Wednesday, 12 June 2013

POLRI DAN LARANGAN JILBAB

Kasus pelarangan jilbab di institusi kepolisian mengingatkan kembali cerita-cerita senior akhwat bagaimana dulu mereka mempertahankan jilbabnya ketika di Fakultas Kedokteran terlebih ketika memasuki dunia rumah sakit. bahkan saat saya sendiri memasuki dunia rumah sakit masih ada dokter konsulen yang berpendapat bahwa jilbab yang dipakai para koasisten (dokter muda) adalah sumber infeksi. Jilbab menjadi penghalang bekerja para dokter dan perawat yang memerlukan gerak yang lebih leluasa dalam memanangani pasien apalagi pada kasus-kasus emergency. di kamar Operasi akhwat-akhwat dipaksa untuk membuka jilbabnya. tapi berkat perjuangan FKDM akhirnya jilbab perlahan diperbolehkan bahkan jilbab bisa memasuki kamar operasi dengan disediakannnya jilbab khusus OK buat dokter muda, seiring itu dokter spesialis juga semakin banyak yang memakai jilbab. Alhamdulillah memang pertolongan Allah itu sangat dekat.
Setelah reformasi 98 jilbab sudah semakin leluasa dipakai oleh para muslimah, jilbab memasuki ruang-ruang kelas sekolah, memasuki kampus-kampus, memasuki institusi pemerintahan, bahkan menerobos masuk ke kursi-kursi di Parlemen , tinggal menunggu waktu saja jilbab bisa memasuki Istana Negara kita seperti di Turki , ibu Negaranya memakai Jilbab.
Tapi fenomena Jilbab sebagai salah satu keyakinan ummat Muslim dalam menjalankan agamanya kenapa begitu susah menembus institusi Kepolisian dan TNI kita?.ketika melihat berita tadi malam saat mendengar pernyataan dari Wakil Kapolri Komjen Nanan Soekarna dengan arogannya mengatakan "...kalau mau memakai jilbab ya jangan masuk Polwan.."
Sikap Polri ini sangat disayangkan sekali, beranggapan bahwa jilbab akan menghalangi kinerja Polwan tak ubahnya Polri kita masih hidup di jaman ORBA.
peraturan kepolisian republik Indonesia ini juga sangan disayangkan oleh Muhammadiyah. Menurut Din Syamsudin hal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Dasar yang membebaskan warganya memeluk serta menjalankan keyakinannya masing masing.
selain itu dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga sangat menyayangkan sikap Kapolri ini Mardani Ali Sera mendesak Kapolri Jenderal Timur Pradopo harus membuat aturan Polwan muslim boleh berjilbab saat bertugas. dari dulu PKS mengusulkan agar TNI dan Polri membolehkan anggotanya untuk berjilbab, salah satunya Almarhumah Yoyoh Yusroh yang sangat getol memperjuangkan agar di TNI dan POLRI membuat aturan agar membolehkan jilbab.
Dukungan dari berbagai pihak dan masyarakat pun mengalir deras agar Polwan yang ingin memakai Jilbab saat bertugas dibolehkan.
mungkin Kapolri kita  lupa dengan isi UUD 45  Pasal 29 ayat (2) yang berbunyi "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.(Pasal 29 ayat (2) UUD 1945) sampai disitu gak ada tambahan ayat "kecuali POLRI"

Sunday, 9 June 2013

PELAYANAN KESEHATAN BSMI WAMENA,BUKTI CINTA KAMI UNTUK PAPUA

Tak kenal lelah untuk melayani, sepertinya sudah menjadi sebuah prinsip bagi seluruh relawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dimanapun berada, ada saja energy positif yang menggerakkan langkah kaki para relawan untuk menebar kebaikan. Seperti halnya hari ini Minggu (09/06/13) Relawan BSMI kembali menyusuri bebukitan di perkampungan Assoyelipele dan perkampungan sekitarnya pegunungan Jayawijaya-Papua , memasuki Honai-honai penduduk untuk mengecek kesehatan masyarakat, disamping itu relawan juga menyempatkan untuk berbincang dengan warga yang di temui serta memberikan penyuluhan untuk perilaku hidup sehat. Ada 10 relawan yang tergabung dalam tim medis Pelayanan kesehatan BSMI Wamena kali ini yang terdiri dari dokter, perawat, bidan dan relawan non-medis.
Dengan mendatangi honai-honai penduduk dirasakan sangat efektif dalam pelayanan kesehatan masyarakat, terkadang ada warga yang tidak datang berobat karena jarak rumahnya sangat jauh sehingga mereka tahankan untuk tidak pergi berobat, seperti dalam pengobatan sebelumnya ada seorang pasien yang sudah setahun sakit tapi tidak mendapatkan layanan kesehatan berhubung karena rumahnya jauh ditengah hutan dan dia sudah tidak sanggup lagi berjalan jauh.
Warga sangat senang sekali ketika relawan mendatangi kampung-kampung mereka, warga tidak menyangka ketika tiba-tiba mereka didatangi oleh petugas kesehatan BSMI. “ terimakasih dokter sudah datang ke kampung kami” kata seorang warga yang kami datangi Honainya.
Selain pelayanan kesehatan relawan BSMI juga menyempatkan diri untuk singgah dipesantren khusus anak-anak Papua untuk menyalurkan sembako yang diamanahkan beberapa donatur kepada BSMI untuk disalurkan. Sembako diterima langsung oleh Ustadz dan beberapa anak-anak yang di asrama. Adapun bantuan yang diserahkan BSMI berupa 5 karung beras (75 Kg), Minyak Goreng 10 Kg, Ikan Kaleng 2 Dus ukuran besar, garam dan bumbu dapur lainnya.
Selamat Milad BSMI yang ke -11, tetap semangat kepada seluruh relawan dimanapun berada,tetaplah bekerja dan melayani, salam cinta kami dari Pegunungan Tengah Papua.

Saturday, 1 June 2013

Negeriku, Surga bagi Perokok

Lengang sekali isu tentang hari tanpa tembakau pada tanggal 31 Mei 2013 kemarin baik di media sosial apalagi di Media elktronik dan cetak, hening seakan kita semua lupa. Dinas Kesehatan muali dari pusat sampai kabupaten/kota juga yang seharusnya menjadi ujung tombak  untuk kampanye anti rokok tidak memanfaatkan momen penting ini untuk mensosialisasikan kemasyarakat tentang bahaya rokok. ya sudahlah mungkin kita sudah terlalu terlena dengan hasil cukai rokok yang begitu besar untuk Negeri ini. Iya kan Pak Presiden? :)
Hari Tanpa Tembakau disahkan oleh Majelis Kesehatan Dunia pada tahun 1988 pada resolusi WHA42.19 dengan menentapkan tanggal 31 Mei sebagai H
ari Tanpa Tembakau. Awalnya bertujuan untuk mendesak para pecandu tembakau agar berpuasa selama 24 jam untuk tidak merokok, seiring dari tahun ketahun berkembang menjadi seruan agar pada hari tersebut juga tidak ada iklan rokok, penciptaan ,penyebaran, penyiaran tetang rokok baik melalui media elektronik, surat kabar, brosur,pamplet, papan iklan dan lain-lain. tiap Tahunnya WHO memiliki tema tersendiri untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau, namun tujuan akhirnya adalah agar masyarakat sadar akan dampak buruk rokok terhadap kesehatan. sosialisasi yang baik dilakukan oleh WHO di Negara-negara Eropa khususnya dan juga kampanye oleh aktivis anti rokok cukup berdampak signifikan bagi industri rokok di Eropa terutama negara-negara maju, selain itu semakin tingginya pendidikan masyarakat dan kepedulian pemerintah yang menuangkan dalam UU di Negaranya masing-masing menyebabkan industri rokok semakin hengkang dari bumi Eropa. apakah industri rokok kapok? oh tentu tidak mereka memiliki segudang ide, target selanjutnya adalah negara-negara Miskin dan sedang berkembang yang menjadi sasaran empuk Industri rokok. penduduk di Negara-negara Miskin di bodohi dengan iklan-iklan yang luar biasa. mana ada iklan rokok yang asal-asalan, pasti iklan rokok keren. penggambaran yang hebat kepada perokok, gak ngrokok gak keren,gak ada lo gak rame.....
Bagaimana dengan Negara kita? 
Indonesia merupakan salah satu surga bagi industri rokok. berdasarkan Survey global Adult Tobacco pada tahun 2011 Indonesia memiliki perokok aktif terbesar kedua setelah Cina..(wah selamat ya :p ). 67,7 % atau sekitar 80 juta jiwa laki-laki dewasa di Indonesia merupakan perokok aktif, perokok wanita sekitar 8 juta jiwa, dan yang paling ironis sekali 45% dari perokok aktif adalah usia produktif di bawah 25 tahun dan bahkan 1 % ada anak-anak. meski Industri rokok sering membantah kalau iklan mereka ditujukan kepada orang dewasa, tapi kenyataannya di lapangan perokok aktif pada usia muda semakin hari semakin bertambah.

Pak SBY apa kabar?
sudah tidak bisa kita pungkiri pemerintahan sekarang tak ada yang bisa kita banggakan dari tuan-tuan kita terhormat disana. pemerintah lebih memilih mengorbankan kesehatan rakyatnya ketimbang berani tegas terhadap industri rokok . iklan rokok bertebaran dimana, layar TV kita tidak pernah absen dengan iklan rokok, jalanan, tempat-tempat umum tidak sepi dengan papan iklan rokok, benar-benar surga bagi industri rokok, seakan-akan pemrintahan kita mengatakan "silahkan pasang iklan rokokmu dimanapun anda suka".
pada tahun 2012 pendapatan dari bisnis rokok memberikan keuntungan buat Indonesia sebesar 70 Trilliun sangat besar memang, tapi tidak sebanding dengan biaya yang ditanggung negara untuk pasien akibat rokok seperti kanker paru yang mencapai 250 Trilliun/tahun . saya gak paham bagaimana hitung-hiungan pemerintah kita terkait keuntungan bisnis rokok ini. 
lemahnya aturan dalam undang-undang yang berkaitan dengan rokok/tembakau menjadi salah satu gerbang buat produsen rokok untuk habis-habisan mempromosikan produknya di Negeri ini. bahkan rokok dengan mudahnya menembus dunia kampus sebagai area orang-orang berpendidikan lewat mensponsori acara-acara mahasiswa, beasiswa,dll. perlahan tapi pasti mereka menghancurkan bangsa ini langsung ke sasarannya yaitu pemuda, usia produktif, pemerintah kita tak berdaya terlena dalam asap keuntungan dari rokok.
Hilangnya salah satu ayat yang berhubungan dengan Tembakau pada RUU kesehatan ayat (2) pasal 113 yang berbunyi " Zat adiktif sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) meliputi Tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cair, dan gas yang bersifat adiktif penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan /atau masyarakat sekitarnya.".
bagaimana bisa anggota dewan terhormat kita mengatakan hilangnya pasal itu tidak ada faktor kesengajaan. sudah begitu parahnyakah bapak/ibu anggota dewan terhormat kita di DPR sana berusaha mengelabui dan membohongi masyarakat?. ya bisa saja karena otaknya sudah pada atropi akibat keuntungan-keuntungan dari rokok.
FCTC (Frame work Convention on Tobacco Control) yang merupakan bagian dari WHO yang merupakan konvensi internasional pertama yang mengatur kesehatan masyarakat sekarang sudah beranggotakan 176 negara, semua negara sudah menandatangani kesepakatan itu kecuali 9 negara, salah satunya yang tidak bersedia menandatangani adalah Negeri kita tercinta Indonesia ini.
kepada siapa lagi kita berharap agar lahirnya aturan-aturan yang sehat di Negeri ini bahkan aturan untuk kesehatan sendiri dibuat sekarat dan sakit oleh perwakilan-perwakilan kita di DPR sana. tidak mungkin kita berharap dengan para anggota dewan merokok, tidak mungkin kita berharap kepada anggota dewan dari Fraksi yang bertanggung jawab akan salah satu ayat yang hilang di RUU kesehatan, tidak mungkin kita berharap kepada Partai-partai yang tidak tegas terhadap rokok. 
berharaplah kepada Partai politik yang seluruh kadernya tidak merokok, anggota dewannya tidak merokok dan yang tegas mengusung aturan tentang rokok di Negeri ini. di 2014 nanti bijaklah memilih para wakil rakyat kita, jangan pilih wakil rakyat yang otaknya sudah atropi gara-gara asap keuntungan dari bisnis rokok. 
Harapan itu Masih ada

Wednesday, 29 May 2013

Film Fetih 1453 " Penaklukan Konstantinopel"


Alhamdulillah setelah sekian lama menunggu dan mencari film Fetih 1453 karya sutradara Turki akhirnya saya bisa download juga waktu pulang ke Padang kemarin. Film ini bercerita seputar penaklukan Konstantinopel oleh tentara Turki Utsmani dibawah komando langsung oleh Sultan Mehmed II. Film yang disutradarai oleh Faruk Aksoy ini sebenarnya sudah dirilis pada tangal 16 Februari 2012 di berbagai belahan dunia, sayangnya di Indonesia ntah alasan apa film ini tidak ada di putar.
Berdasarkan hadist Rasulullah  pada abad ke 7 yang diriwayatkan oleh Ahmad bin Hambal “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”
Beranjak dari hadist inilah semangat Turki Utsmani untuk menaklukkan Kontastinopel, selanjunya baca sejarahnya aja ya…he he he
Sebagai penikmat sejarah sekaligus penikmat film, saya pribadi menilai film ini layak untuk di tonton meski ada beberapa hal yang ditampilkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tetapi minimal sudah ada film sebaik ini yang diproduksi oleh orang Islam. Saran saya memang kita harus terlebih dahulu membaca sejarah bagaimana penaklukan konstantinopel atau minimal kita menontonnya dengan di dampingi oleh orang yang mengerti sejarahnya agar kita tidak menelan mentah-mentah apa yang disajikan.
Komentar sebagian orang sangat menyayangkan film ini karena tidak Islami. Ya memang menurut saya film ini bukan film Islami seperti Ayat-ayat cinta. Sutradara film juga pasti mempertimbangkan ketika sesuatu hal akan diangkatkan menjadi sebuah cerita di layar lebar, bukan kita saja penikmat film Islami yang harus dipuaskannya. Ya menurut saya tinggal kita saja harus lebih cerdas memilah mana yang sesuai sejarah mana yang tidak.
Saya masih berharap film ini ditayangkan di bioskop2 di Indonesia, minimal dengan ini pemuda Islam tidak buta dengan sejarah, masa kita disuguhi terus dengan film2 tidak berkualitas.

Abu Qubail menuturkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, “Suatu ketika kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya, `Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Romawi?´ Beliau menjawab, `Kota Heraklius-lah yang akan terkalahkan lebih dulu.’ Maksudnya adalah Konstantinopel.” (HR. Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim)
sebelumnya install program Torrent dulu. Saya kalau mencari film lebih suka di Torrent


MEREKA TIDAK TAHU

Hentakan buat kader-kader tarbiyah hari ini cukup menyita perhatian kita, dari hari ke hari tak bosannya media mainstrem membuat berita sesukanya. kita ambil aja baiknya, selama ini mungkin banyak yang belum mengenal kita minimal jadi tahu kalau kita ada dengan pemberitaan dari media. ingat saat WTC diserang dan Muslim jadi tertuduh dengan dalih teroris, perlakuan diskriminatif terhadap Muslim Amerika menjadikan sebagian orang bertanya-tanya apa itu Islam, bagaimana ajarannya sehingga dengan begitu tega membunuh orang lain yang tak bersalah. ternyata setelah mereka belajar Islam ajaran seperti itu tidak mereka temui, akhirnya mereka memilih Islam untuk menjadi agama barunya. begitu juga harapan kita dengan pemberitaan hari ini tentang PKS, orang jadi mencari tahu bagaimana sebenarnya PKS mendidik kadernya, apakah kita diajarkan hal-hal yang tidak baik seperti sangkaan media selama ini.dan orang juga akan bisa menilai ketika berinteraksi langsung dengan kader PKS, ketika akhirnya masyarakat bisa menyimpulkan " ah si A kader PKS itu tidak seperti itu kok". ya tinggal pembuktian kita saja di lapangan.
Pemberitaan ini juga diharapkan bisa membangunkan kader dari tidur panjangnya, tanpa kita pungkiri banyak dari kita yang sudah merasa nyaman dengan kondisi kita sekarang, tidak mau bergerak lagi, bahkan banyak dari kita yang sudah malas ikut tarbiyah, pembinaan yang melempem, sehingga orang awampun sulit membedakan mana kader tarbiyah dan mana yang tidak, ya sama saja.
" Saya sudah sulit membedakan mana adek2 yang tarbiyah mana mahasiswa yang tidak, tingkah lakunya sama saja" celoteh seorang dosen FK ketika saya berkunjung ke kampus. ya wajar saja kalau orang lain banyak yang tidak simpati dengan kita.
kita tidak bisa menyalahkan siapapun, kita jangan menyalahkan media yang hari ini menganggap kita sebagai ancaman, tapi baiknya kita lebih fokus untuk perbaikan diri.
Sebenarnya yang membuat kita hari ini dihukumi media dan banyak dari komentar yang mencaci adalah karena faktor ketidaktahuan mereka akan gerakan dakwah kita dan juga bisa jadi memang karena ketakutan dan kebencian akibat dari perbedaan ideologi yang diusung. seperti contohnya ketika KPK melihat aset tarbiyah yang begitu banyak mereka menganga " wah ini hasil korupsi ini", padahal mereka tidak tahu bagaimana kita mengumpulkan rupiah kedalam kotak-kotak dan kaleng infak setiap pekanannya. kita sisakan dari uang belanja untuk menghidupi dakwah ini. seperti yang dituturkan Pak Mahfudz siddik pergroup Liqo/halaqoh kita bisa mengumpulkan 50-100rb tiap pekan bahkan lebih dan perlu kita ketahui group liqo itu sudah lebih dari 200 ribuan di Negeri ini, ya hitung sendiri deh berapa totalnya, itu hanya infak dari group liqo pekanan, kelompok halaqoh saya sendiri tiap minggu bisa terkumpul kadang lebih dari 300ribu. belum lagi infaq dari ustadz-ustadz kita yang tentunya lebih banyak, ditambah lagi kadang sumbangan kader berupa rumah ,tanah, kenderaan yang begitu saja merelakannya untuk dakwah ini. kita lihat saja saat acara munasarah Palestina,ketika sesi pengumpulan infaq dalam hitungan menit bukan hal yang sulit untuk mengumpulkan sumbangan Milyaran dari kader, jangan heran ketika ada ummahat/ibu-ibu yang rela melepaskan antingnya saat itu juga demi membantu saudara di Palestina. ya seperti itulah kita diajarkan di dalam jamaah ini untuk peduli dengan sekitar kita, untuk lebih peka dengan penderitaan saudara-saudara kita.
itu hanya contoh kecil kebaikan yang saya rasakan dari jamaah ini, ketika jiwa sosial kita diasah, ketika kita lebih ditekankan untuk memberi daripada menerima. berkontribusi dari pada jadi penonton, bekerja daripada jadi pengkritik.
hari ini kita dibangunkan oleh media, ya cukup sudah tidur panjangmu kawan, jangan tidur lagi.terima kritik dari mereka yang suka mengkritik jadikan untuk kemajuan kita, perbaiki diri yang masih banyak kurangnya, tunjukkan bahwa apa yang dituduhkan mereka itu tidak benar tentang dirimu.
kebenaran akan menemukan jalannya sendiri meski semua orang mengingkarinta, toh Allah adalah hakim yang sebaik-baiknya.


BERHENTI, MELANGKAH LAGI

 
Saat itu masih ku ingat
Saat wajahmu sesenggukan menceritakan semua masalah
Tangismu menceritakan semua kekesalan
Saat itu aku melihat diriku dalam dirimu
Ya , kita pernah memilki masalah yang sama
Ku dengarkan tuturmu, sama seperti aku mendengarkan diriku sendiri yang bertutur

“ saya mau keluar bang, saya merasa tidak pantas disini…”
Ah…kata-kata itu pernah saya ucapkan dulu
Sebuah ungkapan kekecewaan yang mendalam
Saat pendapat kita dianggap sebagai sebuah penentangan
Kritik sebagai pemberontakan
Kita pun adalah seorang yang Futur, ya…. beban mental yang menyakitkan

Saya mulai bercerita kepadamu,saat engkau meminta nasehat
Tak pantas memang,
Ingatkah saat pasukan Muslimin bertemu dengan musuh di Mu’tah perbatasan dengan Syam
Melihat makin banyaknya sahabat yang gugur
Panglima perang yang di pegang Khalid bin Walid akhirnya memilih mudur ke Madinah
“wahai kalian yang lari dari perang, kalian lari dari jalan Allah” teriak kaum muslimin di Madinah
Bukan keharuan yang menyambut mereka,tapi cacian yang luar biasa
Apa mereka keluar dari Islam?
Tidak kawan,mereka mundur untuk menyerang kembali
 mereka berhenti untuk melangkah lagi

di sini,
di jalan ini kita tak mengharapkan penghargaan
meski sisi manusiawi kita selalu ingin dihargai

masih ingat, disaat bincang-bincang kita saling berbagi
bekerjalah meski tak ada yang melihat
kita sudah sepakat dengan itu kawan
berhentilah sejenak ,tapi jangan untuk selamanya

(for my brother)

Tuesday, 28 May 2013

Balaslah Cacian dengan Kebaikan

"maka  berkat rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad maka bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertawakkal.".
 
Melihat fenomena komen mengkomen belakangan ini terkadang membuat saya berfikir apa sebenarnya yang dipikirkan orang lain sebelum  menuliskan komennya di kolom komentar, atau sebelum kita berkicau di twitter. banyak sekali hal-hal yang tidak pantas baik secara adat ketimuran kita maupun secara nilai agama yang kita anut. mudah sekali jari jemari kita menuliskan kata-kata bernada makian, cacian, membully, menghakimi orang lain yang kita sendiri belum tentu lebih baik dari yang kita komentari.
sebagai aktivis dakwah pun kita terkadang secara sadar atau tidak sadar kita pun ada yang terikut di dalam lingkaran komen mengkomen itu. cacian kita balas cacian, makian kita balas makian sehingga kalau kita perhatikan garis batas pembeda mana kita yang tertarbiyah dan mana yang tidak sudah sangat tipis. dalih kita membuat sebuah pembelaan terhadap yang kita anggap benar.
saya sendiri sebenarnya ketika membaca kolom komentar di beberapa tulisan sangat sulit sekali menahan diri untuk tidak membalas komentar tersebut, tapi disitu saya berpikir nanti saya jelaskan pun secara baik belum tentu yang komentarnya memaki bisa menerima penjelasan saya, apalagi saya balas dengan makian ya bakal maki- memaki tidak berkesudahan . makanya saya lebih baik memilih diam, atau ketika rasanya saya tidak siap membaca komentar orang lain ya saya cukup baca artikelnya saja. kalau di Twitter cukup saya blok orang-orang yang saya anggap tidak bermanfaat kicauannya, mudahkan.....ngapain repot ^_^.
Syafakah atau sisi lembut dari hati kita harus lebih kita manfaatkan untuk yang bernilai positif agar hasilnya juga positif, sehingga kita bisa menghasilkan nilai-nilai kebaikan untuk orang lain,lebih peka terhadap kesusahan orang lain, lebih menyayangi yang kecil dan menghormati yang lebih tua dari kita. jika kita arahkan sikap lembut kita kepada hal yang negatif maka kita akan mudah tersinggung dengan perkataan orang lain, mudah marah karena memang itu juga syafakah tapi dalam arti yang negatif.
Saya sangat tertarik dengan kisahnya Toyotomi Hideyosi dalam buku "the swordless samurai" seorang pemimpin legendaris Jepang abad ke XVI yang sangat menakjubkan, dengan otaknya yang brilliant ia akhirnya mampu menyatukan Jepang yang kala itu masih dalam kubangan perang antar klan. namun di balik otaknya yang memiliki seribu taktik/siyasat ia memiliki kelembutan hati dan itulah salah satu yang mengantarkan ia akhirnya menjadi salah seorang pemimpin yang disegani .
Coba kita bayangkan seandainya Hideyosi ketika pertama kali bertemu dengan Lord Nobunaga saat menawarkan diri untuk mengabdi pada klan itu langsung sakit hati atau membalas cacian dan kata sinis sang ketua Klan,mungkin saja ia tidak akan bisa mendapatkan posisi di klan itu atau lebih sadisnya lagi saat itu juga ia akan punya badan tanpa kepala.
"Monyet kecil ini mengira ia bisa berguna", komentar Lord Nobunaga saat Hideyosi menawarkan diri
" Ya Tuan, saya yakin itu." Hideyosi menatap hormat dan penuh percaya diri terhadap calon tuannya. singkat cerita akhirnya ia diterima dan di awali dengan menjadi pembawa sandal Lord Nobunaga. setiap hari ia dipanggil monyet oleh Tuannya dengan nada sinis. dengan sikap sabar dan lapang dadanya hingga suatu saat ketika ia menjadi sukarelawan untuk menghadang pasukan Asakura.
" Komando ini milikmu Hideyosi. Jangan kecewakan kami." disitulah Lord Nobunaga memanggilnya bukan dengan panggilan monyet.
dalam banyak peperangan yang dimenangkan Hideyosi pun ia lebih memilih untuk menawarkan untuk bergabung dengan kelompoknya daripada menghabisi langsung musuhnya itu. itulah yang mengantarkan Hideyosi untuk bisa menyatukan Jepang, bisa menundukkan hati orang-orang yang jauh lebih kuat dan ilmu pedangnya tinggi dibanding dia. ya karena kelembutan hatinya, karena kesabarannya.
Bagaimana dengan kita yang memiliki seorang panutan dan pemimpin yang melebihi kehebatan Hideyosi, akhlak mulia Rasullullah sudah tidak lagi kita ragukan, lawan maupun kawan sangat mengagumi akhlak beliau. ingatkah kita ketika Rasulullah dilempari dan dicaci maki penduduk Thaif. Malaikat Jibril mendatangi beliau seraya berkata ‘’Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan (hinaan) kaummu dan penolakan mereka kepadamu. Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung terhadapmu.’’

‘’Ya Muhammad,’’ sahut malaikat penjaga gunung. ‘’Jika engkau mau supaya aku melipatkan Akhsyabain (dua gunung di Makkahm, yaitu gunung Abi Qubaisy dan gunung yang menghadapnya) ini di atas mereka, niscaya akan aku lakukan.’’ Namun, Rasulullah SAW malah berdoa (tidak ada sedikit pun keinginan untuk membalasnya). Bahkan, aku berharap mudah-mudahan Allah mengeluarkan dari tulang rusuk mereka (keturunan) yang menyembah Allah yang Esa dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun (HR Bukhari Muslim).
 
Dari kisah diatas kita lihat ketika cacian bahkan perlakuan buruk penduduk Thaif, Rasulullah lebih mengedepankan sikap yang baik bahkan mendoakan mereka dibanding membalasnya dengan cacian atau bahkan bisa saja beliau menyetujui tawaran Malaikat penjaga gunung.
banyak lagi kisah beliau yang sungguh luar biasa yang bisa kita teladani, Kisah orang yang selalu meludahi beliau setiap lewat ketika sakit beliau malah menjenguknya dan mendoakannya, kisah Yahudi tua buta yang tiap hari mencaci maki beliau, namun dengan sabar Rasulullah menyuapinya setiap hari dan itu baru disadari ketika Beliau sudah tidak ada... Subahanallah kita memiliki seorang teladan yang sungguh luar biasa.
 
Ketika kita menghadapi orang yang suka mencaci maki dakwah kita, orang-orang yang sangat membenci kita dengan balasan yang baik secara tidak langsung kita sudah mendakwahinya. " begini lho kami diajarkan, begini lho indahnya Islam". bahkan dengan orang Non-Muslim yang membenci kita sekalipun kita harus mengedepankan akhlak yang baik, masa dengan saudara Muslim kita sendiri kita berlaku sangat kasar. cepatnya dakwah Rasulullah berkembang dan diterima ya karena kemuliaan akhlak beliau. 
 
Kita juga harus introspeksi diri apa sebabnya orang lain banyak yang mencaci, banyak yang tidak suka.barangkali kita belum pernah menjelaskan tentang dakwah kita kepada mereka, barangkali dalam sikap kita sehari-hari masih jauh dari materi yang kita dapatkan di lingkaran kecil kita . kita harus senantiasa terus memperbaiki kekurangan diri dan jamaah ini.
 
Tantangan kita untuk hari ini belumlah seberapa dibanding di zaman Nabi dan Sahabat, belumlah apa-apa dibanding saudara-saudara kita di Turki dan Mesir dibawah kepemimpinan yang Zalim, kita baru saja mendapat Fitnah dan cacian belum sampai perlakuan yang menyebabkan kehilangan nyawa. saya yakin ketika kita balas cacian mereka dengan cacian , para Murabbi kita, Para Qiyadah kita tidak akan ada yang setuju dengan tindakan itu. 
berlaku lembutlah kawan,hadapi semua ini dengan hati yang lapang, semoga para pembenci kita dibukakan hatinya dan diberikan hidayah untuk menerima kebaikan.
Saya tutup tulisan ini dengan kisahnya Sahabat Rasulullah Abu bakar  
Seorang laki-laki datang menemui Abu Bakar. lelaki tersebut mencaci maki Abu Bakar salah seorang sahabat nabi yang sangat beliau cintai ini. Rasulullah Salallaahu alaihi wassalam yang saat itu tengah duduk di sampingnya, tampak terheran-heran sambil tersenyum melihat Abu Bakar diam saja.
Namun ketika kata makian semakin banyak Abu Bakar pun meladeninya. Rasulullah bangkit dengan wajah tidak suka dengan sikap Abu Bakar itu. Beliau berdiri dan
Abu Bakar mengikutinya.
“Ya Rasulullah, tadi dia mencaci makiku namun engkau tetap duduk. Tapi ketika kuladeni sebagian kata-katanya, engkau marah dan berdiri. Mengapa demikian ya Rasulullah?” tanya Abu Bakar.
“Sesungguhnya bersamamu ada malaikat, kemudian dia berpaling dari padamu. Ketika engkau meladeni perkataannya, datanglah syaitan dan aku tak sudi duduk bersama syaitan itu,” jawab Rasul. Kemudian beliau meneruskan nasihatnya, “Tidak teraniaya seseorang karena penganiayaan yang ia sabar memikulnya kecuali Allah akan menambahkan kepadanya kemuliaan dan kebesaran.” (HR. Imam Ahmad dari Abu Kabsyah Al Anmari)
 Wallohualam Bishowab