Wednesday, 30 March 2011

Generasi Terputus.....


aku masih memandangi foto ini, orang 2 ini bukanlah orang-orang biasa dulu di kampusnya, minimal mereka mengambil peran, menjadi penggerak kawan-kawan yang lain untuk sebuah perubahan ke arah yang lebih baik. menjadi aktivis ini atau aktivis itu. ada yang ketua BEM di Fakultas ini, ketua BEM di Fakultas itu, aktivis Forum studi ini, Forum studi itu, ketua ini ketua itu, DPM, LSM,majelis syuro serta Unit kegiatan mahasiswa lain. memikul lebih dari satu dan 2 amanah di kampus, ada yang berangkat jam 6 dari wisma dan pulang baru setelah isya, rapat ini rapat itu. sehingga terkenal istilah di Alkamil Padang " Aktivis Alkamil". meski kami sibuk diberbagai aktivitas di kampus, tapi ini adalah rumah kami, tempat yang memperssatukan kami, dan tempat yang melahirkan kami, sehingga sesibuk apapun, kami selalu mengusahakan untuk berkumpul melepas rindu dan lelah.



Tepat Tahun 2001 saya masuk ke Nurul 'Ilmi, ditempa oleh guru-guru saya yang luar biasa. bukan hanya sekedar mengajari kami dengan ilmu-ilmu eksakta, tapi kami juga di isi oleh ilmu-ilmu akhirat, ditempa dari segala sisi. buka sekedar melarang ini itu, tapi mereka juga adalah contoh hidup yang bisa langsung untuk ditiru. melangkah dari niat untuk memperbaiki nasib anak bangsa ini baik secara moral dan akademik menjadikan mereka makhluk-makhluk yang tak kenal lelah untuk menimpa kami mulai dari bangun dini hari hingga bangun kembali. di sinilah saya diperkenalkan dengan proses tarbiyah yang namanya Liqo, membentuk sebuah lingkaran-lingkaran kebaiakan. akhirnya selama 3 tahun saya ditempa di NI, alhamdulillah sedikit banyaknya saya mengerti..ooo, islam yang benar itu ternyata seperti ini, Islam yang lembut, sejuk, islam yang intelek ,Islam yang memiliki sebuah martabat, Islam yang moderat. dari segi akademik kami juga dituntut untuk mampu menembus universitas-universitas Negeri atau perguruan-perguruan tinggi yang bagus. sehingga rata-rata di atas 80% kami lulus SPMB ( seleksi penerimaan mahasiswa baru) yang sekarang namanya UMPTN ( ujian masuk perguruan tinggi negeri).

di tempa selama 3 tahun dan bahkan banyak yang selama 6 tahun di NI, menjadikan kami tidak gamang ketika memasuki dunia kampus. ada yang masih bertahan seperti sewaktu di NI tanpa pengawasan guru-guru dan beberapa memilih untuk istirahat, sunnatullah berguguran di jalan ini. namun saya yakin , mereka masih orang-orang yang berfikiran hanif untuk memperbaiki bangsa ini, masih mendukung dakwah ini meski tidak terlihat aktif. karena penempaan selama 6 tahun di NI pasti meninggalkan bekas yang luar biasa.
Alumni yang di Padang sendiri saat itu adalah aktivis-aktivis di fakultas dan kampus masing-masing. sehingga saat pertama masuk kampus banyak pertanyaan " kenal si ini? kenal si itu?"..dengan bangga saya menjawab " itu adalah senior saya".

saat itu nilai persaudaraan itu sangat terasa, benar-benar merasa terlahir dari satu rahim yang sama. senior memang benar-benar membimbing junior dan junior juga benar-benar hormat pada senior. menyepakati hal-hal yang baik untuk diterapkan di wisma. ah...saya begitu merindukan mereka, senior-senior dan junior-junior saya yang luar biasa.

Namun, tampaknya Rahim NI itu sudah lelah melahirkan bibit-bibit unggul untuk kampus, atau seperti kata sebagian memang rahim itu dipaksa untuk tidak lagi melahirkan bibit-bibit unggul. sehingga seiring waktu, sekarang ini ada yang mulai menuntut untuk aturan wisma dirobah, aturan wisma diperlonggar, aturan sudah tak sesuai lagi dengan jaman, sholat jamaah bukan lagi sebuah kewajiban, bahkan ketika senior yang masih di wisma mengingatkan solat , jawabannya " uruslah urusan masing-masing", yang putri mengganggap berpakaian rapi berjilbab lebar adalah sesuatu yang ribet, kaos kaki tak lagi menutupi kaki mereka ....Naudzubillah, mulai ada kebiasaan merokok di wisma putra yang dulu di NI kami bahkan diharamkan untuk berjumpa dengan benda yang beberapa senti itu, Pacaran sudah menjadi hal yang biasa. ada apa dengan NIku? ada apa dengan proses penempaan di sana, sehingga menghasilkan bibit-bibit seperti ini???.apakah benar kata seorang seniorku, Generasi ini akan terputus???


Terimakasih buat guru-guruku di NI yang dulu dengan sabar memperkenalkan saya dengan Tarbiyah.

Thursday, 24 March 2011

Sebuah Nama, Sebuah Harapan


Berharap sebuah nama menjadi sebuah do'a yang di dalamnya terkandung harapan membuat saya tenggelam dalam pencarian sebuah nama untuk calon keponakan saya dari kakak yang ke-3 yang akan lahir bulan ini insyaallah. beberapa bulan yang lalu juga saya bergelut dalam sebuah pencarian sebuah nama untuk keponakan saya juga anak saudara (abang) saya yang ke 4, sebenarnya keponakan saya itu sudah dikasih nama oleh abang saya, tapi karena gak ada arti yang jelas dan harapan di dalamnya kecuali hanya mirip2 nama artis maka saya mengusulkan buat mencarikan nama untuk mengganti namanya. alhmadulillah usulan pun di terima. senangnya bisa ngasih nama buat keponakan saya....apalah arti sebuah nama kata sebagian orang, tapi bagi saya sangatlah berarti..nama adalah doa, harapan untuk kedepannya dia seperti apa...


untuk nama keponakan buat anak abang saya , saya kasih nama SYAUQI HIMADA . saya sangat merindukan sosok Muhammad, sebagaimana mungkin saudara-saudara seiman saya yang lain, Juga pastinya sebagaimana kerinduan kedua orang tuanya. dan akhirnya besarnya kerinduan saya tertuang di dalam namanya.

kata SYAUQI yang berarti kerinduanku mungkin sudah menjadi kata yang tak asing di telinga kita, kata Syauqi berasal dari bahasa arab

sedangkan kata HIMADA mungkin masih asing di telinga kita, dan kata itu tidak akan kita temukan di dalam Al-Qur'an sekalipun. kata Himada berasal dari bahasa Ibrani yang berarti terpuji, sedangkan dalam bahasa Yahudi adalah HIMADATH, dan dalam bahasa Arab adalah AHMAD, semua kata tersebut apabila kita hilangkan huruf vokalnya maka semuanya akan meninggalkan konsonan H-M-D.

turunnya nubuat akan hadirnya seorang Nabi yaitu ketika Yahudi berada pada keterpurukan . maka Allah mengutus Haggai, di dalam alkitab Haggai disebut adalah seorang nabi yang di utus untuk bangsa Yahudi yang mengabarkan bahwa akan datangnya seorang HIMADA

" Dan aku akan menggoncangkan semua bangsa, dan HIMADA untuk semua bangsa ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, kata Tuhan pemilik rumah." Hagai 2:7

namun kita ketahui meskipun Nabi Haggai menyampaikan akan nubuat kedatangan seorang Nabi buat semua bangsa, yang namanya Yahudi mengartikan kata HIMADA ini bukanlah sebuah nama melainkan sebagai kata sifat, sehingga mereka tidak percaya kepada Nabi Muhammad.

besar harapan saya dan kedua orang tua ponakan saya kelak dia menjadi seorang perindu Muhammad dengan kerinduannya ia makin dekat kepada ajaran dan sunnah beliau, berada dibarisan dakwah Beliau, bersama berjuang dalam barisan orang-orang yang memiliki kerinduan yang sama kepada sosok Muhammad SAW. Amin


setelah pencarian saya yang kedua untuk keponakan saya anak kakak saya yang ke -3 akhirnya saya menemukan nama ZAKI ASHIRAZY.
ZAKI yang berarti kecerdasan sangat berharap kelak ia menjadi seorang Muslim yang cerdas. sedangkan untuk ASHIRAZY berasal dari kata Siraaj yang berati Cahaya, berbeda dengan kata Nur yang juga berarti cahaya, Siraaj merupakan cahaya matahari, sedangkan Nur lebih kepada cahaya bulan....

wa ja'alal-qamara fiihinna nuuraw wa ja'ala-asy-syamsa siraaja.
Dan diciptakan rembulan yang mengeluarkan nuur dan diciptakan matahari yang mengeluarkan siraaj. (QS 71:16)

Secara fisika, siraaj adalah sinar matahari yang mengandung gelombang energi panas dengan suhu permukaan pada sumbernya mencapai 5.500 °C dan suhu pada intinya 15 juta °C dan merupakan sumber penerangan dalam tata surya galaksi kita ini, sedang nuur adalah sinar matahari yang dipantulkan oleh rembulan dengan sifat yang lembut karena tidak memiliki gelombang energi panas yang membakar.

sehingga pemakaian kata Siraaj dibanding Nur saya memilih untuk memakai sinar yang lebih kuat, energi yang lebih besar. karena umat ini butuh energi lebih untuk memperbaiki kondisi yang sangat memprihatinkan sekarang ini, ditengah kondisi umat yang semakin parah, kegelapan yang semakin menyelimuti, berharap akan hadirnya Cahaya yang mampu menerangi umat ini...

ZAKI SHIRAZY, semoga proses kelahiranmu dipermudah olehNYA , jadilah kelak seorang dengan kecerdasan yang dikaruniai untuk menerangi kembali ummat ini...bersama saudara-saudara Muslimmu yang lain sebagaimana mereka merindukan sosok Muhammad..ambillah peranmu dalam barisan dakwah ini.


kapan ya kesempatan buat ngasih nama anak sendiri...he he he ^_^

Wednesday, 23 March 2011

Inilah Islam, Inilah Jalanku, Inilah Politikku


Usamah bin Zaid memimpin sebuah ekspedisi militer yang di sana ada tokoh2 besar seperti Abu Bakar dan Umar, sedang usianya masih 19 tahun. Harun Ar-Rasyid memimpin imperium raksasa yang terdiri atas tiga benua besar, yaitu Asia, Afrika, dan Eropa, sedang usianya baru 22 tahun. anaknya Harun Ar-Rasyid ,yaitu Al-Amin pernah jga memimpin pasukan besar di khurasan lalu menang sedang usianya baru 11 tahun.



konstanstinopel akhirnya terbuka dan memenuhi mimpi 8 abad ummat Islam di tangan seorang pemuda yang usianya 24 Tahun , Muhammad al-fatih. Sulaiman menjadi Sultan Daulah Utsmaniyah di usianya yang ke 26, dan Eropa menggelarinya Sulaiman the Magnificent.



imam Syafii menjadi guru besar ummat di usianya yang ke 7. Hasan Al-Banna mendirikan organisasi superbesar yang akhirnya menyebar di 70 negara sedang usianya 22 tahun. juga ada seorang pemuda yang sakit-sakitan, tapi ia bergerilya di hutan hingga menjadi panglima besar seluruh nusantara saat usianya 25 tahun, dialah jenderal Sudirman.



di usia muda mereka telah berkarya. di usia muda , mereka bergerak dibelantara tantangan dan mendobrak kukuhnya permasalahan. mereka telah memberi sesuatu terhadap negaranya bahkan umatnya, sehingga sejarah mencatat mereka sebagai sesuatu.



( Buku : INILAH POLITIKKU. Karya : Muhammad Elvandi )

buku yang sangat direkomendasikan buat anda yang masih muda

Saturday, 26 February 2011

Biarkan Aku Mengikhlaskan


Ku coba menyusuri waktu
menatap jauh ke depan
betapa aku ingin berlari tanpa berhenti meski sejenak
biar semua ini bisa ku lupakan
namun, mengapa seringkali aku ingin menoleh ke belakang???


ku akui betapa aku takkan sanggup
menghapus jejakmu yang pernah terukir disini
rasa ini, bukanlah sebuah dusta
hanya ingin belajar mengikhlaskan
tapi, mengapa begitu sulit?

Pernah ada masa aku mengagumi
rasa itu ku simpan jauh di tempat terindah
dan ku tunggu waktu yang tepat buat menyampaikan
namun, ternyata hanya sekedar itu saja
kesempatan itu belum ada untukku
ya...sudahlah
biarkan aku belajar mengikhlaskan


berulang kali aku membaca kisah ini
betapa aku ingin belajar ikhlas
" Saya adalah Abu Darda dan ini saudara saya Salman,
Allah telah memuliakannya dengan Islam dan ia telah memuliakan Islam dengan Amal dan Jihadnya.
maksud saya ke sini ingin mempersunting Putri anda untuk saudara saya Salman.
perlahan terdengar balasan dari belakang tabir itu
"maafkan kami atas keterusterangan ini" jawab suara lembut itu
"dengan mengharap ridho Allah putri kami menolak pinangan Salman, namun jika Abu Darda memiliki urusan yang sama putri kami menerimanya."


keterusterangan yang mengejutkan
Sang Puteri lebih tertarik kepada sang pengantar daripada yang melamar
gejolak itu mungkin saling berebut di hatimu
antara rasa malu atas penolakan dengan bisikkan kesadaran bahwa ia belum memiliki hak untuk seseorang yang ia cintai
" Allohu Akbar, semua mahar dan nafkah ini kuserahkan kepada Abu Darda dan aku menjadi saksi kalian." pekikmu memecah sunyi itu.
memang benar kata mereka
sesungguhnya hakikat Cinta itu melepaskan
makin sejati ia, maka semakin tulus merelakan
seperti apakah Rasulullah mendidik kalian?
aku sangat iri denganmu yang bisa belajar ikhlas
meski tak kau pungkiri cinta itu pernah ada
hanya saja belum ada hak mu akan dirinya


ku baca kembali kisah ini berulangkali
mengagumi sosok sejantan Salman
Sahabat setulus Abu Darda
dan Sejujur Shabiyah
namun, masih begitu sulit untukku
memungkiri bahwa engkau pernah ku kagumi




Payakumbuh, 26 Februari 2011


Friday, 25 February 2011

Berlaku Adillah....



" Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." QS. Al Maidah: 8.


Kisruh PSSI menjadi sebuah topik yang semakin banyak diperbincangkan. di Kompasiana sendiri sebagai media yang menyediakan tempat buat siapa aja yang ingin menuangkan idenya melalui tulisan juga hari-hari terakhir ini sangat banyak kompasianer yang menulis tentang PSSI, tentang Nurdin Halid. sehingga saya sendiri terkadang merasa jenuh melihat halaman-halaman kompasiana. belum lagi melihat tulisan-tulisan yang kebanyakan comot sana comot sini dari media lain dan tidak mengetahui duduk perkara sebenarnya, dan yang paling tidak saya suka adalah sikap saling serang dan suka menghujat dari warga kompasiana kepada Nurdin Halid. saya bukanlah pendukung NH, bukan juga keponakannya, apalagi mantunya...he he he, saya juga tak kenal beliau dan tak juga berharap untuk berkenalan. saya hanya merasa miris ketika melihat banyak dari kita yang langsung menuangkan ungkapan-ungkapan emosionalnya di situ tanpa mencari tahu terlebih dahulu duduk persoalannya seperti apa.
kita sudah tidak lagi mengindahkan etika ketimuran kita, tidak mengindahkan norma adat dan agama, kita lebih menonjolkan sisi emosional kita yang meluap-luap...seperti tulisan terakhir yang ditulis oleh kompasianer yang berisi surat Putri Nurdin Halid, berisi seakan-akan itu sebuah pembelaan kepada ayahnya, di tengah banyak kompasianer yang menuliskan kebencian kepada NH, tiba-tiba muncul tulisan yang membela NH. tak bisa dielakkan lagi ratusan komentar langsung memenuhi tulisan tersebut dan kebanyakan komentar-komentarnya seperti bkan keluar dari orang-orang yang berpendidikan, cacian, makian, seakan kitalah yang paling benar dari siapapun. beberapa saat kemudian kompasianer yang membuat tulisan tersebut mengatakan kalau tulisan itu bukanlah dari Putrinya NH melainkan permainan imainasinya saja dan hanya sebuah fiksi. apa yang terjadi??? apakah kompasianer yang sudah terlanjur mencaci dan berkomentar yang tak pantas disitu lantas meminta maaf???. memang beginilah kondisi bangsa kita sekarang, masih banyak yang perlu dibenahi, bukan saja pemerintahan, kita sendiri sebagai warga seharusnya dan selayaknya ikut memperbaiki diri dan pola pikir kita.

saya juga masih teringat ketika seorang kompasianer mempostkan tulisan dari detik.com yang memberitakan bahwa Anis Matta mengatakan PKS mengirim 6000 kader untuk membantu revolusi di Mesir. puluhan kompasianer pun tanpa instruksi langsung rame-rame menghujat PKS, menghujat Anis Matta yang tidak tahu diri, mengatakan kader PKS bloon, memang seh di kompasiana berita tentang PKS adalah hal yang sangat sensitif untuk dipublikasikan. coba saja membuat tulisan tentang keburukan PKS di kompasiana, saya jamin komentator bakal berjibun di bawahnya, meski tulisan anda itu kebenarannya 0%, mereka akan menelannya mentah-mentah. padahal beberapa saat kemudian detik.com memperbaiki beritanya kembali dengan mengatakan kalau beberapa kader PKS membantu warga NI di KBRI. dari detik.com juga tidak ada permintaan maaf secara tertulis untuk Anis Matta begitu juga para kompasianer yang mempostkan tulisan tersebut dan ikut mengomentari.berlalu begitu saja.

bagaimana mungkin bangsa kita bisa maju, bagaimana mungkin bangsa kita bisa berubah kalau mental kita sendiri masih seperti ini, masih berpola pikir destruktif. benar memang kata seseorang "Dua orang yg sudah merusak negri ini yaitu pemikir yang tidak pernah berkerja dan pekerja yang tidak berpikir sama sekali." semoga kita bukan slah satu diantaranya.

cukuplah sudah banyak Media di negara kita yang seringkali menyebarkan berita bohong, cukuplah media kita menayangkan film2 yang tak mendidik, cukuplah media kita yang sering membuka aib orang lain, janganlah kita menjadi salah satu bagian jamaah media itu dan berpatisaipasi melakukan kebohongan.


Menggoreskan Jejak-Jejak Perjuangan


“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari apa yang diridhai Allah yang dia tidak menganggapnya (bernilai) ternyata Allah mengangkat derajatnya karenanya.” (HR. Al-Bukhari)

Pernah terpikirkah oleh R.A. Kartini bahwa lembar-lembar suratnya akan membuatnya menjadi sosok yang terkenal dengan ide-ide emansipasi yang tertuang di dalamnya?. mungkin saat ia menggoreskan tinta penanya sedikit pun ia tak akan pernah membayangkan itu.ia tak pernah terpikir untuk menjadi seorang Pahlawan dan tak pernah berpikir untuk menjadi seorang yang terkenal. namun, setelah berpuluh-puluh tahun kemudian ide-ide yang tertulis dalam surat-suratnya menjadi bahan rujukan aktivis-aktivis perempuan sekarang. Padahal mungkin masih lebih banyak Pejuang-pejuang Wanita yang layak bahkan lebih dibanding beliau untuk dijadikan pejuang dan pemikir wanita, seperti misalnya El-Rahmah, Rohana Kudus, Malahayati ,dsb, bahkan untuk dunia pendidikan El-Rahma mendirikan sekolah Diniyah Putri Padang Panjang yang masih berdiri sampai sekarang, sekolah model asrama yang dikhususkan untuk perempuan, sebuah ide cemerlang untuk mencerdaskan kaum perempuan dimasanya, dimana orang-orang masih berpikiran tabu untuk menyekolahkan perempuan. Rasuna Said merupakan salah satu jebolan dari Diniyah Putri, begitu juga dengan Datin Aisyah Gani salah seorang Menteri pada masa pemerintahan Perdana Menteri Mohathir Muhammad di Malaysia yang juga merupakan lulusan Diniyah Putri dan tidak kurang 20 ribu alumni telah dihasilkan sekolah yang didirikan oleh El Rahma ini. sehingga sekolah diniyah Putri ini digelari tempat ayam betina diajar berkokok. selain dibidang pendidikan untuk kaum perempuan dibidang politik suara el Rahmah juga sangat bergema sebagai anggota MPRS dari Sumatera Bagian Tengah ia merupakan penentang ide Sukarno mentasbihkan diri menjadi presiden seumur hidup.


Namun , kita lihat sendiri bagaimana El Rahmah tidaklah seterkenal R.A.Kartini , bahkan buat generasi muda Minang sendiri mungkin lebih banyak yang mengenal Kartini ketimbang beliau. salah satu faktor penyebabnya bisa karena memang sejarah sengaja menghilangkan jejaknya , apalagi karena ide-ide beliau yang selalu membuat repot presiden Sukarno masa itu. dan juga bisa disebabkan ide-ide beliau yang tak tertuang dalam tulisan sejarah, sehingga kita sekarang sulit sekali mencari jejak-jejak perjuangan beliau.

Seperti itulah dahsyatnya sebuah tulisan dalam penyampaian ide-ide perjuangan. pada dasarnya bisa saja perjuangan el Rahmah lebih hebat dibanding Kartini , akan tetapi Kartini lebih hebat menuangkan pemikiran-pemikirannya dalam bentuk tulisan.

seperti nasehat Umar Bin Khattab " Ajarkanlah sastra pada anak-anakmu, agar anak yang pengecut jadi pemberani". mengajarkan kita betapa pentingnya sastra, betapa pentingnya sebuah tulisan.

Sebuah ide yang tertuang dalam tulisan akan bisa dibaca oleh banyak orang dan bisa dibaca oleh beberapa generasi berikutnya, dibandingkan dengan ide yang hanya melalui lisan yang akan diketahui oleh orang yang mendengarkan saja dan belum tentu apa yang diucapkan bisa diterima seratus persen oleh orang yang mendengar.

dalam dunia tulis menulis mari kita kembali memperbaharui niat kita untuk menulis, apa tujuan kita? karena akan menjadi sebuah yang tak bermakna apabila niat menulis kita salah, atau bahkan akan menjadikan dosa yang berkepanjangan bagi kita ketika apa yang kita tulis adalah sesuatu yang tidak benar, fitnah bahkan niat untuk menjatuhkan orang lain. jadikanlah tulisan menjadi sebuah sarana ibadah pendekatan kita kepadaNYA.

kita bisa memilih berbagai macam gaya penulisan yang kita suka, yang mudah untuk kita tuangkan ide-ide kita melaluinya. misalnya kita menjadikan tulisan-tulisan kita berfungsi sebagai Bayan/penjelas hukum-hukum Islam, untuk gaya penulisan ini kita harus lebih berhati-hati karena kita harus bisa mempertanggngjawabkan apa yang kita tulis, memiliki sumber yang jelas. tulisan kita juga bisa berfungsi sebagai tausiyah, berusaha sebagai pengingat bagi sipenulis sendiri dan bagi orang-orang yang membacanya. tulisan juga bisa berfungsi sebagai pelurus anggapan yang salah, semisal menjelaskan tentang mitos-mitos yang selama ini berkembang di masyarakat dan kita mencoba meluruskannya. atau meluruskan berita-berita yang tidak benar yang memfitnah seseorang,karena kita lihat sendiri saat ini bagaimana musuh-musuh dakwah sangat gencar dalam menjatuhkan citra Islam dan Citra dakwah melalui media, melalui tulisan. tokoh-tokoh dakwah dijadikan seperti halnya orang-orang munafik, memelintir pernyataan-pernyataan tokoh-tokoh tertentu. sehingga yang terlihat oleh masyarakat yang menonton adalah seolah-olah itu benar. maka dari itu tugas kita untuk memamfaatkan media yang ada untuk meluruskan kembali informasi-informasi yang ada, sehingga masyarakat dicerahkan bukan dibodohi.
tulisan yang kita tulis juga bisa berfungsi sebagai gudang inspirasi , sehingga orang yang membaca bisa mengambil ibroh dari apa yang kita tulis, baik itu berupa pengalaman kita sendiri maupun pengalaman orang lain.

dari segi kualitas maka sebagai penulis gunakanlah kata-kata yang mudah dimengerti oleh orang lain, mudah untuk difahami, serta menggunakan bahasa yang lembut agar apa yang kita sampaikan bisa dengan diterima siapapun. jangan cenderung untuk mengunakan kata-kata yang kasar dan menghujat. jika ada tulisan orang lain yang tidak berkenan atau berseberangan dengan pemikiran kita, baiknya buatlah sebuah tulisan tandingan yang tidak berisi hujatan atau bernada kasar. jadikan tulisan tersebut sebagai pembanding buat orang lain agar bisa menilai mana yang baik dan mana yang tidak.
- “dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.” (QS An-Nisa :63)
- “maka katakanlah kepada mereka ucapan yang mudah .” (QS Al-Isra 28)
- “maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut".(QS Thoha 44)
- “ bicaralah kepada orang-orang dengan apa yang mereka pahami, apakah engkau ingin mereka mendustakan Allah dan rasul-Nya ? (HR Bukhori)

buat kawan-kawan semua, mari kita jadikan tulisan kita baik blog, multiply,kompasiana, facebook, twiter dan apapun namanya menjadi sebuah ladang amal buat kita. tunjukkan wajah Islam kepada mereka yang tak faham dengan indahnya Islam itu. bayangkan jika suatu saat tiap kata, tiap huruf ini memberikan persaksian buat kita.....

di jalan ini, butuh tangan-tangan lembut untuk menuliskan bait-bait perjuangan, namun memiliki jiwa-jiwa perkasa untuk sebuah tujuan perubahan. mari menggoreskan jejak-jejak kita disini, menuliskan sendiri sejarah kita bahwa kita pernah menjadi bagian sebuah perjuangan......selamat berkarya ^_^

Wednesday, 23 February 2011

Jangan Jadi Korban Media


Dulu, pernah ada masa-masa saya dan beberapa kawan-kawan di facebook dengan semangat saling merusak status FB yang lain. ketika ada yang buat status atau menulis note serius, ntar komen bejibun yang gak nyambung dengan status di atas. bahkan sering antara komen yang satu dengan yang lain bersahutan ibarat terjadi perang urat saraf, yang di komen di belahan bumi sana senyum-senyum mengulum tawa, sedangkan yang satunya lagi terpingkal-pingkal membalas komen, dan yang kasihan yang baca komen jadi korbannya dag dig dug menganggap itu sebuah perkelahian yang serius, atau bahkan ada yang terjebak menjadi pahlawan turun tangan memberi nasehat atau sekedar berusaha menengahi. dan ini semakin membuat kami terpingkal-pingkal..... ^_^
biasanya yang awal merusak status adalah Taufik mencari hidayah, kemudian muncullah bubuy Rafly, emilia nisa khairani, karisna agustin, apriandeni haithami, zaki azzuhdi,Benny antama syant,akhnal saputra,adri buthia, Resma Yunita, dan jangan lupa Dini Kurnia Putri ^_^ .dan yang sering datang jadi pahlawan adalah sri mardiati tanjung....ha ha ha....
kadang sebelum mengomen status atau note seseorang dibuat dulu kesepakatan mau merusak status siapa, target dapat langsung semua meluncur ke TKP.

atau hal gila dengan memajang foto berdua dengan Dini Kurnia Putri sambil menggendong Ponakanku. kami hanya tertawa membaca komen-komen di bawahnya, ada yang menyayangkan, ada yang malahan mengucapkan selamat, ada yang tak mengomen apa-apa saking kesalnya dengan hal gila itu.bahkan temanku satu SMA sempat-sempatnya nelpon menanyakan apakah itu anak saya yang digendong dini, kok nikahnya gak bilang-bilang. ^_^ dan lagi-lagi notifikasi bejibun ^_^. saya lupa target komen berapa, yang jelas setelah taget tercapai foto pun kami hapus dari FB. rencana seh mau konfrensi pers buat klarifikasi, ah..tapi biar ajalah, mereka orang-orang intelek yang bakal bisa menyaring setiap berita yang ada ( sperti itulah resiko klo foto artis di pajang ...ha ha ha). makanya jangan ditelan mentah-mentah ^_^, kan akhirnya jadi korban konspirasi kami.

belakangan ini entah karena semuanya pada sibuk atau memang sudah bosan dengan permainan itu, maka adegan komen mengkomen merusak status orang lain sudah jarang.
tapi yang jelas saya pribadi mohon maaf bagi yang selama ini menjadi korban kami, atau sudah sempat berprasangka buruk membaca komen2 kami, anda hanyalah korban Media hanya korban cerita2 yang kami suguhkan.

seperti itu jugalah sekarang media menyuguhkan kita berita-berita di televisi dan media cetak, banyak yang tidak kita mengerti, banyak yang menjadikan tanda tanya dikepala kita. seseorang digambarkan kepada kita seperti ini, buruk, tak peduli rakyat, seolah munafik padahal karena Media itu bukan miliknya, seseorang bak pahlawan padahal tak lebih hanya seorang pecundang yang memiliki saham di Media massa. berita yang dilebay-lebaykan untuk menarik minat penonton tanpa memikirkan lagi benar atau salah yang diberitakan. rakyat sulit membedakan mana yang benar-benar memihak rakyat mana yang tidak, mana yang koruptor mana yang dewa penyelamat, karena semuanya bisa dipoles media massa sesuai pesanan . dunia politik yang disajikan pun , diberitakan oleh media politikus yang berharap untuk di 2014 nanti untuk bisa terpilih. memang saya akui efeknya luar biasa, tak satu dua orang diantara kita yang langsung menelan mentah-mentah berita yang disajikan, bahkan kaum intelek sekalipun .hari demi hari otak pemirsa dicuci habis oleh politikus pemilik media. kita tidak bisa menyalahkan dia yang punya media, toh milik dia ,mau dia apain juga kan suka-suka dia. sekarang tinggal kita yang harus bisa memfilternya. apakah anda juga menjadi korban media???