Thursday, 30 September 2010
Wednesday, 29 September 2010
30 SEPTEMBER 2009...SAAT-SAAT YANG MENCEKAM
HASIL JEPRETAN DI 30 SEPTEMBER YANG LALU..BEBERAPA JAM SETELAH GEMPA YANG MENGGUNCANG KOTA PADANG....
WARGA KOTA PADANG YANG MENYELAMATKAN DIRI MENUJU KAMPUS UNAND BEBERAPA MENIT SETELAH GEMPA

PENGUNGSI DI TENDA-TENDA PENGUNGSI DI KAMPUS UNIVERSITAS ANDALAS DI LIMAU MANIS

HOTEL AMBACANG YANG BANYAK MENELAN KORBAN

BIMBINGAN BELAJAR PRIMAGAMA YANG RATA DENGAN TANAH, BANYAK KORBAN ANAK-ANAK SEKOLAH DI TEMPAT INI

PERTOKOAN DI IMAM BINJOL

MESJID MHAMMADIYAH SIMPANG HARU....LANTAI 2 MENJADI LANTAI 1

SEBUAH TOKO DI JALAN VETERAN

PERKANTORAN DI JALAN KHATIB SULAIMAN...RATA-RATA SEMUANYA HANCUR

SALAH SATU TOKO DI SAM RATULANGI...SAAT PENGAMBILAN FOTO INI SALAH SEORANG KORBAN BERTERIAK MINTA TOLONG DARI DALAM GEDUNG

DIAMBIL OLEH TEAM MEDIS BSMI CABANG PADANG LANGSUNG BEBERAPA JAM SETELAH GEMPA UNTUK MELIHAT KONDISI KERUSAKAN DAN PERKIRAAN JUMLAH KORBAN
WARGA KOTA PADANG YANG MENYELAMATKAN DIRI MENUJU KAMPUS UNAND BEBERAPA MENIT SETELAH GEMPA
PENGUNGSI DI TENDA-TENDA PENGUNGSI DI KAMPUS UNIVERSITAS ANDALAS DI LIMAU MANIS
HOTEL AMBACANG YANG BANYAK MENELAN KORBAN
BIMBINGAN BELAJAR PRIMAGAMA YANG RATA DENGAN TANAH, BANYAK KORBAN ANAK-ANAK SEKOLAH DI TEMPAT INI
PERTOKOAN DI IMAM BINJOL
MESJID MHAMMADIYAH SIMPANG HARU....LANTAI 2 MENJADI LANTAI 1
SEBUAH TOKO DI JALAN VETERAN
PERKANTORAN DI JALAN KHATIB SULAIMAN...RATA-RATA SEMUANYA HANCUR
SALAH SATU TOKO DI SAM RATULANGI...SAAT PENGAMBILAN FOTO INI SALAH SEORANG KORBAN BERTERIAK MINTA TOLONG DARI DALAM GEDUNG
DIAMBIL OLEH TEAM MEDIS BSMI CABANG PADANG LANGSUNG BEBERAPA JAM SETELAH GEMPA UNTUK MELIHAT KONDISI KERUSAKAN DAN PERKIRAAN JUMLAH KORBAN
Tuesday, 28 September 2010
Camping....lelah yang sangat berkesan.

Mentari pagi kian meninggi merangkak naik dari balik celah pepohonan hutan bukit barisan. Sekian kalinya mobil tropper ini di starter tak juga mau hidup malahan AKInya habis dan perlu di cas lagi. Di tengah hutan seperti ini mau dicari kemana, listrik ja nggak ada, terpaksalah kami mendorong mobil , udah yang mendorong juga Cuma berempat jalannya becek lagi sehingga mobilnya tambah susah buat didorong…..jalan-jalan yang berakhir derita.
Sekitar sebulan yang lalu tepatnya saat Ramadhan rombongan Tim Medis Pras PKS kabupaten 50 kota mengadakan pengobatan gratis ke daerah ini, daerah yang sangat terpencil bahkan listrik dan aspal pun blum sampai ke sini, masyarakatnya rata-rata menengah ke bawah. Namun, yang namanya Sumatera apalagi Sumatera Barat dimana- mana selalu saja memberikan pemandangan yang luar biasa, nagari ini dikelilingi rangkaian bukit barisan sehingga terlihat eksotis sekali, gemericik sungai yang membelah perkampungan menambah daya tarik tersendiri tempat ini, sehingga kami tim medis saat itu memutuskan untuk datang lagi kesini dengan agenda yang lain yaitu camping. Kebetulan di sana ada rumah salah seorang ikhwah, akhirnya kami menyepakati untuk mengosongkan jadwal tanggal 25 dan 26 september.

Agenda bermalam sambil bakar ikan dan ayampun menjadi agenda utama.akhirnya Singkat cerita pas di hari H saya, dr.Rio, bg Altoyo , Kaka dan Agus bisa untuk berangkat , saat perjalanan kami kesini pun sangat mulus. Mobil tropper di pinjamin sama H.Yos, ayam dan ikan sudah disediain kawan-kawan, bumbu2nya juga dah disiapin trus dibekalin lagi dengan snack sama orang tuanya bang Altoyo ,sama orang tuanya Kaka. Berangkat sekitar jam 5 sore dan nyampe ditempat sekitar jam 6. Alhamdulillah tak ada hujan, padahal seminggu ini setiap sore payakumbuh selalu diguyur hujan sampe malam… malam ini bulan purnama 15 syawal pun tampak sempurna..luar biasa. Sampai acara kami selesai langit sumatera begitu cerah dengan taburan bintang…kenangan yang luar biasa. Lelah kerja seminggu ini terbayar sudah dengan acara jalan-jalan ini….
Kembali mataku tertuju ke mobil tropper yang tak kunjung hidup ini, tenaga saya sudah terkuras habis buat mendorongnya, pasrah, putus asa, kesel campur aduk jadi satu. Mentari semakin meninggi, keringatku bercucuran, perut mulai terasa lapar, mie yang jadi sarapan tadi pagi ntah sudah kemana energinya….menelpon berharap ada bantuan , sinyal disini susahnya minta ampun, harus naek2 bukit dulu, atau klu nggak naek atap rumah, orang yang bisa ngantarin AKI pun bisanya paling cepat jam 5 sore…mentari siang mulai merangkak kebarat, harapan untuk bisa pulang hari ini perlahan mulai membuyar….jam ditangan sudah hampir menunjukkan ke angka 3….saya blepotan lumpur, tak pake sendal lagi…benar benar menyedihkan…
Alhamdulillah mungkin Tuhan kasian juga melihat kami, akhirnya Papa si kaka ama adeknya datang, ada tenaga bantuan buat ngedorong….syukurnya lagi pas sekali dorong aja mobilnya langsung idup….
Sewaktu pulang di jalan kawan bertanya…”kapok nggak?
“nggak…” jawabku singkat…. Takkan pernah saya kapok klu masalah jalan-jalan ama makan-makan. Klu Cuma kayak gini hanya sebagai bumbu pelengkap buat bercerita kelak, dan inilah hal yang sulit untuk dilupakan…….
Genk Cebe....Sang Ninja Koeh
Wisata kuliner, jalan-jalan, berpetualang adalah hobby yang sangat menyenangkan bagi saya…meski kesibukan saat kuliah dan koas dulu begitu padat, saya tetap menyempatkan untuk jalan-jalan dengan kawan-kawan….wisata kuliner tiap bentar dengan kelompok cebe, tempat mana yang tak kami singgahi lagi…kelompok cebe alias kelompok ninja nama kelompok koas baik-baik yang sangat super rajin..ha ha ha….., ah…saya sangat-sangat merindukan mereka, bisa kumpul-kumpul lagi dengan mereka adalah harapan yang selalu saya impikan sampai sekarang…saya sangat suka dengan keterbukaan mereka…jadi tiap ada cerita jalan-jalan dan kuliner jadi ingat ma mereka….setelah selesai kuliah, wisuda..semua pun terpisah. Sejak saat itu tak lagi pernah kumpul-kumpul…sebagian masih sering chatingan di FB , sms atau telponan…tapi ada juga yang tak tau lagi kabarnya….menyedihkan…
Janji ninja:
“Sesame ninja dilarang jadian alias pacaran” eh taunya belakangan ada yang melanggar…buluuuuuuukkk……he he he

dr.Rahmatul Hajjah
Dedengkot kami, yang selalu punya ide gila buat kabur dari dinas malam. Klu orang bertanya siapa yang bertanggung jawab dengan genk cebe..ya ini orangnya yang harus di adili terlebih dahulu. Hobbynya juga jalan-jalan ma makan tapi pengen diet…. Akhirnya dietnya pun gagal dan yang tinggal gastritis….tapi yang saya salut dari beliau adalah ilmu ninjanya yang luar biasa…..ntah sekarang masih hebat nggak tau juga

dr. Vandra Bina Riyanda
Nama kelompok ini awalnya dari beliau…ntah apa artinya saya juga nggak tau…katanya seh bahasa gaul Pariaman….he he he…dapat gelar kapuyuak dari Prof azamris saat visite di bedah…wkwkwk…ketok magic….yang ini ilmu ninjanya sudah gak sehebat dulu lagi…wkwkwkw…satu lagi..

dr. Dini Kurnia Putri
kawan betengkarku di koas, sering bertengkar tapi besoknya baikan lagi… ilmu ninjanya juga lumayan hebat, tapi katanya seh sekarang nggak mau lagi make ilmu ninjanya….mmmm….sebenarnya nggak percaya juga sama pengakuannya….masalahnya tiap bentar dia bolak balek Jakarta-painan…make ilmu apalagi coba klu ggak ilmu ninja…

dr. Fahmi Agnesha
klu kak iya ilmu ninjanya hebat…ini dia yang super hebat….pernah dinas Obgyn kami tertidur dikosannya…tertidur???..he.he..he…keluar dari Obgyn kami dapat A….ha ha ha…koas dibedah paling rajin, datangnya jam Sembilan tanpa rasa bersalah….koas diinterne masuk salah satu diantara 6 koas yang melarikan diri saat minggu terakhir….pas ditelpon ternyata dah nyampe di Jakarta….pulang2 dari Jakarta bawa surat sakit….ninja..ninja…dapat sialnya pas di Anak dapat D….wkwkwkw

dr. Fajriza Yona
ijuuuuuiiiik…..ini diam diam ilmu ninjanya hebat juga neh, tapi masih kalahlah sama fahmi…klu di ajak cabut gak pernah nolak

dr. Fiona Septi Mulya
klu yang satu ini sebenarnya ilmu ninjanya gak terlalu hebat, kasian juga klu dia sering gabung sama kami. Tapi demi seorang kawan yang malu-malu tapi mau akhirnya beliau sering kami ajak…..terakhir koeh ternyata jadian juga…wkwkwkwkwk….
kapan kita kumpul2 lagi kawan?.....
Janji ninja:
“Sesame ninja dilarang jadian alias pacaran” eh taunya belakangan ada yang melanggar…buluuuuuuukkk……he he he

dr.Rahmatul Hajjah
Dedengkot kami, yang selalu punya ide gila buat kabur dari dinas malam. Klu orang bertanya siapa yang bertanggung jawab dengan genk cebe..ya ini orangnya yang harus di adili terlebih dahulu. Hobbynya juga jalan-jalan ma makan tapi pengen diet…. Akhirnya dietnya pun gagal dan yang tinggal gastritis….tapi yang saya salut dari beliau adalah ilmu ninjanya yang luar biasa…..ntah sekarang masih hebat nggak tau juga

dr. Vandra Bina Riyanda
Nama kelompok ini awalnya dari beliau…ntah apa artinya saya juga nggak tau…katanya seh bahasa gaul Pariaman….he he he…dapat gelar kapuyuak dari Prof azamris saat visite di bedah…wkwkwk…ketok magic….yang ini ilmu ninjanya sudah gak sehebat dulu lagi…wkwkwkw…satu lagi..

dr. Dini Kurnia Putri
kawan betengkarku di koas, sering bertengkar tapi besoknya baikan lagi… ilmu ninjanya juga lumayan hebat, tapi katanya seh sekarang nggak mau lagi make ilmu ninjanya….mmmm….sebenarnya nggak percaya juga sama pengakuannya….masalahnya tiap bentar dia bolak balek Jakarta-painan…make ilmu apalagi coba klu ggak ilmu ninja…

dr. Fahmi Agnesha
klu kak iya ilmu ninjanya hebat…ini dia yang super hebat….pernah dinas Obgyn kami tertidur dikosannya…tertidur???..he.he..he…keluar dari Obgyn kami dapat A….ha ha ha…koas dibedah paling rajin, datangnya jam Sembilan tanpa rasa bersalah….koas diinterne masuk salah satu diantara 6 koas yang melarikan diri saat minggu terakhir….pas ditelpon ternyata dah nyampe di Jakarta….pulang2 dari Jakarta bawa surat sakit….ninja..ninja…dapat sialnya pas di Anak dapat D….wkwkwkw

dr. Fajriza Yona
ijuuuuuiiiik…..ini diam diam ilmu ninjanya hebat juga neh, tapi masih kalahlah sama fahmi…klu di ajak cabut gak pernah nolak

dr. Fiona Septi Mulya
klu yang satu ini sebenarnya ilmu ninjanya gak terlalu hebat, kasian juga klu dia sering gabung sama kami. Tapi demi seorang kawan yang malu-malu tapi mau akhirnya beliau sering kami ajak…..terakhir koeh ternyata jadian juga…wkwkwkwkwk….
kapan kita kumpul2 lagi kawan?.....
Pasienku ngantarin kue......

Ntah kenapa saya akhirnya memilih kedokteran saat spmb dulu, padahal awalnya saya sangat kepengen sekali masuk teknik..apalagi teknik Nuklir. Kecintaan saya sama fisika jauh lebih besar dibanding dengan biologi saat SMA dulu…disaat kawan2 sekelas saling sikut menyikut mendapatkan nilai merah fisika , saya dengan rendah hati tetap zuhud di nilai Sembilan ke atas he he he…, ditambah juga saya sangat senang dengan matematika dan kimia…mengerjakan itung itungan rasanya kayak maen game, menguras otak , tapi selalu buat penasaran, tantangan yang menyenangkan menurut saya. Bahkan saking semangatnya mau masuk teknik, saya pun ikut tes ujian beasiswa ke Jepang mengambil jurusan Teknik Elektro….tapi memang karena mungkin di sana bukan lah garis hidup saya, setelah ujian tahap kedua akhirnya saya pun tesingkir dengan bangga…he he he…bangga bisa bersaing dengan anak2 pintar yang mayoritas cina di konsulat jepang…minimallah pengalamannya dapat…he he he…
5 tahun menempuh pendidikan yang penuh liku di kedokteran dan saya pun taubatan nasuha tidak akan mengulanginya lagi…nggak menyenangkan bangat, menghapal teori2 yang ntah benar atau nggak tuh, buku ntah setebal naudzubillahi min dzalik….menghafal dosis, trus praktikum yang ntah apa pentingnya….klu bisa nggak usah deh sekolahin anak dikedokteran…kasian. Makan ati berulam caci maki…apalagi saat koas…membayangkannya aja,…..hihihihi…menakutkan….he he he
Tapi, mendengar nasehat seorang kawan yang penuh hikmah…nikmati aja ambil baiknya….yup benar juga ternyata menjadi seorang dokter banyak sekali hikmah yang bisa kita petik, berlatih sabar,empati, berkawan tiap bentar dengan malaikat maut menjadikan kita lebih banyak waktu buat mengingatNya…bagi yang mau ingat aja seh…kan ada juga dokter yang gak pedulian…. Membangun jiwa social kita untuk peduli dengan sesama di dunia kedokteran adalah tempat yang sangat tepat….disela-sela kesibukan menjadi dokter internship. Saya juga menyempatkan diri untuk bergabung dengan salah satu lembaga kemanusiaan BSMI.selain dengan BSMI saya juga bergabung dengan PRASnya PKS alias pelayanan rakyat adil sejahtera. Hampir setiap minggu kami mengadakan pengobatan gratis, terkadang kami melakukan kunjungan langsung ke rumah pasien yang aksesnya agak jauh atau memang pasiennya tak bisa berjalan karena terbaring lemah. Kadang juga pasien datang minta obat ke DPD…..sekilas tak ada mamfaatnya seh bagi saya kecuali lelah dan menghabiskan waktu, tapi di sisi lain saya mendapatkan kepuasan batin yang luar biasa mampu membatu orang lain apalagi warga miskin.
Seminggu yang lalu, saya dapat sms dari seorang ikhwah
“ akh…antum disuruh ke DPD, tadi ada pasien antum yang ngantarin kue..katanya harus pak dokter yang motong kuenya…”
Alhamdulillah….lirihku….salah satu hikmahnya jadi dokter…sering dapat makan gratis……he he he…
so...apapun pekerjaan anda...buat diri bermamfaat buat masyarakat, bangsa dan negara..terlebih Agama....
jayalah negeriku...
Monday, 27 September 2010
Kami tak pernah mempersulit Rujukan pasien....

Ntah bagaimana lagi menjelaskan ke pasien ini, tetap bertahan pada pendapatnya. Emosinya semakin menjadi padahal sudah semampunya kami menjelaskan. Dokter di sebelah saya sudah tak mampu lagi untuk menghadapi tingkah pasien ini. Saya juga sudah memilih diam,sesekali ia masih mengulangi kata-katanya….” Berarti orang2 di Puskesmas ini memang mempersulit pasien!!!”…celotehnya dengan nada yg semakin meninggi….akhirnya dokter senior disebelah saya memutuskan untuk memanggil kepala puskesmas.
“ ibu…kami bukan tidak mau mengasih rujukan askes, Cuma kita harus sesuai prosedur. Disini kan kita punya 2 spesialis paru dan sekarang ibu mintanya dirujuk ke rumah sakit swasta di tempat lain. Nanti kalau kami ngasih rujukan kami yang disalahkan Askes.”
“ kenapa nggak bisa, ditempat lain bisa kok, kata dokter yang di rumah sakit itu juga bisa langsung rujukan dari puskesmas….”
“ klu ibu memang tetap mau berobat ke sana, minta aja langsung ke Askesnya, nanti orang askes akan buat surat ke sana.”
“ iya kata dokter disana bisa kok langsung rujukan dari puskesmas…orang disini memang mempersulit Askes pasien.” ,
Masih itu juga yang diulang pasiennya….
Beberapa kali dijelaskan pun tetap aja pasiennya tak mengerti dan semakin emosi…
Terkadang kita butuh kesabaran yang besar mengahadapi pasien, seringkali pasien tak mengerti posisi kita sebagai petugas kesehatan. Apa untungnya buat kami sebagai dokter mempersulitnya untuk mendapatkan rujukan. Malah klu seandainya askes mau menanggung biaya berobat semua pasien mau kami merujuknya.. nggak susah susah amat buat rujukan, bikin diagnosis, bikin tanda tangan kasih cap stempel puskesmas..tak perlu kami meresep….ini juga pasien Cuma pasien TB paru padahal di puskesmas sendiri obatnya gratis dari pemerintah, berobat ke swasta juga belum tentu 100% biayanya bisa diklaim ke Askes. Klu memang pasien tak mau berobat dipuskesmas dengan alasan apapun gengsi atau tidak mau diobati kami yang hanya dokter umum, di Payakumbuh sendirikan ada 2 orang spesialis paru..berobat ke spesialis juga obat yang dikasih sama aja makan obat rutin 6 bulan. Masalah pelayanan, rasanya puskesmas ini petugas juga memperlakukan pasien dengan ramah bahkan saat pasien tadi sudah beberapa kali marah sambil mengatakan kami mempersulitnya, kami masih dengan senyum melayaninya. Meski secara manusiawi hati kita juga sakit dibilang seperti itu.
Tak lama setelah pasiennya pulang dari rumah sakit, ia langsung mengadu ke kantor Askes mengatakan klu kami di puskesmas mempersulitnya memberikan rujukan. Kepala puskesmas langsung di telpon oleh kepala askes payakumbuh. Setelah dijelaskan penyakit pasien TB paru, orang askes juga tidak berani memberikan rujukan. Karena pasien seperti itu bukan criteria untuk dirujuk…
Kami dari tenaga kesehatan tak pernah mempersulit pasien, Cuma karena pasien kebanyakan tak mengerti dengan prosedur maka petugas kesehatan lebih sering disalahkan…jujur kami tak dapat keuntngan apapun dengan mempersulit pasien….apalagi saya, ada tidak pasien, dirujuk tidaknya pasien tidak akan menambah dan memngurangi gaji saya…bahkan klu seandainya setiap pasien yang datang berobat kami rujuk kerja kami juga akan berkurang…so tak ada alasan kami untuk memprsulit pasien…
Thursday, 23 September 2010
Dokter Internship...Nasibmu

sudah tanggal 23, gaji direkening saya belum juga masuk. saya langsung menghubungi teman sjawat yang lain ternyata memang sama senasib belum bergaji sampai tanggal segini, padahal jujur gaji yang 1,2 juta itulah untuk mencukupi kebutuhan saya selama satu bulan. mau minta sama orang tua rasanya gak enak aja, kita dah bergelar dokter masa masih minta sama ortu, klu diminta seh nggak mungkin gak dikasih...gaji 1,2 juta bukanlah gaji yang besar, tukang sapu jalan aja yang nggak tamat SD bisa dapat gaji segitu....pernah suatu saat ditanya ama ortu berapa gaji saya..."1,2 yah"....ayah saya langsung ketawa,....lebih besar pendapatan tukang deres kebun karet ayah lagi, dia bisa dapat 4 juta sebulan....
hampir 7 bulan saya menjalani program intership yang diwajibkan dari pusat ini, program pertama di indonesia dan dengan bangga Unand menerimanya, jadilah kami kelinci percobaan. tak ada kejelasan. mulai dari awal sudah terlihat amburadulnya program ini. kami protes sedikit aja, trus diancam...mau jadi dokter gak? klu mau jadi dokter iukitin aja...ckckckc parah....saya sendiri ditempatkan di RSUD Adnaan WD payakumbh selama 8 bulan dan 4 bulan lagi di Puskesmas parit Rantang. pertama ke payakumbuh saja sudah bermasalah...orang di dinkes kota payakumbuh minta surat pengantar, ditanya ke dinkes provinsi katanya gak perlu pake surat segala. untung kepala dkk payakumbuh orangnya cukup terbuka menerima kami. di daerah sendiri mereka bingung dengan program intership ini, katanya mereka tak diberi penjelasan. trus orang pusat dengan pongahnya mengatakan klu orang di daerah sudah dikasih tau....pokoknya mulai dari kampus sampai penempatan ke daerah banyak yang gak jelasnya.
di rumah sakit sendiri kita punya kewajiban yang sama dengan dokter yang lain, tapi hak kita beda...terjadi masalah dengan pasien kita yang harus bertanggungjawab sendiri tanpa jelas siapa yang akan melindungi kita, jaminan kesehatan tak ada, jasa medis dari rumah sakit tak dapat dengan alasan mereka menganggap dokter internsihp masih belajar, padahal kerja dan tanggung jawab kita dengan dokter yang lain sama..sama2 jaga, sama 2 bertanggungjawab terhadap pasien tapi hak yang kita terima berbeda...belum lagi ada beberapa spesialis yang tak mau menerima konsul dari dokter intership...cukup makan atilah. ntah apa yang membedakan kami di mata mereka padahal, syarat apa yang tidak kami punya, kami punya SIP dari DKK, kami sudah lulus Ujian Kompetensi Dokter Indonesia dan kami sudah punya STR alias surat tanda registrasi....syarat sebagai dokter sudah kami miliki hanya saja kami dibatasi untuk tidak berpraktek dirumah..okelah klu itu tidak boleh, tapi minimallah kami dihargai juga....
harapan saya semoga program ini segera dihapuskan minimallah adek2 di bawah saya tak ada lagi yang merasakan program yang gak jelas ini, ini sama saja dengan diskriminasi terhadap dokter....tuntutan untuk kita banyak, tapi hak kita yang sedikit saja tak bisa mereka tunaikan.....parah
Subscribe to:
Posts (Atom)