Thursday, 4 August 2011
BSMI Melayani Masyarakat Batu Hampar

Hari ini Baksos BSMI Cabang Persiapan kabupaten lima puluh kota diangkatkan di Kenagarian batu Hampar Kecamatan Akabiluru. Baksos kali ini diangkatkan atas kerjasama dengan Mahasiswa KKN Universitas Andalas yang sedang menjalankan KKN nya di kenagarian tersebut. Meski sedang berpuasa relawan dan panitia sangat semangat dalam mengangkatkan acara ini. Acara dibuka jam 9 pagi langsung oleh wali Nagari Batu hampar bapak Asra Arafat,S.si dan juga kata sambutan dari Pembina BSMI lima Puluh Kota ustad. Zukron, B.Ac yang sekaligus memperkenalkan BSMI kepada masyarakat batu Hampar, baksos ini merupakan kali kedua diangkatkan di kenagarian ini setelah tahun lalu sukses mengangkatkan acara yang sama berupa pengobatan gratis dan pemeriksaan kesehatan.
Antusias warga sangat kelihatan dengan berkumpulnya masyarakat untuk mendaftar dan menunggu rombongan relawan BSMi tiba di tempat acara. Acara juga di hadiri oleh dokter dan petugas dari Puskesmas setempat, sedangkan tenaga medis dari BSMi sendiri yaitu dr. Eka Ramawindha , dr. Mukri Nasution beserta beberapa relawan BSMI lainnya.
Dalam kata sambutannya walinagari bau hampar berharap acara-acara seperti ini bisa diangkakan kembali , begitu juga dari puskesmas karena acara seperti ini otomatis akan membantu kerja Puskesmas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kerjanya.
Acara berakhir sekitar jam 1 siang dengan jumlah pasien sekitar 110 orang, kebanyakan dari kelompok lanjut usia dengan keluhan yang beragam, kebanyakan adalah tekanan darah tinggi, osteoarthritis , sedangkan pasien anak-anak kebanyakan dengan keluhan ISPA.
Acara ditutup dengan pemberian sertifikat dari Mahasiswa KKN Unand yang diwakili oleh ketua panitia Rahmat Syawqi,S.Ked kepada BSMI dan juga sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Sukses selalu untuk memberikan pelayanan buat ummat. Care fot lIfe!!!
Thursday, 21 July 2011
Pesta Burung di 50 Kota
Sarilamak City, 3 juli 2011
Suatu nikmat yang luar biasa bisa dipertemukan dan berinteraksi dengan orang2 seperti ini, memiliki kepedulian yang tinggi dengan sekitarnya. Alhamdulillah Sore ini aku kembali bersama mereka dengan niat yang sama-sama insyaallah membantu masyarakat , menyumbangkan sedikit ilmu yang dimiliki. Lagi-lagi di dalam Mobil Ambulance ini bersama 17 relawan BSMI lainnya menembus senja yang mulai memerah di ufuk barat menuju Kabupaten 50 kota , tepatnya Sarilamak City untuk acara Khitanan Massal yang di adakan besok dengan target 100 pasien. Di Dalam Ambulance duduk melantai, tubuh besar ini pun susah untuk berubah posisi karena sempitnya. Di depan di sebelah sopir ( Adri .red) ada tiga relawan yang saling berbagi tempat duduk yang seharusnya di isi oleh 2 orang maksimal ( zaki,diez, sep), sisanya di belakang sebanyak 14 Relawan yang duduk manis berbagi tempat (dr. hendra botak yang sekarang sudah terbang ke Bandung untuk PPDS Bedah,dr.fiki dan dr.abdi yang akan menjalani hari-hari intership, saya sendiri yang tak boleh disebut namanya, kemudian kurcaci2 lainnya uul, irsal,benny,akhnal,nissa,iis,adik,sari,resti,dian yang masih membabu buta dalam dunia perkoasan, ntahlah berapa seharusnya kapasitas ambulance ini, yang jelas kami sudah tersusun rapi, relawan akhwat di bagian belakang dan ikhwan di depan dengan pembatas tas ala kadarnya.
Mengisi kebosanan dan kepenatan dalam perjalanan yang memakan waktu 4 jam tak hentinya kami bercerita tentang segala hal dan topic yang terkadang sudah berbau gossip ah bukan gossip ini hanya cerita masa depan dan masa lalu … ha ha ha ^_^ . begitu juga dengan berbagai cemilan yang menemani cerita perjalanan , kuwaci sang favorit selain memang enak buat cemilan yang jelasnya murah untuk orang sebanyak ini. Salah satu trik untuk penghematan biaya.
Singkat cerita setelah sebentar menukmati Kuliner khas Payakumbuh-50 Kota yaitu sate dangung-dangung akhirnya kami nyampe di Sarilamak City, sayangnya ini sudah jam 10 malam jadi pesona alam Harau tak bisa dinikmati saat ini, sekarang kita juga sudah tak terpikir untuk hal itu, yang terpenting sekarang adalah untuk mencari tempat merebahkan tubuh yang sudah terombang-ambing diatas ambulance selama 4 jam lebih. Saatnya tidur istirahat untuk persiapan acara pesta burung besok pagi.
Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, meski target awal 100 pasien tidak terpenuhi karena yang hadir hanya 63 anak, cukuplah buat pesta burung kali ini, cukup melelahkan. Terkadang diselingi isak dan jerit pilu anak-anak yang akan dikhitan.
Bertambah lelah dengan adegan Ban Ambulance pecah saat perjalanan pulang menuju padang.
Aku juga mulai bingung untuk menulis apa, sebaiknya kita akhiri saja tulisan ini sebelum keluar kata-kata berbau narsistik. Semoga agenda-agenda baksos dan khitanan ke depan selalu diberikan kemudahan dan kita juga selalu diberikan semangat untuk tetap melayani ummat.
Selamat Bekerja untuk Indonesia!!!
Tuesday, 28 June 2011
Mari berbenah kawan.......

Sebentar lagi sore akan menelan siang ini, pekatnya malam akan segera datang. saya masih harus melayani beberapa pasien di IGD ini. dinas 15 hari full 24 jam benar2 sungguh sangat menguras tenaga, tapi demi sesuap nasi dan segenggam berlian..tak apalah ( ^_^ ) bersabar untuk sebuah cita-cita. dinas 24 jam ini juga tak bisa membuat saya leluasa untuk berinteraksi dengan kawan2 ikhwah disini, padahal di tengah padatnya kerja yang menguras beban mental dan tenaga seperti ini, sudah selayaknya sering2 bertemu mereka untuk menambah energi baru. beberapa kegiatan yang ditawarkan pun dengan berat hati saya harus menolak karena sama sekali tak bisa meninggalkan dinas ini. Namun, waktu 15 hari lagi insyaallah saya buat diri ini lebih bermamfaat untuk ummat, beberapa agenda bakti sosial kami angkatkan selama libur dinas 15 hari plus ditambah jalan-jalannya.
Sunday, 19 June 2011
Kultwit # Bersyukur

1.Kita mestinya lbh bnyak brsyukur, sampai detik ini nikmat yg diberikanNYA untk kita sangat banyak
2.trkadang dlm kondisi sempurna malah kita banyak yg lalai dari nikmatNYA
Friday, 17 June 2011
Bertahan di Dunia Profesi

Terjun di dunia profesi adalah sebuah tantangan baru yang sangat menarik untuk kita cermati bersama, jika kita pandai mengelolanya dengan baik maka dakwah kita akan semakin mudah diterima orang lain dibanding ketika kita mahasiswa yang masih sering dicap anak kemarin sore. akan tetapi dunia profesi juga tidak satu dua orang telah menggugurkan semangat para aktivis dakwah yang tidak bisa menghadapi kondisi yang ada. dunia profesi menghadapkan kita pada realitas yang ada, kita akan berinteraksi dengan berbagai ragam manusia yang bahkan bertolak belakang dengan prinsip kita 180 derajat, berbeda dengan kondisi kampus meski dunia kampus dihadapkan pada berbagai macam corak pemikiran mahasiswa namun disana kita masih banyak saudara -saudara sesama akitivis dakwah yang memiliki ide dan pemikiran yang sama, ingin berkeluh kesah mereka selalu ada, ingin menyejukkan hati dengan tausiah mereka selalu siap untuk kita, sungguh sangat nyaman jika mengingat masa-masa itu. memiliki mereka adalah sebuah nikmat yang luar biasa terutama lebih terasa setelah sekarang ini, setelah dipisahkan jarak dan waktu, menyendiri dan mencoba bertahan untuk bisa terus berpijak di dalam barisan ini. tak sedikit dari kita yang memilih untuk mundur karena kondisi lingkungan yang memaksa kita untuk menanggalkan segala label kita selama ini, berbaur bersama mereka tanpa bisa berbuat apa-apa, atau memilih diam sebagai penonton dan disibukkan dengan urusan profesi kita masing-masing, disibukan dengan urusan beberapa cita-cita yang belum tercapai. tapi yang luar biasa beberapa dari mereka bisa memilih untuk bertahan di dalam kondisi yang meski serba kekurangan, sendiri, banyak tantangan, banyak masalah, tak ada kawan untuk berbagi cerita, tak ada kawan untuk mendengarkan meski sepatah keluh kesah betapa beratnya medan yang dihadapi.....
Sunday, 22 May 2011
Film-Film tentang Palestina
1. "Miral "
cerita yang mengisahkan perjuangan empat orang wanita palestina ini digarap oleh sutradara terkenal Julian Schnabel, cerita ini diangkat dari sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis palestina Rula Jebreal. Film ini bercerita tentang kronik kehidupan empat perempuan Palestina - dari tahun 1948 hingga negara Israel diciptakan pada awal tahun 1990-an.dan yang paling menarik dari pembuatan film ini adalah sutradaranya seorang Yahudi Amerika.Film ini bercerita tentang kronik kehidupan empat perempuan Palestina - dari tahun 1948 hingga negara Israel diciptakan pada awal tahun 1990-an.Melalui empat wanita yang menjadi tokoh dalam film, dan terutama Miral, si bungsu, film ini bercerita tentang konflik Israel - Palestina yang sedang berlangsung. Sutradara Julian Schnabel, seorang Yahudi Amerika, mencoba melihat konflik melalui mata Palestina.
sayang sekali jika film ini anda lewatkan.....



