Sunday, 22 May 2011

Film-Film tentang Palestina

Penjajahan Israel dan pembantaian terhadap warga palestina telah menodai seruan seruan HAM yang selalu didengung-dengungkan negara-negara Barat. alhamdulillah meski sering mereka dikucilkan, meski banyak negara2 barat tidak peduli dengan nasib palestina, ternyata beberapa insan dunia perfilman telah berhasil membuat beberapa film tentang keprihatinan terhadap nasib Palestina, tentang perjuangan mereka, tentang sebuah kegigihan mempertahankan tanah kelahiran....inilah beberapa film yang wajib anda tonton

1. "Miral "
cerita yang mengisahkan perjuangan empat orang wanita palestina ini digarap oleh sutradara terkenal Julian Schnabel, cerita ini diangkat dari sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis palestina Rula Jebreal. Film ini bercerita tentang kronik kehidupan empat perempuan Palestina - dari tahun 1948 hingga negara Israel diciptakan pada awal tahun 1990-an.dan yang paling menarik dari pembuatan film ini adalah sutradaranya seorang Yahudi Amerika.
Film ini bercerita tentang kronik kehidupan empat perempuan Palestina - dari tahun 1948 hingga negara Israel diciptakan pada awal tahun 1990-an.Melalui empat wanita yang menjadi tokoh dalam film, dan terutama Miral, si bungsu, film ini bercerita tentang konflik Israel - Palestina yang sedang berlangsung. Sutradara Julian Schnabel, seorang Yahudi Amerika, mencoba melihat konflik melalui mata Palestina.
sayang sekali jika film ini anda lewatkan.....

11-dvdrip-xvid-dvdfr-t5341753.html


2. "Valley of the Wolves – Palestine" / Kurtlar vadisi Filistin
film ini bercerita tentang ser
angan ten
tara Israel ke Kapal Mavi Marmara yang telah menewaskan 9 orang relawan tanpa senjata, film ini dibuat oleh sura
dara Turki dan akan segera di putar di bioskop-bioskop di Kairo.
fokus cerita tentang pengiriman sekelompok komandan pasukan Turki untuk membunuh Perwira Israel yang menyuruh pembunuhan relawan di kapal Mavi marmara. pastinya film ini akan sangat menegangkan, mirip2 rambolah......tapi ini rambonya Turki.....selamat menikmati masa-masa kehancuran buat Israel.....
alley-of-the-wolves-%E2%80%93-palestine/


3.Death in Gaza
Sebuah film dokumenter yang merekam jejak perjuangan 3 anak Palestina di jalur gaza, sutradara dan kam
eraman film ini sendiri J
ames Miller, tewas diujung peluru Israel pada Mei 2003.Film produksi HBO ini menarasikan pandangan warg
a Palestina yang rela mati menjadi pembom bunuh diri serta mereka yang menjadi korban konflik.







4. Divine Intervention

karya sutradara Palestina, Elia Suleiman. Film komedi romantic yang memenangkan Jury Prize di Festival Film Cannes 2002 ini mengungkapkan masalah warga Palestina di wilayah pendudukan Israel.








5. Private

film debut (karya pertama) sutradara Italia, Saverto Costanzo, yang didasarkan atas kisah nyata sebuah keluarga Palestina
yang rumahnya diduduki oleh peletonIsrael. Rumah keluarga Mohammad (yang
diperankan oleh aktor Palestina kenamaan, Mohammad Bakri) terletak di antara kampung Palestina dan permukiman Yahudi. Walaupun hanya menampilkan kehidupan sebuah keluarga Palestina di wilayah pendudukan militer Israel, film ini merupakan ekspresi simpati pembuatnya terhadap masyarakat Palestina yang terampas hak-hak asasinya. Film ini memenangkan penghargaan Golden Leopard di Festival Film Locarno 2004 dan terpilih oleh Museum of Modern Art dan Film Society of Lincoln Center untuk edisi 2005 New Directors/New Films.






6. Paradise Now

Paradise Now (atau Al-Jenna-An), mengisahkan dua orang pemuda Palestian –Said dan Khaled- yang bersahabat dan tinggal di kota Nablus, Tepi Barat. Keduanya disiapkan untuk menjadi pembom bunuh diri. Film produksi tahun 2005 yang disutradarai Hany Abu-Assad ini amat populer di arena festival film, dan terpilih dalam Festival Film New York 2005 oleh Film Society of Lincoln Center. Dinominasikan untuk Oscar, setelah sebelumnya memenangi Golden Globe untuk Film Asing Terbaik.



cara mendowndloadnya instal dulu program u torrent ke komputer anda...downdld disini programmnya


selamat menikmati , semoga bisa membangkitkan semangat kita untuk selalu mengingat perjuangan saudara-saudara kita di sana.....

Free palestine!!!!

"Valley of the Wolves – Palestine"


Mari sejenak kita berbicara tentang film yang akan membuat heboh Negara Israel ini. Dengan semangat dan perhatian terhadap nasib bangsa palestina yang sudah semena-mena dijajah oleh Israel berpuluh-puluh tahun, maka sebuah rumah produksi di Turki akan merilis sebuah film tentang serangan tentara Israel terhadap relawan kemanusiaan yang membawa bantan ke Gaza bulan Mei yang lalu, rombongan relawan di atas Kapal Mavi Marmara mendadak mendapat serangan membabi buta dari tentara Israel agar relawan tidak melanjutkan pengiriman relawan dan bantuan ke Gaza. sehingga pada penyerangan relawan yang tak bersenjata ini menewaskan 9 orang relawan.
pada film yang berjudul "Valley of the Wolves – Palestine" ini fokus bercerita pada pengiriman sekelompok komando pasukan Turki yang ditugaskan untuk membunuh seorang perwira tentara Israel yang memberikan perintah untuk membunuh relawan di atas kapal Mavi Marmara.
film ini akan diputar di bioskop2 Kairo Mesir. proyek ini menghabiskan dana 10 juta dollar. semoga film ini bagus dan bisa memberikan semangat kepada kita untuk senantiasa terus memperjuangkan nasib saudara-saudara kita di Palestina. Tapi sayang entah kenapa film ini tidak akan beredar di Negara kita......

Aku Sangat Cemburu padanya


Kawan....ini benar-benar sangat menyesakkan
entah bagaimana lagi ku ungkapkan perasaan ini
ini kehilangan yang sangat berat

kawan...
rasa ini, cemburu ini juga menghantarkan kepergiannya
bagainama saya tidak iri
ribuan tangan menengadah untuknya dari seluruh negeri ini
bahkan dari jalur Gaza turut menghantarkannya dengan do'a
apalagi yang membuatmu untuk tidak cemburu kepadanya?
hidup matinya sangat memberi inspirasi
dimana lagi kau temukan pejuang seperti itu
di zaman ini..
semoga rahim para ibu tidak lelah melahirkan pejuang2 seperti dia

kawan...
inilah mungkin dialah salah satu yang pernah diceritakan rasulullah
pernah suatu saat Rasulullah bercerita dengan sahabat
tentang generasi yang sangat membanggakan
apakah kami ya rasulullah?orang2 setelah kami? tanya sahabat
bukan...
mereka bahkan jauh dari zaman ini
mereka tidak pernah berjumpa denganku
tapi mereka mencintai aku dan Rabbnya sama seperti kalian mencintainya

kawan....
jujur aku sangat cemburu dengannya



( buat bunda Yoyoh Yusroh)

selamat jalan bunda
selamat jalan wahai pejuang
berbahagialah di tempatmu yang baru
kami juga akan menyusulmu


Tuesday, 17 May 2011

Maut Mengintai Kita....


Pagi ini saya baru selesai mandi untuk bersiap visite pasien, rutinitas setiap pagi untuk menyapa satu persatu pasien yang sudah menunggu di kamar masing-masing. tersenyum dan menanyakan beberapa hal mengenai kondisi pagi ini, melakukan beberapa pemeriksaan fisik, mengecek pasien yang sudah boleh pulang atau yang masih harus menginap bersama saya di rumah sakit ini.
baru selesaai tukar pakaian tiba-tiba telpon ruangan saya berbunyi....
" pak , ada sarapan di IGD.....".telepon dari ADM di depan...
" iya..sebentar lagi saya ke sana...". pasti ada sesuatu yang menanti di sana, sarapan disini bukanlah buat makan pagi ini, karena pegas dapur biasanya mengantarkan sarapan langsung ke kamar saya.
benar saja, seorang laki-laki terbujur kaku di salah satu bed di IGD di antar beberapa polisi, ntah siapa namanya, berapa umurnya saya tidak tahu, polisi yang mengantarkan juga belumtahu identitasnya....andai bisa bertanya kepadanya saya sudah menanyakannya langsung, namun apa boleh dikata Allah sudah menjemputnya di tempat kecelakaan. kepala hancur dengan seonggok otak yang terbungkus kantong plastik di dekatnya....sungguh kematian yang sangat mengerikan.
pernahkah kita berpikir saat laki-laki ini berangkat dari rumah ia sudah mengetahui kejadian ini, ia sudah tahu menjemput ajalnya dalam kondisi parah seperti ini?dengan wajah dan lang tengkorak yang remuk tertipa truk pembawa semen yang berton-ton beratnya?...andai ia mengetahui ini, mungkin saja ia tak akan jadi berangkat kerja meninggalkan anak istrinya di rumah, ia pasti akan lebih memilih untuk berdiam diri di rumah, atau mungkin ia akan meninggalkan pesan buat saya di IGD menuliskan sebab-sebab kematiannya sehingga saya tak sulit-sulit untuk bertanya ini itu. tapi, siapa yang bisa mengetahui kapan nyawa ini akan berpisah dengan seonggok daging ini. siapa yang mampu meprediksi kematiannya dimana, oleh apa , karena apa, kapan????....semuanya di luar batas kemampuan kita.
namun, yang jadi pertanyaan saya, kenapa seonggok daging yang kita bawa kemana-mana ini bertingkah seolah-olah kita tak akan pernah bertemu dengan yang namanya maut. seolah-olah kita akan seperti inilah selamanya, tenggelam dalam kesenangan duniawi dan dilalaikan dengan nikmat yang semakin dan semakin bertambah yang diberikanNYA kepada kita tanpa berpikir untuk mensyukurinya. terlalu berpikir dangkal untuk masih melakukan kejahatan dan dosa yang menumpuk dari hari ke hari....
Saya sendiri tidak bisa menerka kapan saya akan MenemuiNYA, apakah saya juga akan terbaring disini dalam keadaan yang lebih mengenaskan lagi, apakah kepergian saya akan dirasa orang lain sebagai kehilangan yang mendalam, atau hanya seorang yang sebentar sudah dilupakan begitu saja. yang terpenting adalah saya berharap peremuan saya denganNYA dalam kondisi yang lebih baik, dan amalan yang cukup .
dibeberapa rumah sakit yang saya pernah tugas disana, berinteraksi dengan pasien-pasien yang dalam kondisi sakit mulai dari masih koas sampai sekarang saya bertugas sebagai dokter jaga di rumah sakit ini, bahkan dalam kondisi sakit sekalipun pasien2 masih sangat jauh dariNYA, seakan pasien yang diobati besok akan pulang dalam kondisi sehat, seakan pagi besok terbangun dalam kondisi yang lebih baik. kewajiban yang diberikan kepada kita untuk solat 5 waktu saja tidak bisa kita kerjakan. padahal dalam kondisi sakit kita sudah diberikan kemudahan cara beribadah kepadanya, tidak bisa berdiri, duduk, tidak bisa juga berbaring, tidak sanggup juga meski hanya skedar mengingatnya saja sudah cukup.
pernah beberapa bulan yang lalu saya merawat nenek saya, orang tua dari almarhumah ibu saya , saya merawatnya di rumah karena sesak nafasnya kambuh, tubuhnya lemah sehingga menyebabkan beliau harus di infus dan berbaring di tempat tidur, dalam perawatan saya setiap kali tiba waktu sholat saya perhatikan beliau tidak pernah solat. pelan -pelan saya bertanya kenapa beliau tidak solat...
" saya tidak bisa wudhu"
" biar saya ambilkan air nek, biar saya bantu wudhukan.."
"gak, usah aja....sholatnya saya Qodo aja nanti kalau sudah sehat..."

glekkkk...mengQodo sholat????....terlepas dari soal Qodo mengQodo yang tidak pernah saya dengar ajaran seperti itu, apakah kita bisa pastikan kita masih bisa mengQodonya, mana tau beberapa menit lagi Maut itu datang menjemput....apakah kita yakin masih diberi kesempatan untuk meperbaiki diri......????

maut itu sangat dekat kawan, sangat dekat sekali....bersyukurlah masih diberikan waktu untuk memperbaiki amalan-amalan, kelemahan kita masih ditutupiNYA, nikmatNYA masih IA tambahkan untk kita...namun, jangan sampai karena nikmat itu kita terlalaikan. atau apakah mungkin kebahagiaan yang kita peroleh sekarang adalah sebuah caraNYA untuk menghukum kita????.......

Ya Allah, berharap pengampunanku untukku, kedua orang tuaku, keluargaku dan sahabat-sahabatku....amin

Friday, 22 April 2011

Jejak Senior yg Menginspirasi....


Saya sangat kagum dengan jejak perjuangannya, meski tak begitu mengenal beliau. Cukuplah kerja nyatanya dan kepeduliannya sebagai bukti buat saya. Awal saya kenal saat gempa 30 september 2009 yang dulu melanda kota Padang dan Pariaman, kami tergabung di dalam relawan BSMI . saat itu pun saya tidak pernah satu team dengan beliau, saya sebagai sekretaris BSMI Padang harus ditumbalkan untuk selalu tinggal di posko utama melayani para korban yang datang minta bantuan, para donator, dan para tamu yang datang, gak enak juga sebenarnya ditinggal diposko utama untuk urusan2 seperti itu, akan tetapi semua punya tugas masing-masing dan insyaallah terjun langsung maupun tidak ke lapangan akan menjadi sebuah amal ibadah. Pagi-pagi saya harus membagi relawan dari beberapa team, satu team ke Pariaman tempat2 pelosok yang masih sulit dijangkau dan minim bantuan, satu team bergabung bersama relawan BSMI lain di Rumah Sakit Lapangan dan satu team lagi membantu masyarakat Kota Padang, sehingga hanya beberapa orang kami yang tinggal di posko Utama. Team yang sudah dibagi akan berangkat pagi dan biasa akan pulang sore bahkan malam dari daerah2 yang sudah ditargetkan.
Sehingga saya jarang berinteraksi dengan beliau, yang paling berkesan adalah keakrabannya dengan adek2 relawan baik yang akhwat dan ikhwan padahal beliau baru bergabung dengan BSMI Padang dan juga rentang usia yang begitu jauh tidak menjadikannya merasa memiliki pembatas antara kami junior dan dia sebagai senior kami. Seperti seorang kakak tertua yang selalu memilki jiwa mengayomi yang muda. Saat saya menjalani Internship di payakumbuh, namanya juga selalu disebut-sebut ikhwah di sana, keaktifannya dalam berbagai agenda bakti social dan juga kerja nyatanya dalam merintis Klnik MER-C di Payakumbuh, ya begitulah kalau keseharian kita dirasakan oleh orang lain manfaatnya, ketika sudah tak di sana namun nama kita akan selalu menjadi sebuah kenangan bagi orang-orang yang selama ini disekitar kita, Mengukir jejak terindah.
Studi suami ke Inggris membuat beliau harus ikut bersama anak-anak ke sana, apakah kerjanya berhenti sampai disitu?. Tidak sama sekali, dari negeri yang nun jauh di sana beliau masih menunjukkan kerja nyatanya. Tidak pernah absen menyapa para junior relawan BSMI meski lewat FB, memotivasi, memberi nasehat, mendamaikan kami yang kadang memiliki masalah, dan satu lagi sebagai ibu rumah tangga di UK beliau masih sempat-sempatnya menggalang dana buat Mentawai saat terjadi Gempa dan Tsunami kemarin, tercatat kurang lebih sebanyak 4 kali beliau mentransfer bantuan buat Mentawai dan terakhir minggu ini barusan beliau lagi2 menggalang dana. Sebelumnya dengan semangatnya beliau meminta dibuatkan profil singkat BSMI dan aksi-aksinya di lapangan agar beliau mempresentasikannya di depan Ikatan Muslim se Inggris Raya. Saya mulai berpikir orang setua ini saja, ibu rumah tangga masih semangat luar biasa , masa saya harus kalah???. ^_^ .
Jadi ketika kaki kita melangkah meninggalkan dunia kampus tak ada alasan dunia klinik Koas membuat kita berhenti untuk berbuat, ketika memasuki dunia Profesi seharusnya kerja kita harus lebih baik lagi dalam membangun dan melayani Ummat ini, ketika beberapa diantara kita menggenapkan setengah din seharusnya itu adalah sebagai penyemangat buat kita bukan malah sebaliknya berhenti karena alasan urusan rumah tangga, anak-anak dan tanggung jawab keluarga. Ketika posisi kita sebagai senior sudah selayaknya kita sesekali menegur sapa mereka yang masih junior dan memberikan bimbingan. Ya..tak ada alasan kita sama sekali untuk berhenti, seharusnya kita makin jeli melihat peluang amal, di ladang mana kita akan menyemai bibit kebaikan. Tidakkah ada rasa iri hati kita ketika orang lain mampu berbuat banyak dengan segala keterbatasan..????
Terimaksih buat seniorku dr.Fitria Heny , jejaknya sangat menginspirasi…. ^_^

Sunday, 17 April 2011

Kami dan Gempuran Media


Tahun 2004 waktunya kami harus fokus dengan UAN dan SPMB, sekolah yang termasuk bagus di daerahku ini dengan sistem Islamic Boarding School tak mungkin mau menanggung malu jika tingkat kelulusan sekolah ini harus turun karena disibukkan oleh hal-hal yang tidak lebih penting dari belajar, maka dikeluarkanlah peraturan dari sekolah bahwa kami yang sedang duduk di kelas tiga tidak boleh ikut acara apapun , apalagi kampanye partai. dimungkinkan dengan kesibukan kami ini,kami nanti tidak akan fokus untuk belajar. ya, yang namanya masih muda, melihat adek-adek kelas bersemangat berangkat DS(direct selling dan kampanye) mana bisa konsentrasi untuk belajar. duduk di depan buku, bermain angka demi angka, merekam kata demi kata ke dalam memory otak kayaknya tidak lebih menarik dari pada pergi dari rumah ke rumah untuk meperkenalkan partai ini. kami mulai protes agar dibolehkan untuk ikut, tetap saja jaaban kepala sekolah kami harus belajar. namun ,setelah beberapa kali lobi2 politik dilakukan akhirnya kami dibolehkan untuk ikut. senang luar biasa, apalagi alasan bisa keluar asrama untuk sejenak. menikmati dunia luar yang lebih menantang, berdialog dari rumah ke rumah dengan orang-orang yang jauh lebih dewasa dari kami.berdialog tetang partai yang kami tawarkan, bukan ajang bagi2 amplop dari rumah ke rumah.

" dek klen berapa dibayar sama PKS?". pertanyaan itu langsung terlontar saat saya dan seorang teman memasuki kantor cabang Partai lain, sebenarnya kami terjebak masuk ke rumah itu, dari luar tidak jelas kalau disitu ada papan kecil dewan pimpinan ranting partai X, karena sudah terlanjur masuk ya hadapi saja. toh bapaknya juga menyambut baik kedatangan kami.
"gak ada pak, kami tak ada dibayar sama PKS".
mana mungkin partai ini bisa membayar kami untuk DS ini, anggota2 Dewan yang duduk di sana kami tahu sendiri bagaimana kodisi ekonominya, bahkan mungkin diantara kami banyak yang lebih baik dari segi ekonomi ketimbang mereka. teringat juga saat2 kami juga menyablon sendiri kaos-kaos yang berlambang bulan sabit kembar itu, beberapa malam kami berganti2 menyablonnya di mesjid Asrama. karena jumlahnya sangat sedikit, akhirnya beberapa diantara kami menyumbang kaos dan jaketnya buat disablon. saya sendiri menyablon jaket saya untuk dipakai kampanye nanti karena saya tidak kebagian kaos.
"ah..masa seh dek, gak ada dibayar..klen bohong ya?"
"serius pak,, kami melakukan ini benar2 ikhlas untuk ibadah."
"klo gitu kasih bapak kaosnya lah satu."
"maaf pak, kami gak punya bajunya lagi, saya aja baju sendiri yang saya sablon pak". sepertinya bpak ini tidak puas dengan jawabanku, wajar saja beliau berpikir mana mungkin kami sudah tidak dibayar malah kaos satu pu tidak dapat.jaman sekarang malah gabung sama partai, bahkan jadi pengurus bisa jadi tempat mata pencaharian.
biarlah, inilah tugas kita buat memperkenalkannya ke masyarakat, kemungkinan besar mereka belum tahu, ya makanya kita kasih tau.
akhirnya hampir 15 menit diskusi dengan bapak tersebut, meperkenalkan partai dan berusaha menjawab pertanyaan2 penasaran bapak itu. kemudian di siang yang terik itu, kami kembali menyusuri rumah demi rumah sampai selesai satu kampung, dari pintu ke pintu, terkadang diterima dengan tangan terbuka, terkadang acuh takacuh, bahkan terkadang ada yang tidak mau diskusi dan bahkan menyuruh kami untuk ke rumah yang lain saja. menurut saya inilah tantangan yang membuat adrenalin saya semakin terpacu. pendidikan yang tak mungkin saya dapatkan duduk dibangku sekolah.
kesibukan demi kesibukan berlanjut antara belajar untuk UAN dan SPMB dengan Kampanye dan DS dari pintu ke pintu. tiba masanya pemilu tiba, alhamdulilah tidak sia-sia keringat ini, meski belum diposisi tiga besar, tapi kamilah pemenang pemilu 2004.
UAn saya dan kawan2 pun lulus sedangkan SPMB mengantarkan kami diatas 80% memasuki dunia kampus beberapa Perguruan Tinggi Negeri, Saya sendiri diterima di Fakultas Kedokteran...luar biasa, tak terkira syukurku untukmu ya Rabb.
memasuki dunia kampus rasanya saya tidak gamang lagi, perang ideologi bukan menjadi momok yang menakutkan, karena bekal dari guru2 saya sewaktu SMA mebuat saya menjadi punya prinsip. saya terjun diberbagai aktivitas dakwah kampus meski tidak berada dijajaran para petinggi, saya juga aktif dikegiatan luar kampus salah satu lembaga kemanusiaan.
pernah disuatu aksi penggalangan dana untuk Palestina, saya dan beberapa teman, adek-adek bahkan senior2 saya yang sudah jadi dokter menyusuri satu persatu toko2 dan pedagang kaki lima di Pasar raya Padang untuk menggalang lembar demi lembar, receh demi receh rupiah. yang terpikir saat itu, bagaimanapun, sekecil apapun kami harus memberikan kontribusi untuk perjuangan saudara-saudara kami di Palestina. Sejenak menanggalkan predikat dokter dan gelar Mahasiswa kedokteran yang terkenal dengan kutu buku, jarang ikut aksi menyusuri gang-gang becek Pasar raya Kota padang.

" pak,Assalamu'alaikum...minta sumbangannya buat palestina"
"kalian ini kayak kurang kerjaan, Negara orang diurus..."
"makasih pak...."
berlalu kemudian ke toko berikunya
" assalamu'alaikum....ibu mohon sumbangannya buat Palestina..."
"eh..buat palestina ya...ini dek.."
"alhamdulilah...mksh bu"
ke toko selajutnya

" assalamu'alaikum...pak mohon sumbangannya buat Palestina pak"
sejenak bapak itu melongo, kemudian beranjak dari tempat duduknya menghampiri kami, dipikir mau ngasih sumbangan ternyata ngasih ceramah lama bangat...
" dek, kalian ini bukannya belajar..klen disuruh orang tua ke sini untuk kuliah kan bukan untuk ini, gimnaa klo kalian gagal, gmn klo kalian tidak lulus-lulus..bla..bla..bla...sudahlah ini tak ada gunanya. klen belajar, klen perbaiki IPK"...

piiuuuuuhhhh.....degup jantung seakan berpacu saling berebut untuk berdetak, menahan emosi jangan sampai membalas memaki orang tua sok tau ini...menahan mulut untuk tidak sedikitpun mengeluarkan kata-kata, mencoba untuk tetap mengangguk layaknya mengerti dan mengiyakan ceramahnya....bayangkan sendiri orang tua saya sendiri tak pernah menghalangi aktivitas saya bahkan mendukung aktifnya saya di Partai dan organsasi lain, lho tiba-tiba bapak yang tak saya kenal ini memarah-marahi mengatakan orang tua saya akan kecewa dengan kegiatan saya....aneh..pikirku

seandainya kembali berjumpa dengan bapak tersebut, saya akan menunjukkan IPK saya kepadanya, saya akan menunjukkan lama masa pendidikan saya. Saya tamat pas pada waktunya dan tidak lebih, dengan predikat sangat memuaskan...jadi tak ada kontra antara saya aktif dimanapun dengan akademik saya, bahkan itu saya rasakan mendukung sekali.

Memasuki dunia profesi, saya dan kawan-kawan terus berusaha untuk bisa bermamfaat, beberapa kali mengadakan pengobatan gratis di payakumbuh dan 50 kota, kalau saya hitung2 dalam waktu setahun sejak 1maret 2010 sampai 1 maret 2011 kami melaksanakan lebih dari 30 kali pengobatan gratis dengan ikhwah disana. di tengah gempuran media berusaha memberikan gambaran kalau Partai ini bukan seperti yang dulu lagi, dari desa ke desa kami masih melayani masyarakat miskin. di tengah-tengah Media mencoba mengkotak-kotakkan kader Tua (keadilan ) dengan kader Muda (kesejahteraan), setiap minggu kami yang muda masih melingkar bersama kader tua itu yang sabar memberikan jatah ruhiyah. di tengah media mati-matian menggambarkan kalau anggota dewan PKS sudah pada sejeahtera, saat itu saya dan seorang kawan masih duduk di kursi sederhana, rumah tanpa perabot,rumah tak berpagar tanpa satpam, tanpa anjing penjaga, di depan terparkir mobil tua..sambil saya bergurau dengan teman " ini rumah anggota dewan???". ^_^

Apalagi yang akan media tampilkan? apalagi yang akan kawan2 Pers karang?...silahkan, bagaimana mungkin kalian bisa meyakinkan kami kalau PKS sama saja dengan yang lain....

"Harapan itu Masih Ada"