Monday, 11 April 2011

UNDANG-UNDANG NEGERIKU TERCINTA



UNDANG-UNDANG NEGERI INI, NEGERIKU TERCINTA

1. PKS SELALU SALAH


2. JIKA PKS BENAR, KEMBALI KE PASAL 1


“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS al-Maidah [5]: 8)




Friday, 8 April 2011

Sampai Kapankah Badai ini???


Ntah sampai kapan Badai ini reda, ntah sampai kapan kapal ini akan terombang ambing dihantam dari berbagai sisi. Seakan jalan yang kita tempuh ini memang tercipta seperti ini, penuh tantangan, rintangan. Mengingat beberapa kisah Rasullullah dan Sahabat di masa awal dakwah, saya mulai berpikir lagi, ternyata ini belum seberapa, ternyata ini hanya bagian kecil dari sebuah perjuangan. Memang sebuah tarbiyah yang luar biasa sehingga para sahabat mampu menjalaninya hingga akhir, baik penyiksaan fisik, pengucilan, fitnah yang bahkan mendera istri Rasullullah, Aisyah . ya ..ini belum seberapa, kami hanya disuruh untuk bersabar dan tetap bekerja.


belum lagi terselesaikan alias masih hangat kasus beberapa Ustadz yang duduk di Parlemen atas pengaduan YS tentang Korupsi, keterlibatan dengan NII, masalah Poligami. sekarang muncul lagi kasus Aggota DPR dari jamaah ini yang sedang menonton situs porno. bagaikan gula semut pun berlomba mengerubuginya, media dan pers menjadikan bahan empuk untuk menjadikan topik utama tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu, beritapun kebanyakan adalah Opini yang dimunculkan bukan fakta. sebelumnya Jamaah ini juga diterpa isu tidak menyedapkan, kasus Ustd Anis Matta yang dituduh sebagai aktor di video porno, kepergian Gubernur sumbar yang nota bene masih kader PKS ke luar negeri saat Bencana Mentawai, Kasus Misbakhun yang terlibat dana Century. benar-benar sudah diset sedemikian rupa. bagi kader mungkin ini tidak terlalu berpengaruh banyak, akan tetapi bagi orang ammah yang tidak mengetahui duduk perkaranya ini sangat mengecewakan mereka.
tetapi setiap kali media melempar isu ini ke publik, setelah itu tidak ada lagi konfirmasi tentang benar tidaknya suatu masalah tersebut. cara-cara keji untuk membunuh karakter seseorang.

di tengah terpaan badai ini sesungguhnya tak berpengaruh bagi kami, terlalu dipikirkan juga terlalu banyak mebuang energi, sebesar apapun badai ini, kami akan tetap bekerja meski media tak sedikitpun melirik kerja kami di masyarakat. terimakasih buat teman-teman pers dan media.
Bekerja untuk Indonesia. " mari kita buktikan suatu saat bangsa ini akan bangga dengan keberadaan kita". Semangat buat kawan2 semua "Harapan itu akan selalu ada" insyaallah.... ^_^. semakin dekatlah denganNYA, mari kita perbaiki kembali ibadah-ibadah wajib dan sunnah kita, kita hanya punya DIA sebagi tempat berharap.

"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." (3:200)





Sunday, 3 April 2011

Membangun Kekuatan Diri


#Tidak ada pilihan lain ,Jika ingin menang jadilah pribadi yang kuat

#Kita tdk akan pernah menjadi pribadi yang kuat jika kita tetap tenggelam dlm ruang gelap ,yakni kelemahan diri

#kita diberi kekuatan untuk memilih& mengambil keputusan, maka tentukanlah langkah kita benar atau salah,bermanfaat atau tidak



#Kekuatan yg dimaksud bknlah trbatas pd kkuatan fisik, mampu mngendalikan hidup juga adalah sebuah kekuatan

#Kkuatan k 3 adalh kekuatan mpengaruhi orang lain, ini pun bisa kita capai stelah kita trlebih dahulu mperbaiki diri kita sndiri.

#Karunia k 4 yg kita miliki adlh kmampuan brkomunikasi dgn orang lain

#Tetaplah kokoh& brpegang kuat pada Islam, komitmen kita adalh salah satu modal kebaikan yang kita miliki

#Bagaimana mungkin kita akan menuai hasil yg baik jika kita tdk mngsah kpercayaan diri. Percayalah tdk ada yg tdk mungkin

(@Almandily_nst on Twitter)

Saturday, 2 April 2011

Membuang Sikap Pesimis


Terkadang memang susah untuk membangun rasa Optimis, apalagi kondisi kita berada paling bawah, keberuntungan seakan tak berpihak dengan kita, kondisi tertindas, jadilah kata-kata kita bernada pesimis. Ini tak mungkin, yang itu apalagi. Pesimis merupakan sikap keterkungkungan yang kita buat sendiri, kita membelenggu diri kita sendiri dengan rantai ketidak percayaan. Semakin kita pesimis terhadap sesuatu hal, maka yakinlah semakin jauh kita akan mencapai sebuah kesuksesan.


Masih ingatkah kita ketika para sahabat menyaksikan saat Rasulullah menggali parit sebelum perang Khandak terjadi, ketika Rasulullah memukul batu keluarlah percikan cahaya …” Allohu Akbar, aku akan menerima kunci Negeri Syam. Demi Allah aku melihat bagaimana Istana-Istana Syam yang merah saat ini. “
Mendengar ucapan tersebut Yahudi dan orang-orang munafik mulai mencibir Rasulullah, bagaimana mungkin Islam bisa menguasai syam disini sendiri mereka kelaparan dan akan segera dihabisi oleh Quraisy.
Rasulullah kembali memukul batu tersebut kemudian keluar lagi percikan…” allohu Akbar, Aku akan menerima kunci Persia. Demi Allah aku melihat Istana mereka yang putih sekarang.”
Kembali orang-orang munafik mencibir Rasulullah, “ Muhammad semakin gila, bagaimana mungkin Persia yang begitu kuat mampu dikuasai oleh ummat Islam, bahkan sekarang saja untuk makan mereka kesusahan, musuh mereka mengepung dimana-mana.”
Rasulullah memukul batu itu lagi hingga batu tersebut pecah. “ Allahu Akbar, aku akan menerima kunci Yaman. Demi Allah aku melihat pintu-pintu Shan’a dari tempatku sekarang.”
Meski kata-kata Rasulullah tersebut terdengar konyol di telinga Yahudi dan orang-orang Munafik, ternyata sikap Rasulullah tersebut terjadi setelah beberapa ratus tahun kemudian setelah kata-kata itu beliau ucapkan. Sebuah kata-kata optimis yang menumbuhkan semangat pada diri kaum Muslimin saat itu.
Yakinlah, bahwa rasa pesimis merupakan ketakutan yang berlebihan terhadap suatu kondisi yang tidak kita inginkan, ketakutan kita akan sebuah kegagalan dan itu menunjukkan kurangnya keimanan kita, mulai hilangnya kepercayaan kita bahwa Allah itu ada untuk menolong dan menjaga kita.
Robert sigler menguraikan 10 sikap yang mampu mengikis sikap pesimis dari dalam diri kita
1. Berusaha
Sikap pesimis bukanlah merupakan sikap genetic yang tidak bisa dilepaskan dari diri seseorang. Jika ada kemauan kita untuk terlepas dari sebuah masalah , maka insyaallah kita akan mendapatkan kebebasan itu sendiri.
2. Belajar
Tidak mungkin juga ketika kita menginginkan sesuatu, bercita-cita setinggi langit namun kita tidak ada usaha, kita tidak belajar. Tentukanlah target apa yang akan kita raih dan rinci apa saja jalan yang akan kita tempuh untuk menggapai target tersebut.
3. Berubah
Berubahlah untuk sebuah kebaikan, jangan terlena dan merasa puas pada kondisi yang sudah kita dapatkan sekarang. Apalagi kita nyaman dengan kondisi kita yang berada pada lingkungan dan sikap yang tidak baik. Berhijrahlah menuju sebuah kesuksesan.
4. Yang tersisa
Cobalah lihat potensi apa yang masih tersisa dalam diri kita. Misalnya kita ingin mengambil spesialisasi dalam dunia kedokteran, namun melihat persaingan saat ini yang kurang sehat kita semakin tak percaya diri, sehingga ada yang menyebutkan PPDS itu adalah Putra Putri dokter spesialis karena memang dilapangan kita temukan mereka memiliki peluang lebih besar untuk diterima dibanding kita yang tidak memiliki vertebrae. Sedangkan dari segi ekonomi pun kita bukanlah terlahir dari keluarga kaya raya. Tapi lihatlah potensi yang masih tersisa dalam diri kita, Allah begitu agungnya menganugrahkan kita sebuah Otak yang , kepintaran yang ada pada diri kita meskinya lebih kita syukuri. Lihat saja, bahkan mungkin dahulu kita tidak pernah membayangkan bisa memakai jas putih ini, sekarang tanpa disadari kita sudah menggapainya. Yakinlah dengan pertolonganNYA selagi niat kita untuk sebuah kebaikan.
5. Positif
Biasakanlah untuk berfikiran positif. Janganlah tenggelam dalam pemikiran-pemikiran negative yang akan semakin menjauhkan kita dari kesuksesan. Cobalah memandang setiap permasalhan dari sisi positifnya. Kita terlahir dari keluarga yang kurag mampu, maka jalan inilah mungkin yang Allah berikan kepada kita agar kita lebih keras lagi untuk bekerja meraih sebuah cita-cita.
6. Tenang dan lapang
Bersikaplah tenang dan lapangkanlah dada kita. Jangan pernah berpikiran untuk mundur meski beberapa kali kita sudah mencoba namun tetap menuai kegagalan. Yakinlah, itu merupakan sebuah keberhasilan yang masih tertunda.
7. Reaktif
Berlatihlah untuk memberikan reaksi positif terhadap setiap permasalahan yang kita hadapi. Yakinlah ujian dalam bentuk apapun bisa saja kita arahkan ke arah yang lebih baik.
8. Kemungkinan
Yakinlah bahwa setiap apapun mungkin kita lakukan, tidak ada hal yang tidak mungkin. Lihat saja bagaimana orang bisa pergi ke Bulan, bisa mengelilingi dunia. Si ini yang bukan siapa-siapa bisa menjadi seorang professor, bisa menjadi sukses.
9. Di Balik Hambatan
“maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. (QS.94;5-6). Bahkan dua kali Allah mengulang perkataan tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan ayat berikutnya “ maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain.” (QS.94;7)
10. Janji
Berjanjilah pada diri sendiri untuk selalu menyuplai energy positif, senantiasa mendekatkan diri kepadaNYA, meminta tolong akan segala permasalahan yang kita hadapi.

Pesimis ini merupakan belenggu yang kita ciptakan sendiri, kebebasan yang kita kekang sendiri dengan sikap ketidakpercayaan kita. Maka untuk itu marilah kita berusaha untuk melepaskannya.

Wednesday, 30 March 2011

Generasi Terputus.....


aku masih memandangi foto ini, orang 2 ini bukanlah orang-orang biasa dulu di kampusnya, minimal mereka mengambil peran, menjadi penggerak kawan-kawan yang lain untuk sebuah perubahan ke arah yang lebih baik. menjadi aktivis ini atau aktivis itu. ada yang ketua BEM di Fakultas ini, ketua BEM di Fakultas itu, aktivis Forum studi ini, Forum studi itu, ketua ini ketua itu, DPM, LSM,majelis syuro serta Unit kegiatan mahasiswa lain. memikul lebih dari satu dan 2 amanah di kampus, ada yang berangkat jam 6 dari wisma dan pulang baru setelah isya, rapat ini rapat itu. sehingga terkenal istilah di Alkamil Padang " Aktivis Alkamil". meski kami sibuk diberbagai aktivitas di kampus, tapi ini adalah rumah kami, tempat yang memperssatukan kami, dan tempat yang melahirkan kami, sehingga sesibuk apapun, kami selalu mengusahakan untuk berkumpul melepas rindu dan lelah.



Tepat Tahun 2001 saya masuk ke Nurul 'Ilmi, ditempa oleh guru-guru saya yang luar biasa. bukan hanya sekedar mengajari kami dengan ilmu-ilmu eksakta, tapi kami juga di isi oleh ilmu-ilmu akhirat, ditempa dari segala sisi. buka sekedar melarang ini itu, tapi mereka juga adalah contoh hidup yang bisa langsung untuk ditiru. melangkah dari niat untuk memperbaiki nasib anak bangsa ini baik secara moral dan akademik menjadikan mereka makhluk-makhluk yang tak kenal lelah untuk menimpa kami mulai dari bangun dini hari hingga bangun kembali. di sinilah saya diperkenalkan dengan proses tarbiyah yang namanya Liqo, membentuk sebuah lingkaran-lingkaran kebaiakan. akhirnya selama 3 tahun saya ditempa di NI, alhamdulillah sedikit banyaknya saya mengerti..ooo, islam yang benar itu ternyata seperti ini, Islam yang lembut, sejuk, islam yang intelek ,Islam yang memiliki sebuah martabat, Islam yang moderat. dari segi akademik kami juga dituntut untuk mampu menembus universitas-universitas Negeri atau perguruan-perguruan tinggi yang bagus. sehingga rata-rata di atas 80% kami lulus SPMB ( seleksi penerimaan mahasiswa baru) yang sekarang namanya UMPTN ( ujian masuk perguruan tinggi negeri).

di tempa selama 3 tahun dan bahkan banyak yang selama 6 tahun di NI, menjadikan kami tidak gamang ketika memasuki dunia kampus. ada yang masih bertahan seperti sewaktu di NI tanpa pengawasan guru-guru dan beberapa memilih untuk istirahat, sunnatullah berguguran di jalan ini. namun saya yakin , mereka masih orang-orang yang berfikiran hanif untuk memperbaiki bangsa ini, masih mendukung dakwah ini meski tidak terlihat aktif. karena penempaan selama 6 tahun di NI pasti meninggalkan bekas yang luar biasa.
Alumni yang di Padang sendiri saat itu adalah aktivis-aktivis di fakultas dan kampus masing-masing. sehingga saat pertama masuk kampus banyak pertanyaan " kenal si ini? kenal si itu?"..dengan bangga saya menjawab " itu adalah senior saya".

saat itu nilai persaudaraan itu sangat terasa, benar-benar merasa terlahir dari satu rahim yang sama. senior memang benar-benar membimbing junior dan junior juga benar-benar hormat pada senior. menyepakati hal-hal yang baik untuk diterapkan di wisma. ah...saya begitu merindukan mereka, senior-senior dan junior-junior saya yang luar biasa.

Namun, tampaknya Rahim NI itu sudah lelah melahirkan bibit-bibit unggul untuk kampus, atau seperti kata sebagian memang rahim itu dipaksa untuk tidak lagi melahirkan bibit-bibit unggul. sehingga seiring waktu, sekarang ini ada yang mulai menuntut untuk aturan wisma dirobah, aturan wisma diperlonggar, aturan sudah tak sesuai lagi dengan jaman, sholat jamaah bukan lagi sebuah kewajiban, bahkan ketika senior yang masih di wisma mengingatkan solat , jawabannya " uruslah urusan masing-masing", yang putri mengganggap berpakaian rapi berjilbab lebar adalah sesuatu yang ribet, kaos kaki tak lagi menutupi kaki mereka ....Naudzubillah, mulai ada kebiasaan merokok di wisma putra yang dulu di NI kami bahkan diharamkan untuk berjumpa dengan benda yang beberapa senti itu, Pacaran sudah menjadi hal yang biasa. ada apa dengan NIku? ada apa dengan proses penempaan di sana, sehingga menghasilkan bibit-bibit seperti ini???.apakah benar kata seorang seniorku, Generasi ini akan terputus???


Terimakasih buat guru-guruku di NI yang dulu dengan sabar memperkenalkan saya dengan Tarbiyah.

Thursday, 24 March 2011

Sebuah Nama, Sebuah Harapan


Berharap sebuah nama menjadi sebuah do'a yang di dalamnya terkandung harapan membuat saya tenggelam dalam pencarian sebuah nama untuk calon keponakan saya dari kakak yang ke-3 yang akan lahir bulan ini insyaallah. beberapa bulan yang lalu juga saya bergelut dalam sebuah pencarian sebuah nama untuk keponakan saya juga anak saudara (abang) saya yang ke 4, sebenarnya keponakan saya itu sudah dikasih nama oleh abang saya, tapi karena gak ada arti yang jelas dan harapan di dalamnya kecuali hanya mirip2 nama artis maka saya mengusulkan buat mencarikan nama untuk mengganti namanya. alhmadulillah usulan pun di terima. senangnya bisa ngasih nama buat keponakan saya....apalah arti sebuah nama kata sebagian orang, tapi bagi saya sangatlah berarti..nama adalah doa, harapan untuk kedepannya dia seperti apa...


untuk nama keponakan buat anak abang saya , saya kasih nama SYAUQI HIMADA . saya sangat merindukan sosok Muhammad, sebagaimana mungkin saudara-saudara seiman saya yang lain, Juga pastinya sebagaimana kerinduan kedua orang tuanya. dan akhirnya besarnya kerinduan saya tertuang di dalam namanya.

kata SYAUQI yang berarti kerinduanku mungkin sudah menjadi kata yang tak asing di telinga kita, kata Syauqi berasal dari bahasa arab

sedangkan kata HIMADA mungkin masih asing di telinga kita, dan kata itu tidak akan kita temukan di dalam Al-Qur'an sekalipun. kata Himada berasal dari bahasa Ibrani yang berarti terpuji, sedangkan dalam bahasa Yahudi adalah HIMADATH, dan dalam bahasa Arab adalah AHMAD, semua kata tersebut apabila kita hilangkan huruf vokalnya maka semuanya akan meninggalkan konsonan H-M-D.

turunnya nubuat akan hadirnya seorang Nabi yaitu ketika Yahudi berada pada keterpurukan . maka Allah mengutus Haggai, di dalam alkitab Haggai disebut adalah seorang nabi yang di utus untuk bangsa Yahudi yang mengabarkan bahwa akan datangnya seorang HIMADA

" Dan aku akan menggoncangkan semua bangsa, dan HIMADA untuk semua bangsa ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, kata Tuhan pemilik rumah." Hagai 2:7

namun kita ketahui meskipun Nabi Haggai menyampaikan akan nubuat kedatangan seorang Nabi buat semua bangsa, yang namanya Yahudi mengartikan kata HIMADA ini bukanlah sebuah nama melainkan sebagai kata sifat, sehingga mereka tidak percaya kepada Nabi Muhammad.

besar harapan saya dan kedua orang tua ponakan saya kelak dia menjadi seorang perindu Muhammad dengan kerinduannya ia makin dekat kepada ajaran dan sunnah beliau, berada dibarisan dakwah Beliau, bersama berjuang dalam barisan orang-orang yang memiliki kerinduan yang sama kepada sosok Muhammad SAW. Amin


setelah pencarian saya yang kedua untuk keponakan saya anak kakak saya yang ke -3 akhirnya saya menemukan nama ZAKI ASHIRAZY.
ZAKI yang berarti kecerdasan sangat berharap kelak ia menjadi seorang Muslim yang cerdas. sedangkan untuk ASHIRAZY berasal dari kata Siraaj yang berati Cahaya, berbeda dengan kata Nur yang juga berarti cahaya, Siraaj merupakan cahaya matahari, sedangkan Nur lebih kepada cahaya bulan....

wa ja'alal-qamara fiihinna nuuraw wa ja'ala-asy-syamsa siraaja.
Dan diciptakan rembulan yang mengeluarkan nuur dan diciptakan matahari yang mengeluarkan siraaj. (QS 71:16)

Secara fisika, siraaj adalah sinar matahari yang mengandung gelombang energi panas dengan suhu permukaan pada sumbernya mencapai 5.500 °C dan suhu pada intinya 15 juta °C dan merupakan sumber penerangan dalam tata surya galaksi kita ini, sedang nuur adalah sinar matahari yang dipantulkan oleh rembulan dengan sifat yang lembut karena tidak memiliki gelombang energi panas yang membakar.

sehingga pemakaian kata Siraaj dibanding Nur saya memilih untuk memakai sinar yang lebih kuat, energi yang lebih besar. karena umat ini butuh energi lebih untuk memperbaiki kondisi yang sangat memprihatinkan sekarang ini, ditengah kondisi umat yang semakin parah, kegelapan yang semakin menyelimuti, berharap akan hadirnya Cahaya yang mampu menerangi umat ini...

ZAKI SHIRAZY, semoga proses kelahiranmu dipermudah olehNYA , jadilah kelak seorang dengan kecerdasan yang dikaruniai untuk menerangi kembali ummat ini...bersama saudara-saudara Muslimmu yang lain sebagaimana mereka merindukan sosok Muhammad..ambillah peranmu dalam barisan dakwah ini.


kapan ya kesempatan buat ngasih nama anak sendiri...he he he ^_^

Wednesday, 23 March 2011

Inilah Islam, Inilah Jalanku, Inilah Politikku


Usamah bin Zaid memimpin sebuah ekspedisi militer yang di sana ada tokoh2 besar seperti Abu Bakar dan Umar, sedang usianya masih 19 tahun. Harun Ar-Rasyid memimpin imperium raksasa yang terdiri atas tiga benua besar, yaitu Asia, Afrika, dan Eropa, sedang usianya baru 22 tahun. anaknya Harun Ar-Rasyid ,yaitu Al-Amin pernah jga memimpin pasukan besar di khurasan lalu menang sedang usianya baru 11 tahun.



konstanstinopel akhirnya terbuka dan memenuhi mimpi 8 abad ummat Islam di tangan seorang pemuda yang usianya 24 Tahun , Muhammad al-fatih. Sulaiman menjadi Sultan Daulah Utsmaniyah di usianya yang ke 26, dan Eropa menggelarinya Sulaiman the Magnificent.



imam Syafii menjadi guru besar ummat di usianya yang ke 7. Hasan Al-Banna mendirikan organisasi superbesar yang akhirnya menyebar di 70 negara sedang usianya 22 tahun. juga ada seorang pemuda yang sakit-sakitan, tapi ia bergerilya di hutan hingga menjadi panglima besar seluruh nusantara saat usianya 25 tahun, dialah jenderal Sudirman.



di usia muda mereka telah berkarya. di usia muda , mereka bergerak dibelantara tantangan dan mendobrak kukuhnya permasalahan. mereka telah memberi sesuatu terhadap negaranya bahkan umatnya, sehingga sejarah mencatat mereka sebagai sesuatu.



( Buku : INILAH POLITIKKU. Karya : Muhammad Elvandi )

buku yang sangat direkomendasikan buat anda yang masih muda