Thursday, 23 September 2010

Dokter Internship...Nasibmu



sudah tanggal 23, gaji direkening saya belum juga masuk. saya langsung menghubungi teman sjawat yang lain ternyata memang sama senasib belum bergaji sampai tanggal segini, padahal jujur gaji yang 1,2 juta itulah untuk mencukupi kebutuhan saya selama satu bulan. mau minta sama orang tua rasanya gak enak aja, kita dah bergelar dokter masa masih minta sama ortu, klu diminta seh nggak mungkin gak dikasih...gaji 1,2 juta bukanlah gaji yang besar, tukang sapu jalan aja yang nggak tamat SD bisa dapat gaji segitu....pernah suatu saat ditanya ama ortu berapa gaji saya..."1,2 yah"....ayah saya langsung ketawa,....lebih besar pendapatan tukang deres kebun karet ayah lagi, dia bisa dapat 4 juta sebulan....
hampir 7 bulan saya menjalani program intership yang diwajibkan dari pusat ini, program pertama di indonesia dan dengan bangga Unand menerimanya, jadilah kami kelinci percobaan. tak ada kejelasan. mulai dari awal sudah terlihat amburadulnya program ini. kami protes sedikit aja, trus diancam...mau jadi dokter gak? klu mau jadi dokter iukitin aja...ckckckc parah....saya sendiri ditempatkan di RSUD Adnaan WD payakumbh selama 8 bulan dan 4 bulan lagi di Puskesmas parit Rantang. pertama ke payakumbuh saja sudah bermasalah...orang di dinkes kota payakumbuh minta surat pengantar, ditanya ke dinkes provinsi katanya gak perlu pake surat segala. untung kepala dkk payakumbuh orangnya cukup terbuka menerima kami. di daerah sendiri mereka bingung dengan program intership ini, katanya mereka tak diberi penjelasan. trus orang pusat dengan pongahnya mengatakan klu orang di daerah sudah dikasih tau....pokoknya mulai dari kampus sampai penempatan ke daerah banyak yang gak jelasnya.
di rumah sakit sendiri kita punya kewajiban yang sama dengan dokter yang lain, tapi hak kita beda...terjadi masalah dengan pasien kita yang harus bertanggungjawab sendiri tanpa jelas siapa yang akan melindungi kita, jaminan kesehatan tak ada, jasa medis dari rumah sakit tak dapat dengan alasan mereka menganggap dokter internsihp masih belajar, padahal kerja dan tanggung jawab kita dengan dokter yang lain sama..sama2 jaga, sama 2 bertanggungjawab terhadap pasien tapi hak yang kita terima berbeda...belum lagi ada beberapa spesialis yang tak mau menerima konsul dari dokter intership...cukup makan atilah. ntah apa yang membedakan kami di mata mereka padahal, syarat apa yang tidak kami punya, kami punya SIP dari DKK, kami sudah lulus Ujian Kompetensi Dokter Indonesia dan kami sudah punya STR alias surat tanda registrasi....syarat sebagai dokter sudah kami miliki hanya saja kami dibatasi untuk tidak berpraktek dirumah..okelah klu itu tidak boleh, tapi minimallah kami dihargai juga....

harapan saya semoga program ini segera dihapuskan minimallah adek2 di bawah saya tak ada lagi yang merasakan program yang gak jelas ini, ini sama saja dengan diskriminasi terhadap dokter....tuntutan untuk kita banyak, tapi hak kita yang sedikit saja tak bisa mereka tunaikan.....parah

8 comments :

  1. iya nih, moga adek2 yang dibawah gak lagi merasakan program yang gak jelas tersebut.. seimbangkan lah hak dan kewajiban dokter internship...

    ReplyDelete
  2. kita doakan aja...nggak enak bangat....untunglah masih bisa bersabar 5 bulan lagi.....pengen bebasss....melanglang buana sambil cari duit...he he he

    ReplyDelete
  3. bkan hidup internship bang...bubarkan intership baru cocok....^_^

    ReplyDelete
  4. akhirnya gajinya dibayar kapan,mas?

    nasib saya juga sama nih... menanti gaji yang tak kunjung dibayar.. menjalani hari-hari yang super tak jelas juga...

    berharap gaji kita sndr bisa dipakai buat buat lebaran besoK >.<

    ReplyDelete
  5. kadang gajinya telat 3 bln baru di bayar.....nasib

    ReplyDelete
  6. katanya sekarang wacananya gaji internship untuk kloter kami (mulai juli/agustus 2012) ini bakal dihapuskan dok, hiks sedih banget rasanya :( sudah 6 tahun sekolah, 1 tahun lagi kerja tanpa digaji...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, dengar wacana itu dari mana ya? Apa ada pengumuman resminya?

      Delete