu, biar kita ke sana. nanti klo sudah jalan insyallah kawan-kawan yang lain juga bakal tertarik untuk ikut." katanya menyemangati. memang benar sekarang ada dr.Ghazali dan dr.Dewi yang ikut mengajari anak-anak Papua di perkampungan Hitigima.

sekitar setengah jam perjalanan dengan motor melewati beberapa longsoran dan lumpur di jalanan akibat hujan deras akhirnya kami sampai di Hitigima. beberapa anak-anak sudah menunggu kami di pintu gerbang yang lain ternyata sudah pulang karena mungkin kami yang kelamaan datang, tapi jam ditanganku  masih menunjukkan pukul setengah tiga WIT.

anak-anak ingusan ini ( memang benar-benar ingusnya pada naik turun ^_^). mengerumini saya dan dr.Ghazali di Mesjid. ada yang ingusnya sudah mengering, ada yang bau pesing dan tak satupun yang memakai alas kaki. kaki mereka menebal akibat tak kemana-mana tidak pakai sendal. beberapa anak-anak bergelayut di tanganku, ada yang merapat. ( nih anak-anak pasti mau permen he he he...).
"Ustadz dokter, si Saron tidak datang, dia pemalas."
"dia sakit kah?." tanyaku
"lek, dia pemalas jadi."
"Akbar mana?."
" dong juga pemalas."
"ah tidak boleh malas-malas e."

sesuai rencana hari ini kita mengajarkan anak-anak untuk berwudhu, berhubung air ke Mesjid gak mengalir terpaksa kita harus berjalan ke sungai yang jaraknya sekitar 200 meter untuk belajar Wudhu.
anak-anak berlarian mendahului menuju sungai. Si Dani yang dari tadi mengejar-ngejar si Ali sudah jauh berada di depan kami. si Ali biasanya baru sekedar ikut-ikutan untuk belajar, seringnya tidak fokus karena mengganggu yang lain, wajar saja dia yang paling muda diantara yang lainnya masih sekitar 4 tahun. ingusnya naik turun, hampir jatuh ditariknya lagi kencang-kencang.

Mamanya alif sebagai penanggungjawab Muslim disini mengikuti kami di belakang sesekali ia meneriaki anak-anak yang kejar-kejaran.
tak seperti biasanya beberapa bapak-bapak berseragam berdiri di pinggir jalan yang kami lewati, tertulis "POLICE" di bajunya dan dilengannya seperti lambang bintang david. di dalam kompleks honai banyak orang yang berkumpul. saya perlambat langkah menunggu mamanya Alif.
"Kaka, ada duka kah?.
"ah tidak dok, itu anggota Papua Merdeka, mereka lagi ada perayaan."
"OPM?." tanyaku pelan
"iya dok."
saya sapa bapak-bapak berpakaian seragam tersebut. "sore bapa."
"soreee..." timpal mereka sambil membalas senyumku. padahal sebenarnya agak khawatir juga berjalan melewati kerumunan ini.
" Kaka, Muslimnya tidak pernah diganggukah." tanyaku
"tidak dok."
alhamdulillah kekhawatiran sedikit mulai berkurang, saya susul anak-anak memepercepat langkah menuju sungai.
sebagian yang sudah agak besar-besar dibimbing sama dr.Ghazali, yang masih kecil-kecil saya bimbing.
"Ali, buang ingusnya dulu." susah payah ia berusaha membuangnya, akhirnya saya relakan juga tangan ini untuk membantu membuang ingusnya dari hidungnya.

*bersambung ^_^